Aksi Nyata Danantara: Memulihkan Muruah BUMN Melalui Kemanusiaan dan Penataan Tata Kelola

Rizky Pratama | InfoNanti
25 Mei 2026, 06:53 WIB
Aksi Nyata Danantara: Memulihkan Muruah BUMN Melalui Kemanusiaan dan Penataan Tata Kelola

InfoNanti — Pergerakan besar tengah terjadi di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah komando lembaga baru, Danantara. Bukan sekadar soal angka dan profitabilitas, arah kebijakan kini mulai menyentuh sisi kemanusiaan yang selama ini sering terlupakan di balik kaku-nya birokrasi korporasi negara. Langkah berani yang diambil oleh jajaran petinggi Danantara menunjukkan sinyal kuat bahwa BUMN sedang bertransformasi menjadi institusi yang lebih empatik dan berorientasi pada rakyat.

Sentuhan Manusiawi Bos Danantara dalam Kasus Mbah Mujiran

Dunia maya dan pemberitaan nasional baru-baru ini dihangatkan oleh sebuah tindakan yang tergolong jarang terjadi di level pejabat tinggi. COO Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Kakek Mujiran dan keluarganya. Kasus ini bermula dari jeratan hukum yang menimpa sang lansia hanya karena mengambil getah karet demi menyambung hidup di tengah himpitan ekonomi.

Baca Juga

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 April 2026: Strategi di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 April 2026: Strategi di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Dony Oskaria menegaskan bahwa tindakan kriminalisasi terhadap masyarakat kecil seperti Mbah Mujiran sangat bertentangan dengan prinsip dasar pendirian perusahaan negara. Beliau menekankan bahwa Danantara memandang BUMN bukan sebagai entitas elit yang berdiri di atas penderitaan rakyat, melainkan sebagai aset bangsa yang dibangun dari keringat rakyat. Oleh karena itu, arogansi institusional tidak memiliki tempat dalam visi baru pengelolaan aset negara.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Dony tidak hanya melontarkan kata-kata maaf. Beliau memberikan instruksi tegas kepada jajaran direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk segera mengambil langkah konkret. Instruksi pertama adalah penghentian total proses hukum yang sedang berjalan. PTPN diminta mencabut laporan polisi dan memastikan tidak ada lagi intimidasi terhadap Kakek Mujiran. Lebih jauh lagi, Danantara meminta agar perusahaan memberikan bantuan ekonomi dan lapangan kerja yang layak bagi sang kakek agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Baca Juga

Ultimatum Transparansi: Danantara Beri Waktu 3 Bulan Bagi Eksportir Sawit dan Batu Bara Benahi Tata Kelola

Ultimatum Transparansi: Danantara Beri Waktu 3 Bulan Bagi Eksportir Sawit dan Batu Bara Benahi Tata Kelola

Restrukturisasi dan Pembersihan BUMN Bermasalah

Di sisi lain, ketegasan Danantara juga tercermin dalam upaya penyehatan korporasi yang sedang sakit. Salah satu nama yang kini masuk dalam radar pembersihan adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Perusahaan pionir di bidang telekomunikasi ini terancam dibubarkan jika tidak mampu menunjukkan perbaikan performa yang signifikan. Evaluasi mendalam sedang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan ini masih memiliki nilai strategis dan keberlanjutan bisnis.

Menurut analisis dari pihak Danantara, persoalan utama yang membelit PT INTI bukan sekadar perubahan pasar, melainkan lemahnya tata kelola perusahaan (good corporate governance). Beban operasional yang membengkak tanpa diimbangi oleh pendapatan yang sepadan telah menciptakan lubang keuangan yang mengancam keberlangsungan hidup perusahaan. Strategi penyehatan BUMN kini menjadi lebih terukur sejak hadirnya Danantara sebagai lembaga pengawas dan pengelola investasi negara yang lebih fokus pada efisiensi.

Baca Juga

Update Pasca-Insiden Stasiun Bekasi: 96 Penumpang Kembali ke Pelukan Keluarga, KAI Pastikan Pendampingan Total

Update Pasca-Insiden Stasiun Bekasi: 96 Penumpang Kembali ke Pelukan Keluarga, KAI Pastikan Pendampingan Total

Dony Oskaria menyebutkan bahwa proses penyehatan ini jauh lebih mudah dilakukan saat ini karena sistem pengawasan yang terintegrasi. Perusahaan yang tidak memiliki arah bisnis yang jelas dan terus-menerus membebani APBN akan menghadapi pilihan sulit: restrukturisasi total atau penutupan permanen. Hal ini dilakukan demi menjaga muruah BUMN agar tetap menjadi motor penggerak ekonomi, bukan beban negara.

Komitmen Kesejahteraan bagi Pensiunan ASN

Kabar menggembirakan juga datang dari sektor jaminan sosial bagi para abdi negara. PT Taspen (Persero) telah mengonfirmasi kesiapannya untuk menyalurkan gaji ke-13 bagi para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai 2 Juni 2026. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi mereka yang telah mengabdi puluhan tahun bagi negara.

Baca Juga

Harga Perak Antam 13 April 2026 Terkoreksi: Dampak Ketegangan Selat Hormuz dan Gejolak Energi Global

Harga Perak Antam 13 April 2026 Terkoreksi: Dampak Ketegangan Selat Hormuz dan Gejolak Energi Global

Corporate Secretary Taspen, Henra, menjelaskan bahwa proses pembayaran akan dilakukan secara otomatis tanpa mengharuskan penerima manfaat datang mengantre atau mengajukan berkas tambahan. Melalui koordinasi dengan 46 mitra bayar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, Taspen memastikan dana tersebut sampai ke tangan yang berhak tepat waktu. Penyaluran ini diharapkan dapat memberikan bantuan finansial yang berarti bagi para pensiunan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya pendidikan anggota keluarga mereka.

Visi Masa Depan: BUMN yang Profesional dan Beretika

Transformasi yang dibawa oleh Danantara memberikan harapan baru bagi wajah perekonomian Indonesia. Dengan menyeimbangkan antara ketegasan profesional dalam mengelola bisnis dan kepekaan sosial dalam berinteraksi dengan masyarakat, Danantara sedang meletakkan fondasi bagi ekosistem BUMN yang lebih sehat. Kasus Mbah Mujiran menjadi pengingat bahwa hukum dan aturan korporasi tidak boleh buta terhadap realitas kemiskinan.

Langkah-langkah strategis seperti evaluasi terhadap PT INTI dan optimalisasi pelayanan di Taspen menunjukkan bahwa manajemen negara saat ini sedang berusaha memperbaiki hulu hingga hilir. Danantara ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola oleh BUMN memberikan dampak maksimal bagi pembangunan nasional sekaligus memberikan perlindungan bagi rakyat kecil.

Ke depannya, tantangan bagi Dony Oskaria dan timnya akan semakin besar. Menyeimbangkan kepentingan komersial dengan fungsi pelayanan publik memerlukan komitmen moral yang tinggi. Namun, dengan langkah awal yang ditunjukkan melalui permohonan maaf dan aksi nyata dalam kasus kemanusiaan, publik optimis bahwa arah baru BUMN di bawah naungan Danantara akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang lebih bermartabat.

Artikel ini merupakan ulasan mendalam mengenai dinamika terbaru di dunia BUMN yang dirangkum untuk para pembaca setia agar selalu mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang. Melalui pendekatan jurnalistik yang humanis, kita diajak untuk melihat bahwa di balik gedung-gedung pencakar langit perusahaan negara, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *