Masa Depan Web3: Mengapa Pendiri Cardano Charles Hoskinson Menaruh Harapan Besar pada Filecoin dan Monero?

Andi Saputra | InfoNanti
13 Mei 2026, 06:51 WIB
Masa Depan Web3: Mengapa Pendiri Cardano Charles Hoskinson Menaruh Harapan Besar pada Filecoin dan Monero?

InfoNanti — Di tengah dinamika pasar aset digital yang terus bertransformasi, pandangan dari para tokoh kunci industri seringkali menjadi katalisator bagi pergerakan tren masa depan. Charles Hoskinson, otak di balik ekosistem Cardano sekaligus salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia blockchain, baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan memberikan apresiasi tinggi terhadap dua proyek altcoin yang dinilainya memiliki fundamental luar biasa: Filecoin (FIL) dan Monero (XMR).

Pernyataan ini tidak muncul dalam ruang hampa, melainkan dalam sesi diskusi mendalam di podcast “The Breakdown” yang dipandu oleh David Gokhshtein. Hoskinson, yang dikenal sangat selektif dan kritis terhadap proyek lain, kali ini memberikan panggung bagi FIL dan XMR sebagai aset yang tidak hanya memiliki nilai pasar, tetapi juga nilai guna teknologi yang esensial bagi evolusi internet masa depan atau yang sering kita sebut sebagai Web3.

Baca Juga

Update Harga Kripto 9 April 2026: Bitcoin Terkoreksi Tipis, Altcoin Terseret Arus Pelemahan

Update Harga Kripto 9 April 2026: Bitcoin Terkoreksi Tipis, Altcoin Terseret Arus Pelemahan

Filecoin: Infrastruktur Penyimpanan Data Berskala Internet

Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Hoskinson adalah kapasitas teknis luar biasa yang dimiliki oleh Filecoin. Menurutnya, banyak orang yang masih meremehkan betapa masifnya jaringan penyimpanan data terdesentralisasi ini. Ia menyoroti bahwa Filecoin saat ini sudah beroperasi pada skala exabyte, sebuah angka yang sulit dibayangkan oleh pengguna internet biasa.

“Filecoin menyimpan data dalam skala exabyte. Jika Anda memiliki koneksi internet 1 GB, maka dibutuhkan waktu sekitar 250 tahun tanpa henti hanya untuk mengunduh satu exabyte data tersebut. Jaringan Filecoin saat ini memiliki puluhan exabyte data. Ini bukan lagi sekadar eksperimen laboratorium; ini benar-benar sistem penyimpanan yang memiliki skala internet,” ujar Hoskinson dengan penuh kekaguman. Analogi ini memberikan gambaran betapa kuatnya infrastruktur yang telah dibangun oleh tim Filecoin dalam upaya menantang dominasi penyedia layanan cloud konvensional seperti Amazon Web Services atau Google Cloud.

Baca Juga

Australia di Ambang Revolusi Keuangan: Integrasi Stablecoin Masif Siap Rombak Total Sistem Pembayaran Nasional

Australia di Ambang Revolusi Keuangan: Integrasi Stablecoin Masif Siap Rombak Total Sistem Pembayaran Nasional

Hoskinson menjelaskan bahwa timnya di Cardano telah melakukan riset mendalam terhadap berbagai solusi penyimpanan terdesentralisasi yang tersedia di pasar. Setelah melalui proses peninjauan yang ketat, mereka menyimpulkan bahwa Filecoin adalah opsi terbaik yang ada saat ini. Langkah ini bukan sekadar pujian verbal, melainkan akan diwujudkan dalam integrasi teknis yang nyata.

Sinergi Cardano, Midnight, dan Ekosistem Filecoin

Integrasi ini kabarnya akan melibatkan protokol Midnight, sidechain Cardano yang berfokus pada perlindungan data. Hoskinson mengungkapkan rencana ambisius untuk menggunakan Filecoin sebagai basis penyimpanan utama dalam ekosistem tersebut. Hal ini menandai pergeseran paradigma di mana proyek-proyek besar mulai saling berkolaborasi alih-alih mencoba membangun segalanya secara mandiri dari nol.

Baca Juga

Marak Penculikan Pemilik Aset Kripto di Prancis, Pascal Boyart Kritik Tajam Kelalaian Pemerintah

Marak Penculikan Pemilik Aset Kripto di Prancis, Pascal Boyart Kritik Tajam Kelalaian Pemerintah

Pemanfaatan Filecoin oleh ekosistem Cardano menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan ruang penyimpanan yang aman, tahan sensor, dan terdistribusi secara global. Dalam dunia yang semakin bergantung pada data, ketergantungan pada server terpusat menjadi risiko yang sangat besar. Dengan menggandeng Filecoin, Hoskinson ingin memastikan bahwa data yang dikelola dalam jaringan Midnight memiliki ketahanan dan ketersediaan yang tinggi tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip desentralisasi.

Monero: Sang Pionir Privasi yang Tak Tergantikan

Selain membicarakan infrastruktur data, Hoskinson juga memberikan sorotan khusus kepada Monero (XMR). Di tengah ketatnya pengawasan regulasi global terhadap koin privasi, Hoskinson justru melihat Monero sebagai mercusuar inovasi teknis yang patut dihormati. Baginya, Monero adalah pelopor yang telah membuka jalan bagi banyak pengembangan teknologi keamanan di dunia kripto.

Baca Juga

Adopsi Massal XRP di Jepang: Rakuten Pay Buka Akses Pembayaran Kripto untuk 44 Juta Pengguna

Adopsi Massal XRP di Jepang: Rakuten Pay Buka Akses Pembayaran Kripto untuk 44 Juta Pengguna

“Monero telah menjadi pionir di banyak bidang teknis. Pintu kami di Cardano selalu terbuka untuk mereka. Kami memiliki keinginan kuat untuk bekerja sama dalam berbagai aspek, mulai dari penyediaan likuiditas hingga pengembangan sektor DeFi (Decentralized Finance) yang tetap menghormati privasi pengguna,” jelasnya. Hoskinson melihat bahwa privasi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti oleh regulator, melainkan hak fundamental bagi pengguna di era digital.

Monero dikenal karena fitur keamanannya yang canggih seperti Ring Signatures dan Stealth Addresses, yang memungkinkan transaksi dilakukan secara anonim tanpa meninggalkan jejak yang bisa dilacak oleh pihak ketiga. Ketertarikan Hoskinson untuk menjembatani Monero dengan ekosistem Cardano menunjukkan visinya tentang interoperabilitas blockchain, di mana aset dengan tingkat privasi tinggi tetap bisa berinteraksi dengan ekosistem keuangan yang lebih luas secara aman dan transparan.

Membangun Jembatan Likuiditas dan Interoperabilitas

Pernyataan Hoskinson ini membawa angin segar bagi komunitas kripto, terutama di tengah persaingan antar-protokol yang seringkali terasa toksik. Dengan membuka pintu bagi kolaborasi, Hoskinson sedang mempromosikan masa depan di mana berbagai blockchain bisa bekerja sama untuk menciptakan nilai tambah bagi pengguna akhir. Ia menyebutkan potensi bantuan dalam hal likuiditas bagi Monero, yang bisa menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan aset tersebut di tengah tekanan dari bursa terpusat (CEX) yang mulai menghapus koin privasi.

Kerjasama antara Cardano, Filecoin, dan potensi kolaborasi dengan Monero mencerminkan sebuah strategi besar untuk memperkuat fondasi industri digital. Filecoin menangani lapisan penyimpanan data, Monero menangani lapisan privasi dan keamanan identitas, sementara Cardano berperan sebagai lapisan komputasi pintar (smart contract) yang mengatur logika bisnis secara efisien.

Sentimen Positif bagi Industri Altcoin

Komentar positif dari tokoh sekaliber Charles Hoskinson tentu memberikan dorongan psikologis bagi para pemegang aset FIL dan XMR. Di saat banyak proyek baru bermunculan tanpa utilitas yang jelas, pengakuan terhadap proyek yang sudah memiliki rekam jejak panjang seperti Filecoin dan Monero menjadi pengingat bahwa fundamental tetaplah yang utama.

Meskipun demikian, Hoskinson secara bijak menekankan bahwa pandangannya adalah perspektif teknis dan strategis, bukan merupakan saran investasi langsung. Ia mengajak setiap individu untuk tetap melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan di pasar aset digital yang sangat volatil. Penggabungan antara teknologi penyimpanan data yang masif dan sistem privasi yang tak tertembus merupakan kombinasi maut yang bisa mendefinisikan ulang cara manusia berinteraksi dengan internet di masa depan.

Sebagai penutup, langkah Hoskinson ini menegaskan bahwa masa depan blockchain terletak pada kolaborasi lintas rantai (cross-chain). Dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing protokol, industri kripto dapat membangun sistem yang lebih tangguh, inklusif, dan benar-benar mampu menggantikan peran institusi tradisional yang selama ini mendominasi arus informasi dan keuangan dunia.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *