Update Harga Emas Pegadaian 23 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melandai, Saatnya Borong?
InfoNanti — Kabar kurang menggembirakan menyapa para investor logam mulia di akhir pekan ini. Berdasarkan pantauan terbaru pada perdagangan Sabtu, 23 Mei 2026, harga emas yang dijajakan oleh PT Pegadaian (Persero) tercatat mengalami koreksi massal. Tidak tanggung-tanggung, tiga produsen utama yang mengisi etalase Pegadaian, yakni Antam, UBS, hingga Galeri24, secara kompak menurunkan harga jual mereka mengikuti dinamika pasar global yang sedang fluktuatif.
Penurunan ini menjadi angin segar bagi calon pembeli yang sedang menunggu momentum tepat untuk melakukan investasi emas, namun di sisi lain menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik aset yang mengharapkan tren penguatan berkelanjutan. Melansir data resmi dari laman Sahabat Pegadaian, pergerakan harga hari ini mencerminkan tekanan besar yang dialami komoditas emas di pasar internasional selama sepekan terakhir.
Strategi Berani Menkeu Purbaya: Hidupkan Kembali Bond Stabilization Fund demi Jaga Stabilitas Rupiah
Rincian Penurunan Harga: Dari Antam hingga UBS
Secara lebih mendalam, emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang sering menjadi primadona masyarakat, hari ini dibanderol sebesar Rp 2.886.000 per gram. Angka ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan posisi pada hari sebelumnya yang sempat bertengger di level Rp 2.898.000 per gram. Meski penurunannya terlihat tipis, akumulasi harga untuk denominasi yang lebih besar tentu akan terasa cukup signifikan bagi para kolektor logam mulia.
Tak hanya Antam, emas rilisan PT Untung Bersama Sejahtera atau yang lebih dikenal dengan emas UBS juga mengalami nasib serupa. Harga emas UBS terpantau meluncur ke level Rp 2.826.000 per gram, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 2.849.000 per gram. Perbedaan harga antara Antam dan UBS ini tetap terjaga, di mana UBS sering kali menawarkan opsi yang sedikit lebih terjangkau bagi masyarakat yang baru ingin memulai diversifikasi portofolio mereka.
Lonjakan Signifikan! Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melambung Tinggi
Sementara itu, produk in-house Pegadaian, yakni emas Galeri24, juga tidak luput dari tren koreksi. Harga emas hari ini untuk Galeri24 dipatok sebesar Rp 2.779.000 per gram, menyusut sekitar Rp 9.000 dari posisi Jumat kemarin yang berada di angka Rp 2.788.000 per gram. Penurunan yang merata di semua lini ini menegaskan bahwa faktor eksternal saat ini memegang kendali penuh atas harga domestik.
Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Sabtu, 23 Mei 2026
Bagi Anda yang berencana mengunjungi outlet Pegadaian terdekat atau bertransaksi melalui aplikasi digital, berikut adalah rincian lengkap harga emas untuk berbagai ukuran berat yang tersedia:
1. Emas Galeri24 (Produksi Pegadaian)
- 0,5 gram: Rp 1.458.000
- 1 gram: Rp 2.779.000
- 2 gram: Rp 5.491.000
- 5 gram: Rp 13.629.000
- 10 gram: Rp 27.185.000
- 25 gram: Rp 67.595.000
- 50 gram: Rp 135.083.000
- 100 gram: Rp 270.034.000
- 250 gram: Rp 673.424.000
- 500 gram: Rp 1.346.848.000
- 1.000 gram: Rp 2.693.696.000
2. Emas Antam (Standard Logam Mulia)
- 0,5 gram: Rp 1.495.000
- 1 gram: Rp 2.886.000
- 2 gram: Rp 5.710.000
- 3 gram: Rp 8.538.000
- 5 gram: Rp 14.196.000
- 10 gram: Rp 28.334.000
- 25 gram: Rp 70.703.000
- 50 gram: Rp 141.325.000
- 100 gram: Rp 282.568.000
3. Emas UBS
- 0,5 gram: Rp 1.528.000
- 1 gram: Rp 2.826.000
- 2 gram: Rp 5.608.000
- 5 gram: Rp 13.858.000
- 10 gram: Rp 27.572.000
- 25 gram: Rp 68.794.000
- 50 gram: Rp 137.305.000
- 100 gram: Rp 274.503.000
- 250 gram: Rp 686.055.000
- 500 gram: Rp 1.370.498.000
Analisis Pasar: Apa yang Membuat Emas Lesu?
Mengapa harga emas bisa turun secara bersamaan? Jawabannya terletak pada gejolak di pasar spot internasional. Hingga penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, harga emas dunia melandai ke level USD 4.502,59 per ons. Penurunan sebesar 0,9% ini menandai pekan kedua yang cukup berat bagi emas, dengan total penurunan mingguan mencapai kisaran 0,8%.
Jerome Powell Melawan: Mengapa Bos The Fed Tetap Bertahan di Tengah Badai Politik dan Gejolak Ekonomi Global?
Salah satu pemicu utama adalah keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS). Ketika mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguat, emas yang ditransaksikan menggunakan dolar menjadi lebih mahal bagi para investor yang memegang mata uang asing lainnya. Akibatnya, permintaan global cenderung menurun dan menekan harga jual. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut memberikan andil yang cukup rumit dalam persamaan ekonomi kali ini.
Rhona O’Connell, analis senior dari StoneX, memberikan pandangan yang menarik mengenai situasi ini. Ia mengibaratkan para pelaku pasar saat ini seperti “kelinci yang terpaku pada sorotan lampu kendaraan”. Fokus dunia saat ini tersedot pada situasi panas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital pengiriman energi dunia. Gangguan pada rantai pasokan minyak mentah memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi.
Lowongan Kerja Bank Mandiri 2026: ODP Regional Business untuk Lulusan S1-S2, Ini Syarat Lengkapnya
Dampak Kebijakan Suku Bunga dan Imbal Hasil Obligasi
Ketakutan akan inflasi yang melonjak kembali akibat mahalnya harga energi memberikan sinyal bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed), mungkin akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama. Suku bunga yang tinggi merupakan musuh alami bagi emas, karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga atau dividen (non-yielding asset).
Kondisi ini semakin diperparah dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Investor cenderung beralih ke instrumen obligasi yang menawarkan keuntungan pasti saat yield meningkat, ketimbang menahan emas yang nilainya sangat bergantung pada fluktuasi pasar. Gabungan antara dolar yang kuat, yield obligasi yang menarik, dan spekulasi kenaikan suku bunga menciptakan badai sempurna yang menekan harga si kuning.
Geopolitik dan Masa Depan Investasi Emas
Ketidakpastian diplomatik antara AS dan Iran juga menambah lapisan kerumitan bagi pasar. Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai aset aman atau safe haven di tengah konflik, namun jika tensi tersebut justru memicu inflasi melalui kenaikan harga energi, maka efeknya bisa berbalik menekan emas karena antisipasi langkah moneter dari bank sentral.
Bagi Anda para nasabah setia Pegadaian, situasi ini bisa dilihat dari dua sisi. Sebagai pembeli jangka panjang, penurunan harga ini merupakan kesempatan untuk melakukan akumulasi aset di harga yang relatif lebih murah. Namun bagi trader jangka pendek, diperlukan kewaspadaan tinggi dan pengamatan mendalam terhadap rilis data ekonomi AS dalam beberapa waktu ke depan.
Pegadaian sendiri terus memfasilitasi masyarakat dengan berbagai pilihan produk emas, mulai dari ukuran kecil 0,5 gram hingga batangan besar seberat 1 kilogram. Dengan fleksibilitas ini, cicilan emas atau tabungan emas tetap menjadi solusi cerdas untuk menjaga nilai kekayaan di masa depan, terlepas dari fluktuasi harga harian yang terjadi di pasar global.
Tetap pantau pembaruan harga secara berkala hanya di InfoNanti, untuk memastikan Anda selalu mendapatkan data akurat sebelum mengambil keputusan finansial yang krusial.