Update Harga Pangan 29 Mei 2026: Cabai Rawit Merah Kian Melambung, Tekanan Energi Global Mulai Terasa di Dapur Rakyat

Rizky Pratama | InfoNanti
29 Mei 2026, 12:51 WIB
Update Harga Pangan 29 Mei 2026: Cabai Rawit Merah Kian Melambung, Tekanan Energi Global Mulai Terasa di Dapur Rakyat

InfoNanti — Dinamika pasar pangan di penghujung Mei 2026 menunjukkan tren yang cukup menantang bagi kantong masyarakat luas. Berdasarkan pantauan terbaru di berbagai pasar tradisional dan modern, sejumlah komoditas pokok mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Fenomena paling mencolok terlihat pada kelompok bumbu dapur, di mana harga cabai rawit merah secara resmi menembus angka Rp 83.850 per kilogram (kg) pada Jumat, 29 Mei 2026. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat adanya tekanan pada rantai pasok nasional yang kini tengah menjadi perhatian serius para pengamat ekonomi.

Lonjakan Signifikan pada Lini Hortikultura

Kenaikan harga ini tidak hanya terbatas pada satu komoditas saja. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, kenaikan harga yang terjadi pada pagi hari ini mencakup spektrum yang cukup luas. Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar juga tercatat melonjak hingga menyentuh angka Rp 74.450 per kg. Kondisi ini praktis membuat para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner harus memutar otak lebih keras dalam mengatur anggaran belanja mereka.

Baca Juga

Revolusi Distribusi BBM Subsidi: Kolaborasi Strategis Tiga Instansi Tekan Kebocoran Energi

Revolusi Distribusi BBM Subsidi: Kolaborasi Strategis Tiga Instansi Tekan Kebocoran Energi

Tidak berhenti di situ, varietas cabai lainnya pun ikut merangkak naik. Cabai merah keriting saat ini dibanderol di kisaran Rp 73.000 per kg, sementara cabai rawit hijau berada di angka Rp 59.000 per kg. Fenomena “pedasnya” harga cabai ini seringkali dikaitkan dengan faktor cuaca dan masa panen di sentra-sentra produksi, namun kali ini ada faktor eksternal lain yang turut membayangi, yakni biaya logistik yang kian membengkak.

Komoditas Bawang dan Telur: Stabilitas yang Terancam?

Beralih ke komoditas bumbu dapur lainnya, bawang merah kini dipasarkan dengan harga rata-rata nasional Rp 50.700 per kg. Sedangkan bawang putih, yang sebagian besar masih bergantung pada kebijakan impor, berada di posisi Rp 39.000 per kg. Angka-angka ini menunjukkan bahwa inflasi pangan di tingkat pedagang eceran masih sangat dinamis dan sulit diprediksi secara pasti dalam jangka pendek.

Baca Juga

Mewujudkan Mimpi Hunian Layak: Pemerintah Gandeng BSN Garap 73 Ribu Rumah Subsidi Bagi MBR

Mewujudkan Mimpi Hunian Layak: Pemerintah Gandeng BSN Garap 73 Ribu Rumah Subsidi Bagi MBR

Di sektor protein hewani, harga telur ayam ras terpantau berada di angka Rp 29.250 per kg. Meskipun kenaikannya tidak sedrastis cabai, namun angka ini tetap dianggap tinggi oleh sebagian besar konsumen, terutama bagi industri mikro yang menjadikan telur sebagai bahan baku utama. Daging ayam ras segar sendiri kini bertengger di harga Rp 39.500 per kg, mencerminkan adanya penyesuaian harga pakan ternak di tingkat hulu.

Beras dan Bahan Pokok Lainnya: Pilar Utama Ketahanan Pangan

Sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia, pergerakan harga beras selalu menjadi indikator krusial. InfoNanti mencatat bahwa beras kualitas bawah I kini berada di harga Rp 14.400 per kg, sedangkan kualitas bawah II dipatok Rp 15.350 per kg. Untuk segmen menengah, beras kualitas medium I dijual seharga Rp 16.400 per kg dan medium II di angka Rp 16.300 per kg.

Baca Juga

Misi Besar RI di Eurasia: Menko Airlangga Bidik Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis demi Masa Depan Ekonomi Nasional

Misi Besar RI di Eurasia: Menko Airlangga Bidik Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis demi Masa Depan Ekonomi Nasional

Bagi konsumen yang menginginkan kualitas premium, beras super I kini menembus Rp 17.800 per kg, diikuti beras super II di harga Rp 16.750 per kg. Sementara itu, untuk komoditas daging sapi, kualitas I masih bertahan di angka yang cukup tinggi yakni Rp 146.700 per kg, dan daging sapi kualitas II di harga Rp 138.800 per kg. Tingginya harga daging sapi ini menjadi perhatian khusus mengingat momentum Idul Adha 2026 yang kian mendekat.

Minyak Goreng dan Gula Pasir: Tren Global yang Merembes ke Lokal

Kebutuhan dasar lainnya seperti gula dan minyak goreng juga tidak luput dari penyesuaian harga. Gula pasir kualitas premium tercatat menyentuh Rp 19.850 per kg, sementara gula pasir lokal berada sedikit di bawahnya yakni Rp 18.600 per kg. Di sisi lain, komoditas minyak goreng menunjukkan angka yang cukup bervariasi: minyak goreng curah di harga Rp 20.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp 23.300 per liter, dan kemasan bermerek II Rp 22.250 per liter.

Baca Juga

OJK Panggil Indosaku Buntut Prank Damkar Semarang: Menguliti Etika Penagihan Pinjol yang Kian Meresahkan

OJK Panggil Indosaku Buntut Prank Damkar Semarang: Menguliti Etika Penagihan Pinjol yang Kian Meresahkan

Kenaikan pada sektor minyak goreng ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global. Mengingat Indonesia adalah produsen sekaligus konsumen besar, fluktuasi harga internasional seringkali langsung berdampak pada harga eceran di pasar-pasar domestik.

Analisis Global: Mengapa Harga Pangan Terus Mendaki?

Penting untuk dipahami bahwa situasi di dalam negeri tidak lepas dari gejolak pangan global. Berdasarkan laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), indeks harga pangan dunia telah menunjukkan tren kenaikan selama tiga bulan berturut-turut hingga April dan Mei 2026. Faktor utama yang menggerakkan lonjakan ini adalah tingginya biaya energi serta gangguan rantai pasok yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero, dalam keterangannya menyebutkan bahwa sistem pertanian global saat ini sedang diuji ketahanannya. Gejolak di Selat Hormuz, misalnya, telah berdampak langsung pada biaya pengapalan dan asuransi kargo pangan. Indeks harga minyak nabati FAO melonjak signifikan hingga 5,9%, mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, permintaan yang kuat untuk biofuel juga menyerap pasokan minyak nabati yang seharusnya dialokasikan untuk pangan.

Dampak Biaya Energi terhadap Sereal dan Gandum

Selain minyak nabati, harga sereal dan beras di pasar internasional juga mengalami kenaikan sekitar 0,8% hingga 1,9%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi dan pemasaran di negara-negara eksportir utama. Biaya pupuk, bahan bakar mesin pertanian, dan transportasi darat semuanya bermuara pada satu titik: harga jual yang lebih mahal kepada konsumen akhir.

Di Indonesia sendiri, pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi melalui operasi pasar dan penguatan stok pangan nasional. Namun, dengan tantangan global yang semakin kompleks, stabilitas harga pangan menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi seluruh stakeholder terkait. InfoNanti akan terus memantau pergerakan harga ini untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi masyarakat luas.

Menatap Proyeksi Produksi Pangan Mendatang

Meski harga saat ini sedang tinggi, FAO memberikan sedikit angin segar dengan menaikkan perkiraan produksi sereal global pada tahun 2025 menjadi 3,04 miliar ton. Namun, untuk tahun 2026, produksi gandum diprediksi akan sedikit mengalami koreksi menjadi 817 juta ton. Data ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan di pasar saat ini, melainkan juga soal perencanaan jangka panjang dalam menghadapi ketidakpastian iklim dan geopolitik dunia.

Bagi masyarakat, menyikapi kenaikan harga pangan ini memerlukan kebijaksanaan dalam berbelanja. Mengutamakan bahan pangan lokal dan mencari alternatif substitusi bisa menjadi cara sementara untuk meredam dampak inflasi di tingkat rumah tangga. Tetaplah memantau update terkini mengenai ekonomi pangan agar dapat mengambil keputusan belanja yang lebih cerdas dan ekonomis.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *