Marak Penculikan Pemilik Aset Kripto di Prancis, Pascal Boyart Kritik Tajam Kelalaian Pemerintah

Andi Saputra | InfoNanti
09 Apr 2026, 06:23 WIB
Marak Penculikan Pemilik Aset Kripto di Prancis, Pascal Boyart Kritik Tajam Kelalaian Pemerintah

InfoNanti — Keamanan para pemegang aset digital kini tengah berada di titik nadir, terutama di Prancis. Pascal Boyart, seorang seniman ternama sekaligus advokat vokal dalam dunia kripto, melontarkan kritik pedas yang menyasar pemerintah setempat. Ia menuding otoritas gagal melindungi warganya dari gelombang kejahatan fisik yang kian brutal, yang populer dengan istilah “$5 wrench attacks”.

Kritik Pedas: Antara Keamanan dan Kebijakan KYC

Melalui platform media sosial X, Boyart secara blak-blakan menyebut pemerintah Prancis membiarkan sistem peradilan lumpuh. Ia menilai kebijakan Know Your Customer (KYC) yang ketat justru menjadi bumerang yang membahayakan privasi pengguna. Menurutnya, data yang terkumpul lewat protokol tersebut mempermudah para pelaku kriminal untuk mengincar dan menculik pelanggan bursa aset digital.

Baca Juga

Bitcoin Tembus Rekor USD 77.000: Menguak Manuver Militer AS di Balik Lonjakan Drastis Kripto

Bitcoin Tembus Rekor USD 77.000: Menguak Manuver Militer AS di Balik Lonjakan Drastis Kripto

“Pemerintah Prancis terlibat 100% dalam situasi ini,” tegas Boyart, sebagaimana dilansir dari pantauan tim InfoNanti. Ia memandang fenomena ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan bagian dari tekanan sistematis terhadap ekosistem aset kripto secara keseluruhan. Ketidakmampuan pemerintah dalam menangani lonjakan serangan fisik ini dianggap sebagai bentuk pengabaian hak dasar warga negara.

Mengenal Sosok Pascal Boyart dan Pergerakan Bitcoin Art

Bagi komunitas blockchain, nama Pascal Boyart bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai pionir yang mengawinkan nilai estetika seni dengan teknologi desentralisasi. Pada tahun 2018, Boyart mencetak sejarah dengan menggelar pameran “Bitcoin Art (r)Evolution” di Paris, sebuah perhelatan seni global pertama yang sepenuhnya didedikasikan untuk eksistensi Bitcoin.

Baca Juga

Update Pasar Kripto 8 Mei 2026: Bitcoin Tergelincir di Bawah Ambang $80.000, Sinyal ‘Winter’ Kembali Muncul?

Update Pasar Kripto 8 Mei 2026: Bitcoin Tergelincir di Bawah Ambang $80.000, Sinyal ‘Winter’ Kembali Muncul?

Boyart meyakini bahwa teknologi blockchain adalah kunci menuju kebebasan finansial dan transparansi total bagi para seniman, memutus rantai ketergantungan pada sistem perbankan konvensional yang kaku. Namun, visi indah tersebut kini terbayangi oleh realitas kelam di mana keamanan fisik para penggunanya terancam.

Ancaman Nyata ‘$5 Wrench Attack’ yang Mengkhawatirkan

Istilah “$5 wrench attack” menggambarkan metode kejahatan di mana pelaku tidak perlu meretas kode enkripsi yang rumit. Sebaliknya, mereka menggunakan kekerasan fisik atau ancaman senjata murah untuk memaksa korban menyerahkan private key atau kata sandi dompet kripto mereka. Data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2023 hingga akhir 2025, setidaknya ada 40 kasus penculikan terkait kripto yang berhasil ditangani otoritas Prancis.

Baca Juga

Harga Kripto Hari Ini 13 April 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Siapa yang Bertahan?

Harga Kripto Hari Ini 13 April 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Siapa yang Bertahan?

Modus operandi yang digunakan pun kian canggih. Jaringan kriminal internasional diduga merekrut eksekutor lokal untuk melakukan aksi penculikan setelah mengidentifikasi target melalui jejak digital dan kebocoran data sensitif. Salah satu kasus yang paling menggemparkan adalah penyerangan terhadap David Balland, salah satu pendiri perusahaan dompet perangkat keras ternama, Ledger, beserta keluarganya.

Kondisi ini menjadi alarm keras bagi komunitas global. Penting bagi setiap individu untuk terus melakukan edukasi mandiri dan menjaga kerahasiaan kepemilikan aset mereka. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital, tantangan keamanan pun bertransformasi dari sekadar barisan kode menjadi ancaman fisik yang mengintai di dunia nyata.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *