Wujud Nyata Kepedulian InJourney Airports: Menebar Berkah Kurban dari Ujung Barat hingga Timur Indonesia

Rizky Pratama | InfoNanti
30 Mei 2026, 16:52 WIB
Wujud Nyata Kepedulian InJourney Airports: Menebar Berkah Kurban dari Ujung Barat hingga Timur Indonesia

InfoNanti — Perayaan Idul Adha selalu membawa pesan mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi kepada sesama. Di tengah hiruk-pikuk jadwal penerbangan yang padat dan dinamika konektivitas udara yang tak pernah berhenti, PT Angkasa Pura Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan brand InJourney Airports, kembali menunjukkan komitmen sosialnya. Pada momentum Idul Adha 2026 ini, perusahaan tidak hanya fokus pada operasional teknis, tetapi juga menyentuh sisi humanis melalui program penyaluran hewan kurban secara masif di seluruh penjuru negeri.

Langkah nyata ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, InJourney Airports mendistribusikan sebanyak 79 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Penyaluran ini bukanlah sekadar aktivitas rutin tahunan, melainkan sebuah manifestasi dari rasa syukur dan keinginan perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja mereka.

Baca Juga

Kabar Gembira bagi Pelaku Usaha, Batas Akhir Pelaporan SPT Pajak Badan Resmi Diperpanjang hingga 31 Mei 2026

Kabar Gembira bagi Pelaku Usaha, Batas Akhir Pelaporan SPT Pajak Badan Resmi Diperpanjang hingga 31 Mei 2026

Menyemai Kebaikan di Ujung Landasan

Bagi banyak orang, bandara mungkin hanya dipandang sebagai titik transit atau gerbang menuju destinasi wisata. Namun, bagi InJourney Airports, setiap bandara yang dikelola adalah bagian dari ekosistem sosial yang saling bergantung satu sama lain. Melalui program “InJourney Airports Berbagi”, hewan-hewan kurban tersebut dikirimkan ke berbagai titik strategis yang mencakup wilayah dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, dalam sebuah kesempatan menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antara perusahaan dan warga sekitar. Beliau menjelaskan bahwa keberadaan bandara internasional maupun domestik harus membawa manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh piring-piring masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan di momen sakral seperti Idul Adha.

Baca Juga

Aksi Nekat Penumpang Tahan Pintu Whoosh Berujung Kecaman, KCIC: Bisa Rusak Sistem Keamanan!

Aksi Nekat Penumpang Tahan Pintu Whoosh Berujung Kecaman, KCIC: Bisa Rusak Sistem Keamanan!

“Penyaluran sapi dan kambing pada Idul Adha yang menjadi bagian dari Program InJourney Airports Berbagi ini dilakukan di bandara-bandara yang tersebar luas. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kurban, tetapi benar-benar bermanfaat dalam membangun solidaritas dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tutur Pahlevi dengan penuh optimisme.

Filosofi Kurban: Lebih dari Sekadar Ritual

Pahlevi menambahkan bahwa Idul Adha adalah saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Bagi jajaran manajemen dan seluruh karyawan InJourney Airports, nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban—yakni keikhlasan, amanah, dan pengorbanan—menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugas melayani publik.

Dalam narasi jurnalisme yang berkembang, tindakan korporasi seperti ini seringkali dilihat sebagai bentuk strategi branding. Namun, jika ditelisik lebih dalam, distribusi yang mencakup 37 bandara di seluruh Indonesia menunjukkan sebuah komitmen logistik yang tidak sederhana. Bayangkan saja, mulai dari Bandara Soekarno-Hatta yang sangat sibuk hingga bandara-bandara kecil di wilayah pelosok, semuanya mendapatkan alokasi untuk disalurkan kepada warga yang berhak.

Baca Juga

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Mei 2026: Antam dan UBS Kompak Melemah, Saatnya Borong?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Mei 2026: Antam dan UBS Kompak Melemah, Saatnya Borong?

Kehadiran hewan kurban ini menjadi angin segar bagi warga sekitar kawasan bandara. Proses penyembelihan dan pendistribusian daging biasanya dilakukan dengan melibatkan pengurus masjid setempat dan tokoh masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang harmonis antara entitas bisnis dan lingkungan sosialnya.

Jangkauan Nasional: Dari Soekarno-Hatta hingga Kualanamu

Sebagai pengelola 37 bandara di Indonesia, InJourney Airports memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas konektivitas udara. Namun, dalam program TJSL ini, perhatian mereka terbagi rata. Fokus utama distribusi mencakup lima besar bandara tersibuk di Indonesia yang menjadi jantung pergerakan manusia dan barang, di antaranya:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK)
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS)
  • Bandara Juanda, Surabaya (SUB)
  • Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG)
  • Bandara Kualanamu, Deli Serdang (KNO)

Meskipun kelima bandara tersebut menjadi pusat perhatian karena volume lalu lintasnya yang tinggi, bandara-bandara lain di daerah terpencil pun tetap mendapatkan porsi yang sesuai. Hal ini memastikan bahwa semangat berbagi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga merambah ke pulau-pulau lain, menciptakan rasa inklusivitas di seluruh nusantara.

Baca Juga

Update Harga Pangan 29 Mei 2026: Cabai Rawit Merah Kian Melambung, Tekanan Energi Global Mulai Terasa di Dapur Rakyat

Update Harga Pangan 29 Mei 2026: Cabai Rawit Merah Kian Melambung, Tekanan Energi Global Mulai Terasa di Dapur Rakyat

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Di sisi lain, Direktur Human Capital InJourney Airports, Adi Nugroho, memberikan perspektif menarik mengenai keterkaitan program ini dengan visi global. Menurutnya, pembagian hewan kurban ini merupakan salah satu pilar dari program TJSL yang dijalankan secara konsisten setiap tahunnya. Program ini dirancang sedemikian rupa agar selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau *Sustainable Development Goals* (SDGs).

“Kami di InJourney Airports memahami bahwa perusahaan tidak bisa berdiri sendiri di menara gading. Kami memiliki peran ganda: sebagai penyedia layanan transportasi udara dan sebagai mitra pembangunan masyarakat. Melalui penyaluran hewan kurban, kami berupaya mendukung pencapaian SDGs, khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Adi Nugroho.

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam kerangka kerja profesional, InJourney Airports berusaha menciptakan model bisnis yang berkelanjutan. Di mana keberhasilan ekonomi perusahaan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan sosial di wilayah operasionalnya.

Sinergi Udara dan Kesejahteraan Rakyat

Langkah yang diambil InJourney Airports ini memberikan gambaran bahwa pariwisata Indonesia dan industri aviasi memiliki sisi kepedulian yang kuat. Bandara bukan lagi sekadar bangunan beton dengan landasan pacu yang panjang, melainkan menjadi pusat harapan bagi masyarakat sekitarnya.

Pendistribusian daging kurban ini juga diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga, sekaligus memberikan keceriaan di hari raya. Di balik angka 79 sapi dan 10 kambing, terdapat ribuan keluarga yang merasakan manfaatnya. Inilah esensi dari gotong royong modern, di mana korporasi besar turun tangan langsung menyentuh akar rumput.

Sebagai penutup, inisiatif ini mempertegas posisi InJourney Airports sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga memiliki hati untuk berbagi. Di masa depan, tantangan industri penerbangan mungkin akan semakin berat, namun dengan dukungan dan doa dari masyarakat yang merasa terbantu, langkah InJourney Airports tentu akan terasa lebih ringan. Semoga semangat kurban ini terus menyala, memberikan inspirasi bagi instansi lain untuk terus menebar kebaikan tanpa batas.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *