eToro Perkuat Ekosistem Aset Digital, Akuisisi Dompet Kripto Zengo Senilai Rp 1,2 Triliun
InfoNanti — Langkah raksasa baru saja diambil oleh platform perdagangan global eToro dalam mempertegas posisinya di industri finansial masa depan. Secara resmi, eToro mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi Zengo, sebuah penyedia teknologi dompet kripto ternama, dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai USD 70 juta atau setara dengan Rp 1,20 triliun.
Akuisisi strategis ini tidak hanya sekadar perpindahan aset, melainkan sebuah penggabungan kekuatan. Sebanyak 40 juta pengguna terdaftar di platform eToro nantinya akan bersinergi dengan teknologi dompet tanpa kunci (keyless) milik Zengo yang sudah sangat mumpuni. Transaksi ini dilaporkan sebagian besar dilakukan dalam bentuk tunai, menandakan keseriusan eToro dalam memperluas dominasinya di pasar aset digital.
Sinergi Teknologi Keamanan Tingkat Tinggi
Zengo dikenal berkat infrastruktur kriptografi komputasi multi-pihak (MPC) yang revolusioner. Sejak beroperasi pada tahun 2018, mereka telah melayani lebih dari 2 juta individu dan entitas bisnis di 180 negara. Dengan bergabungnya Zengo ke dalam payung eToro, keamanan transaksi pengguna diharapkan akan naik ke level yang lebih tinggi.
Marak Penculikan Pemilik Aset Kripto di Prancis, Pascal Boyart Kritik Tajam Kelalaian Pemerintah
CEO dan salah satu pendiri eToro, Yoni Assia, menekankan bahwa masa depan keuangan akan bergerak ke arah desentralisasi yang lebih inklusif. “Kami percaya bahwa evolusi keuangan akan memberikan kendali penuh kepada pengguna melalui sistem swakelola (self-custody). Zengo telah membangun pengalaman dompet yang inovatif, dan akuisisi ini menjadi motor penggerak kami untuk mempercepat pertumbuhan di tengah dinamisnya pasar investasi kripto,” ungkap Assia.
Membangun di Masa Sulit: Strategi Jangka Panjang
Keputusan eToro untuk melakukan ekspansi besar-besaran ini sejalan dengan filosofi perusahaan yang memandang masa-masa sulit di industri kripto sebagai waktu terbaik untuk membangun infrastruktur. Pada kuartal pertama 2026, eToro mencatat bahwa perdagangan komoditas menyumbang sekitar 60% dari komisi perdagangan mereka, dengan volume yang melonjak hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekspansi Masif Visa di Ekosistem Stablecoin: Kini Dukung 9 Jaringan Blockchain dengan Volume Transaksi USD 7 Miliar
Di sisi lain, Zengo sendiri memiliki rekam jejak yang solid. Sebelumnya, startup ini berhasil mengumpulkan total pendanaan sebesar USD 24 juta dari investor kakap seperti Insight Partners dan Tether. Mereka juga sempat mengakuisisi Minke, dompet yang berfokus pada stablecoin, untuk memperkaya fitur layanan mereka sebelum akhirnya kini dipinang oleh eToro.
Ekspansi Global dan Kepatuhan Regulasi
Langkah eToro tidak berhenti pada akuisisi teknologi. Di Amerika Serikat, perusahaan ini terus memperluas jangkauannya, termasuk mendapatkan izin BitLicense yang sangat ketat di New York. Proses mendapatkan izin ini memakan waktu lebih dari tiga tahun, terutama karena pengawasan regulator yang semakin ketat pasca-runtuhnya bursa FTX.
Head of eToro AS, Andrew McCormick, menyatakan bahwa keberhasilan mereka mendapatkan lisensi tersebut merupakan bukti kepatuhan perusahaan terhadap standar perlindungan pelanggan dan anti-pencucian uang (AML). Saat ini, eToro telah mendaftarkan puluhan token di wilayah New York dan berencana untuk terus menambah portofolio aset mereka seiring dengan kebijakan regulasi yang kian ramah terhadap industri teknologi blockchain.
Gairah Institusi Memuncak, ETF Bitcoin Catat Rekor Inflow Mingguan Terbesar Tembus Rp 17 Triliun
Dengan integrasi teknologi Zengo dan ekspansi pasar yang agresif, eToro tampaknya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi gerbang utama bagi investor global yang ingin masuk ke dunia keuangan terdesentralisasi dengan aman dan mudah. Namun, bagi para pelaku pasar, diingatkan kembali bahwa setiap keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing individu dengan mempertimbangkan segala risiko yang ada.