Geliat Ekonomi Kreatif Bali: BRI dan Pemerintah Targetkan 1.000 UMKM Naik Kelas Lewat Akad KUR Massal

Rizky Pratama | InfoNanti
23 Mei 2026, 14:52 WIB
Geliat Ekonomi Kreatif Bali: BRI dan Pemerintah Targetkan 1.000 UMKM Naik Kelas Lewat Akad KUR Massal

InfoNanti — Momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan kembali bersemi di Pulau Dewata. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuktikan diri sebagai jangkar yang menjaga stabilitas nasional. Langkah nyata ini baru saja dipertegas melalui kolaborasi strategis antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama pemerintah dalam agenda bertajuk “Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026”.

Acara yang berlangsung khidmat di Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali pada Rabu (13/05/2026) ini bukan sekadar seremoni penandatanganan dokumen. Lebih dari itu, ini adalah simbol sinergi lintas sektor yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga perbankan untuk memperluas akses pembiayaan bagi para pejuang ekonomi kreatif di Bali. Dengan adanya dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), diharapkan daya saing produk lokal Bali mampu berbicara banyak di kancah internasional.

Baca Juga

Misi Strategis di Minsk: Upaya Menko Airlangga Memperkuat Ketahanan Pangan dan Sinergi Industri Indonesia-Belarus

Misi Strategis di Minsk: Upaya Menko Airlangga Memperkuat Ketahanan Pangan dan Sinergi Industri Indonesia-Belarus

Sinergi Lintas Sektor sebagai Tulang Punggung Ekonomi

Kehadiran sejumlah tokoh penting nasional dalam acara ini menandakan betapa krusialnya peran UMKM bagi masa depan Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui jalur ekonomi adalah prioritas utama. Menurutnya, UMKM bukan sekadar unit usaha kecil, melainkan fondasi utama yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif.

“Pemerintah melalui BRI dan berbagai lembaga perbankan lainnya terus berkomitmen membuka pintu seluas-luasnya bagi akses permodalan. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada pelaku UMKM yang terhenti langkahnya hanya karena kendala finansial,” ujar Muhaimin di hadapan ribuan peserta. Ia juga menyoroti bahwa Bali telah berhasil menjadi laboratorium sukses bagi ekosistem Pemberdayaan UMKM yang sangat layak untuk direplikasi oleh provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga

Kabar Gembira bagi Pekerja Mandiri: Pemerintah Berikan Diskon Iuran Jaminan Sosial 50 Persen untuk Pedagang hingga Influencer

Kabar Gembira bagi Pekerja Mandiri: Pemerintah Berikan Diskon Iuran Jaminan Sosial 50 Persen untuk Pedagang hingga Influencer

Tak hanya permodalan, Muhaimin juga menekankan pentingnya riset dalam pengembangan usaha. Ia mendorong pihak kampus, dalam hal ini Universitas Udayana, untuk membuka akses riset bagi para pelaku usaha. Dengan riset yang matang, produk kreatif yang dihasilkan tidak hanya unik secara estetika, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif dari sisi fungsi dan daya tahan pasar.

Sapa UMKM: Terobosan Digital untuk Layanan Satu Pintu

Transformasi digital menjadi tema besar yang diusung oleh Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan progres pengembangan platform “Sapa UMKM”. Sistem ini dirancang sebagai solusi all-in-one bagi pelaku usaha di seluruh penjuru negeri. Maman menjelaskan bahwa platform ini akan memangkas birokrasi yang selama ini sering dikeluhkan oleh pelaku usaha kecil.

Baca Juga

Strategi Ketahanan Desa: Mengupas Penjelasan Mentan Amran Terkait Pernyataan ‘Rakyat Tak Pakai Dolar’ Presiden Prabowo

Strategi Ketahanan Desa: Mengupas Penjelasan Mentan Amran Terkait Pernyataan ‘Rakyat Tak Pakai Dolar’ Presiden Prabowo

“Kami sedang menyiapkan sistem pelayanan terpadu bernama Sapa UMKM. Ini adalah layanan satu pintu digital di mana pelaku usaha bisa mendapatkan pelatihan, pendampingan, akses pemasaran, hingga pengajuan pembiayaan produktif dalam satu aplikasi. Saat ini sudah memasuki tahap uji coba ketiga dan hasilnya sangat menjanjikan,” tutur Maman optimis.

Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses naik kelas bagi UMKM. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dan perbankan seperti BRI dapat lebih mudah memetakan kebutuhan spesifik dari setiap sektor usaha, sehingga intervensi yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan efektif.

Ekonomi Kreatif dan Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual

Bali yang identik dengan pariwisata dan kreativitas menjadi fokus utama bagi Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Ia memberikan kabar baik bahwa saat ini sudah ada 13 subsektor ekonomi kreatif yang secara resmi masuk dalam skema pembiayaan KUR, dari total 21 subsektor yang ada di Indonesia. Hal ini merupakan progres signifikan dalam memberikan kepastian hukum dan finansial bagi para seniman, pengrajin, dan inovator digital.

Baca Juga

Menilik Lumbung Emas Hitam: Daftar Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia

Menilik Lumbung Emas Hitam: Daftar Daerah Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia

Namun, Teuku Riefky juga mengingatkan satu aspek yang sering terlupakan: Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Pendanaan adalah mesin, tetapi HKI adalah aset. Kami terus mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mendaftarkan kekayaan intelektual mereka. Dengan memiliki HKI, nilai tawar produk meningkat, perlindungan hukum terjamin, dan ini juga mempermudah mereka dalam mendapatkan akses pembiayaan yang lebih besar di masa depan,” jelasnya.

Kolaborasi antara perbankan dan kementerian ekonomi kreatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kreativitas yang lahir dari tangan-tangan terampil masyarakat Bali memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan dan terlindungi secara legal.

BRI Sebagai Mesin Penggerak Penyaluran KUR Nasional

Sebagai bank yang memiliki akar kuat di segmen mikro, BRI menunjukkan performa yang impresif dalam mendukung program pemerintah. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, membeberkan data capaian perusahaan yang cukup mencengangkan. Hingga April 2026, BRI telah berhasil menyalurkan KUR senilai Rp65,95 triliun kepada lebih dari 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.

Menariknya, penyaluran ini tidak hanya sekadar angka, tetapi memiliki kualitas yang baik karena diarahkan pada sektor-sektor produktif. “Porsi penyaluran kami ke sektor produksi mencapai 66,47%. Ini mencakup bidang pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan yang menjadi motor penggerak ekonomi riil di pedesaan dan perkotaan,” ungkap Akhmad. Ia menambahkan bahwa kegiatan akad massal di Bali ini adalah bagian dari strategi jemput bola BRI untuk mempercepat sirkulasi modal di masyarakat.

Bagi BRI, KUR bukan sekadar produk pinjaman, melainkan instrumen pemberdayaan. “Kami ingin melihat UMKM tidak hanya bertahan, tapi tumbuh besar. Melalui dukungan permodalan ini, kami berharap para pelaku ekonomi kreatif di Bali bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” tambah Akhmad.

Membangun Optimisme UMKM Indonesia

Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolis bantuan permodalan kepada perwakilan UMKM. Suasana optimisme begitu terasa ketika para pelaku usaha bersalaman dengan para menteri dan direksi perbankan. Ini adalah bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk mendukung mimpi-mimpi kecil yang memiliki potensi besar.

Sinergi antara pemerintah melalui kebijakan yang pro-rakyat, perguruan tinggi melalui inovasi riset, serta BRI melalui dukungan finansial yang kokoh, membentuk sebuah ekosistem yang solid. Bali, dengan segala kekayaan budayanya, kini memiliki landasan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Dengan target 1.000 UMKM yang melakukan akad massal kali ini, sebuah gelombang baru kemajuan ekonomi dari Pulau Dewata siap untuk dimulai.

Ke depan, tantangan UMKM akan semakin kompleks, mulai dari persaingan produk impor hingga perubahan perilaku konsumen yang serba digital. Namun, dengan pondasi yang telah diletakkan dalam agenda besar di Universitas Udayana ini, pelaku UMKM Bali kini memiliki modal yang cukup—baik secara finansial maupun mental—untuk terus berinovasi dan menjadi pemenang di pasar global.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *