Update Pasar Kripto 8 Mei 2026: Bitcoin Tergelincir di Bawah Ambang $80.000, Sinyal ‘Winter’ Kembali Muncul?

Andi Saputra | InfoNanti
08 Mei 2026, 09:04 WIB
Update Pasar Kripto 8 Mei 2026: Bitcoin Tergelincir di Bawah Ambang $80.000, Sinyal 'Winter' Kembali Muncul?

InfoNanti — Panggung pasar aset digital global kembali menunjukkan dinamika yang mendebarkan pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Sejumlah aset kripto papan atas tampak terperosok ke zona merah, memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai keberlanjutan tren bullish yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Tekanan jual yang cukup masif menyapu berbagai lini, mulai dari sang raja Bitcoin (BTC) hingga deretan altcoin populer seperti Ethereum dan Dogecoin.

Kondisi pasar hari ini mencerminkan volatilitas tinggi yang memang menjadi karakteristik utama dari instrumen investasi ini. Berdasarkan pantauan mendalam tim InfoNanti, sentimen negatif tampaknya lebih mendominasi lantai bursa, meskipun ada beberapa aset kecil yang mencoba melawan arus dengan mencatatkan penguatan tipis. Kendati demikian, kapitalisasi pasar secara keseluruhan masih berada di level yang sangat signifikan, menunjukkan bahwa kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem blockchain belum sepenuhnya luntur.

Baca Juga

Bitcoin Melambung Lewati USD 74.000, Ethereum Pimpin Kebangkitan Pasar Kripto Hari Ini

Bitcoin Melambung Lewati USD 74.000, Ethereum Pimpin Kebangkitan Pasar Kripto Hari Ini

Dominasi Bitcoin Terancam? Analisis Penurunan di Bawah $80.000

Bitcoin, yang selama ini menjadi kompas bagi arah pergerakan pasar, harus rela mengalami koreksi yang cukup menyakitkan. Mengacu pada data terbaru, harga Bitcoin kini bertengger di level USD 79.877,48. Penurunan sebesar 1,72% dalam kurun waktu 24 jam terakhir ini membawa BTC keluar dari zona psikologis USD 80.000, sebuah level yang sebelumnya diharapkan menjadi pijakan untuk reli lebih lanjut.

Meskipun tengah mengalami tekanan, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar dengan total kapitalisasi mencapai USD 1,60 triliun. Para analis berpendapat bahwa koreksi ini kemungkinan besar dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) oleh para ‘whale’ setelah periode kenaikan yang cukup konsisten. Namun, bagi para trader harian, pergerakan ini menjadi sinyal waspada untuk lebih selektif dalam menempatkan posisi mereka.

Baca Juga

Guncangan Geopolitik: Bitcoin Tersungkur di Bawah USD 72.000 Usai Kebuntuan Diplomasi AS-Iran

Guncangan Geopolitik: Bitcoin Tersungkur di Bawah USD 72.000 Usai Kebuntuan Diplomasi AS-Iran

Ethereum dan Smart Contract Platform yang Ikut Terhempas

Langkah gontai Bitcoin segera diikuti oleh Ethereum (ETH), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia. ETH mencatatkan penurunan yang lebih tajam dibandingkan sang kakak, yakni merosot 2,57% menuju posisi USD 2.285,68. Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di angka USD 275,73 miliar, Ethereum tampak tengah berjuang keras untuk menahan tekanan jual yang merembet dari pasar derivatif.

Tidak hanya Ethereum, platform smart contract lainnya seperti Solana (SOL) juga tak luput dari hantaman badai merah. SOL terkoreksi 1,26% ke level USD 87,93. Meski melemah, Solana masih dipandang sebagai kompetitor kuat di sektor blockchain berkat efisiensi dan skalabilitasnya, yang tercermin dari kapitalisasi pasarnya yang masih bertahan di angka USD 50,74 miliar.

Baca Juga

Langkah Berani BNP Paribas: Kini Investor Ritel Bisa Genggam Bitcoin dan Ethereum Lewat Jalur Perbankan Resmi

Langkah Berani BNP Paribas: Kini Investor Ritel Bisa Genggam Bitcoin dan Ethereum Lewat Jalur Perbankan Resmi

Nasib Altcoin: Dari BNB Hingga Tekanan Berat pada Dogecoin

Di jajaran sepuluh besar, Binance Coin (BNB) juga harus menyerah pada keadaan dengan penurunan 1,96%, membawa harganya ke level USD 634,21. Sementara itu, XRP yang seringkali memiliki pergerakan mandiri kali ini justru terperosok cukup dalam sebesar 2,71%, mendarat di posisi USD 1,38 dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 85,51 miliar. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelemahan yang terjadi bersifat sistemik dan menyeluruh di hampir seluruh sektor aset digital.

Nasib yang lebih tragis dialami oleh koin berbasis meme, Dogecoin (DOGE). Koin yang sangat dipengaruhi oleh sentimen media sosial ini anjlok hingga 4,24%, menetap di harga USD 0,1076. Penurunan tajam ini menunjukkan betapa rentannya aset dengan fundamental berbasis komunitas ketika pasar sedang dilanda ketidakpastian. Di sisi lain, aset digital HYPE juga terpantau turun 1,45% ke level USD 42,42.

Baca Juga

Avicena Guncang Sektor Healthtech, Token Private Sale Terjual Lebih dari 50 Persen: Masa Depan Kesehatan Berbasis Blockchain?

Avicena Guncang Sektor Healthtech, Token Private Sale Terjual Lebih dari 50 Persen: Masa Depan Kesehatan Berbasis Blockchain?

Stablecoin: Pelabuhan Aman di Tengah Badai

Ketika harga aset-aset utama berguguran, peran stablecoin menjadi sangat krusial sebagai tempat berlindung. Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) terpantau bergerak sangat stabil di level USD 0,9998 dengan fluktuasi harian yang praktis berada di angka 0,00%. Likuiditas yang ditawarkan oleh USDT (dengan kapitalisasi pasar USD 189,62 miliar) dan USDC (USD 78,35 miliar) menjadi penopang utama agar pasar tidak jatuh lebih dalam ke jurang krisis likuiditas.

Banyak investor yang sementara waktu memindahkan aset mereka ke dalam bentuk stablecoin sambil menunggu momentum yang tepat untuk masuk kembali ke pasar. Strategi ‘wait and see’ ini menjadi pilihan paling rasional mengingat tingginya ketidakpastian global dan fluktuasi harga yang sulit diprediksi secara akurat dalam jangka pendek.

Secercah Harapan: TRON dan Zcash yang Melawan Arus

Meskipun mayoritas pasar memerah, bukan berarti tidak ada cerita sukses hari ini. TRON (TRX) justru tampil memukau dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,68%, membawa harganya ke level USD 0,3486. Keberhasilan TRX untuk tetap hijau di tengah badai menunjukkan adanya kepercayaan spesifik investor terhadap perkembangan ekosistem TRON belakangan ini.

Selain TRON, koin berbasis privasi Zcash (ZEC) juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 0,62% ke posisi USD 559,18. Di sisi lain, UNUS SED LEO (LEO) mencatatkan kenaikan sangat tipis 0,01% di level USD 10,35. Fenomena ini membuktikan bahwa selalu ada peluang di tengah kesempitan, asalkan investor jeli melihat fundamental dan sentimen pasar yang sedang berkembang.

Daftar Pergerakan Aset Digital Lainnya

Untuk melengkapi gambaran pasar hari ini, berikut adalah beberapa aset lain yang juga mengalami volatilitas:

  • Cardano (ADA): Turun 1,76% ke level USD 0,2612.
  • Bitcoin Cash (BCH): Terkoreksi tajam 3,20% ke level USD 449,81.
  • Monero (XMR): Turun 3,92% ke posisi USD 395,69.

Penurunan pada Bitcoin Cash dan Monero menunjukkan bahwa koin-koin lama (legacy coins) juga tidak imun terhadap sentimen negatif yang sedang menyelimuti pasar global saat ini.

Penutup dan Catatan Penting Bagi Investor

Pergerakan pasar kripto hari ini menjadi pengingat keras bagi setiap pelaku pasar mengenai risiko yang melekat pada aset digital. Fluktuasi yang terjadi begitu cepat menuntut kesiapan mental dan manajemen risiko yang mumpuni. Bagi Anda yang ingin terjun ke dunia ini, sangat disarankan untuk melakukan riset mendalam dan tidak terjebak dalam euforia maupun kepanikan sesaat.

Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi berada sepenuhnya di tangan pembaca. InfoNanti senantiasa menyarankan agar Anda mempelajari setiap aspek teknis maupun fundamental sebelum melakukan transaksi jual atau beli. Kami tidak bertanggung jawab atas potensi keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi ini. Tetap waspada dan terus perbarui informasi Anda mengenai ekonomi digital hanya di InfoNanti.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *