Harga Kripto Hari Ini 13 April 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Siapa yang Bertahan?

Andi Saputra | InfoNanti
13 Apr 2026, 08:21 WIB
Harga Kripto Hari Ini 13 April 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Siapa yang Bertahan?

InfoNanti — Memasuki pertengahan April 2026, pasar aset digital tampaknya sedang mengalami fase konsolidasi yang cukup menantang. Berdasarkan pantauan terbaru pada Senin (13/4/2026), mayoritas mata uang kripto papan atas terperosok ke zona merah. Tekanan jual yang masif membuat dua raksasa pasar, Bitcoin dan Ethereum, harus merelakan sebagian nilainya menguap dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Laju Bitcoin dan Ethereum yang Terhambat

Melansir data dari Coinmarketcap, sang raja kripto, Bitcoin (BTC), tercatat mengalami penurunan sebesar 3,48%. Saat ini, harga Bitcoin bertengger di level USD 70.638,63. Meski masih memegang dominasi pasar dengan kapitalisasi mencapai USD 1,41 triliun, koreksi ini menunjukkan bahwa investor cenderung mengambil langkah aksi ambil untung di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga

Masa Depan Bitcoin 2026: Bayang-Bayang Konflik Iran dan Tantangan Ekonomi Global

Masa Depan Bitcoin 2026: Bayang-Bayang Konflik Iran dan Tantangan Ekonomi Global

Kondisi serupa menimpa Ethereum (ETH) yang mengalami kontraksi lebih dalam. Aset kripto nomor dua ini anjlok hingga 4,30%, membawanya ke level harga USD 2.189,32. Penurunan ini secara otomatis menggerus kapitalisasi pasarnya menjadi kisaran USD 264,12 miliar. Pelemahan Ethereum sering kali menjadi indikator lesunya ekosistem altcoin secara keseluruhan.

Stabilitas Stablecoin di Tengah Badai

Di tengah volatilitas yang tinggi, aset-aset berjenis stablecoin masih menunjukkan taringnya sebagai pelindung nilai. Tether (USDT) tetap stabil di angka USD 0,9998 dengan penurunan tipis yang hampir tidak terasa, yakni 0,03%. Hal yang sama terlihat pada USDC yang hanya terkoreksi 0,01% ke level USD 0,9995. Keduanya tetap menjadi instrumen likuiditas utama bagi para trader yang ingin mengamankan modalnya sementara waktu.

Baca Juga

Ekspansi Strategis Tether: Suntikan Dana USD 134 Juta Perkuat Masa Depan Infrastruktur Stablecoin

Ekspansi Strategis Tether: Suntikan Dana USD 134 Juta Perkuat Masa Depan Infrastruktur Stablecoin

Pergerakan Altcoin: TRON Melawan Arus

Tidak semua aset digital bernasib malang hari ini. Menariknya, TRON (TRX) muncul sebagai pembeda dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,97% ke level USD 0,3220. Di saat aset lain memerah, performa TRX yang tetap hijau menunjukkan adanya minat spesifik atau sentimen positif di dalam ekosistemnya sendiri.

Namun, tren positif tersebut tidak menular ke aset lainnya. Beberapa aset populer lainnya tercatat mengalami penurunan yang bervariasi:

  • XRP: Melemah 2,30% ke harga USD 1,32.
  • Binance Coin (BNB): Terkoreksi 2,61% menjadi USD 592,05.
  • Solana (SOL): Turun tajam 4,06% ke level USD 81,48.
  • Dogecoin (DOGE): Aset berbasis meme ini turun 2,72% ke angka USD 0,09059.

Sentimen Global dan Regulasi yang Membayangi

Penurunan harga hari ini tidak lepas dari berbagai sentimen luar. Berita mengenai pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan sekitar 2,44 Bitcoin ke platform Coinbase—yang diduga terkait kasus narkoba—turut menambah ketegangan di pasar. Selain itu, meski Jepang mulai merangkul kripto sebagai produk keuangan resmi dan Hong Kong mulai mengeluarkan lisensi untuk stablecoin, sentimen makro masih mendominasi analisis pasar saat ini.

Baca Juga

Bitcoin Tembus Level Psikologis USD 80.000: Mengurai Sentimen Geopolitik dan Dominasi Institusi

Bitcoin Tembus Level Psikologis USD 80.000: Mengurai Sentimen Geopolitik dan Dominasi Institusi

Nasib Aset Lapis Kedua

Beralih ke aset kripto dengan kapitalisasi pasar menengah, Cardano (ADA) tercatat sebagai salah satu yang paling menderita dengan penurunan signifikan 4,96% ke level USD 0,2370. Diikuti oleh Bitcoin Cash (BCH) yang tergelincir 3,93% ke harga USD 420,91, serta Chainlink (LINK) yang melemah 3,89%.

Sementara itu, Monero (XMR) dan UNUS SED LEO (LEO) cenderung bergerak lebih tenang dengan penurunan di bawah 1%, menandakan adanya ketahanan relatif dari kelompok investor pemegangnya.

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. InfoNanti sangat menyarankan agar Anda melakukan riset mendalam dan berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum melakukan transaksi jual-beli di pasar kripto.

Baca Juga

Strategi Baru Michael Saylor: Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan Strategy Melepas Sebagian Aset Bitcoin

Strategi Baru Michael Saylor: Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan Strategy Melepas Sebagian Aset Bitcoin
Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *