Bitcoin Terhempas ke Level USD 76.000, Sinyal ‘Extreme Fear’ Mulai Menghantui Investor

Andi Saputra | InfoNanti
18 Apr 2026, 10:53 WIB
Bitcoin Terhempas ke Level USD 76.000, Sinyal 'Extreme Fear' Mulai Menghantui Investor

InfoNanti — Dinamika pasar kripto kembali menunjukkan wajah aslinya yang fluktuatif. Raja mata uang kripto, Bitcoin, terpantau mengalami tekanan hebat hingga terperosok ke bawah level psikologis USD 77.000. Penurunan tajam ini memicu kepanikan massal di kalangan pelaku pasar, membawa sentimen investasi ke titik terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan pantauan terkini, harga Bitcoin sempat menyentuh titik terendah intraday di angka USD 76.624. Meski sempat menunjukkan upaya pemulihan tipis ke kisaran USD 77.125, bayang-bayang koreksi lanjutan masih terasa kental. Penurunan sekitar 3,2% ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal adanya perubahan struktur pasar jangka pendek yang patut diwaspadai oleh para investor.

Indeks Ketakutan Mencapai Titik Ekstrem

Guncangan hebat ini berdampak langsung pada psikologi pasar. Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear and Greed Index) terjun bebas ke angka 21, sebuah wilayah yang diklasifikasikan sebagai “Extreme Fear” atau Ketakutan Ekstrem. Pergeseran drastis dari zona netral ini mencerminkan betapa kuatnya keinginan investor untuk menghindari risiko (risk-off) di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga

Strategi Revolusioner JPMorgan: Tokenisasi Dana Pasar Uang di Jaringan Ethereum Mengubah Wajah Wall Street

Strategi Revolusioner JPMorgan: Tokenisasi Dana Pasar Uang di Jaringan Ethereum Mengubah Wajah Wall Street

Analisis pasar menunjukkan bahwa jatuhnya harga Bitcoin kali ini tidak terjadi secara bertahap. Sebaliknya, BTC merosot tajam dari zona nyaman di atas USD 80.000 karena dorongan likuidasi besar-besaran. Para ahli berpendapat bahwa pergerakan ini lebih didorong oleh aksi jual paksa dan pemicu stop-loss dibandingkan distribusi aset secara organik.

Korelasi Makro dan Tekanan Jual Massal

Penurunan ini tidak berdiri sendiri. Investasi kripto saat ini tampaknya bergerak selaras dengan melemahnya pasar saham dan aset berisiko lainnya. Tekanan jual yang berkelanjutan di sektor makro memaksa Bitcoin keluar dari zona dukungan teknis yang telah dijaga selama berminggu-minggu.

Data volume perdagangan memberikan gambaran yang lebih jelas. Dalam kurun waktu 24 jam, volume transaksi melonjak hingga mencapai USD 64,7 miliar. Angka yang jauh di atas rata-rata harian ini memperkuat dugaan adanya aksi likuidasi massal di bursa-bursa besar.

Baca Juga

Harga Bitcoin Melejit Menuju USD 80.000: Strategi Akumulasi Raksasa dan Ledakan ETF Picu Sentimen Bullish Global

Harga Bitcoin Melejit Menuju USD 80.000: Strategi Akumulasi Raksasa dan Ledakan ETF Picu Sentimen Bullish Global

Dominasi Pasar dan Nasib Altcoin

Meski Bitcoin mengalami tekanan, dominasinya terhadap pasar kripto secara keseluruhan masih bertengger di angka 57,3% dengan total kapitalisasi pasar sekitar USD 1,54 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa altcoin juga mengalami nasib serupa, merosot pada tingkat yang kurang lebih sama dengan sang pemimpin pasar.

Total kapitalisasi pasar kripto global kini berada di angka USD 2,69 triliun. Stabilitas angka dominasi ini menunjukkan bahwa sentimen negatif menyebar secara merata di seluruh ekosistem digital, yang dipicu oleh faktor makroekonomi eksternal daripada isu internal pada Bitcoin itu sendiri.

Kini, perhatian para pengamat tertuju pada apakah level support kunci dapat kembali direbut atau justru pasar akan terus merangkak di zona merah untuk waktu yang lebih lama. Kewaspadaan tinggi menjadi kunci bagi siapa pun yang berkecimpung di pasar yang sangat dinamis ini.

Baca Juga

Ambisi Kripto Donald Trump Berujung Buntung, Kerugian Bitcoin Tembus Rp 17 Triliun

Ambisi Kripto Donald Trump Berujung Buntung, Kerugian Bitcoin Tembus Rp 17 Triliun
Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *