Harga Bitcoin Melejit Menuju USD 80.000: Strategi Akumulasi Raksasa dan Ledakan ETF Picu Sentimen Bullish Global

Andi Saputra | InfoNanti
26 Apr 2026, 16:58 WIB
Harga Bitcoin Melejit Menuju USD 80.000: Strategi Akumulasi Raksasa dan Ledakan ETF Picu Sentimen Bullish Global

InfoNanti — Angin segar kembali berembus di pasar kripto global, membawa optimisme tinggi bagi para investor aset digital. Bitcoin (BTC), sang raja mata uang kripto, terpantau merangkak naik mendekati level psikologis krusial di angka USD 80.000 atau setara dengan Rp 1,38 miliar (mengacu pada asumsi kurs Rp 17.250 per dolar AS). Pergerakan impresif ini menandai titik tertinggi baru sejak awal tahun 2026, sebuah pencapaian yang didorong oleh manuver akumulasi besar-besaran dari entitas institusional ternama.

Berdasarkan laporan mendalam yang dihimpun oleh tim redaksi kami, pemulihan pasar kali ini bukanlah sekadar fluktuasi jangka pendek. Fenomena ini diidentifikasi sebagai hasil dari strategi beli kembali (buyback) yang agresif dan akumulasi tanpa henti yang dilakukan oleh raksasa korporasi, Strategy Inc. Perusahaan yang dikenal luas sebagai pemegang investasi bitcoin terbesar ini terus mempertebal pundi-pundi digital mereka, memberikan sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap aset digital ini masih sangat kokoh di level institusi.

Baca Juga

Visi Revolusioner Presiden Kolombia: Mengubah Air Menjadi Bitcoin dan Magnet Investasi Global

Visi Revolusioner Presiden Kolombia: Mengubah Air Menjadi Bitcoin dan Magnet Investasi Global

Lonjakan Harga di Tengah Akumulasi Global

Mengacu pada data terbaru dari CoinMarketCap per hari Minggu, 26 April 2026, harga Bitcoin mencatatkan kenaikan sebesar 0,64% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Jika ditarik dalam rentang waktu sepekan, performa aset kripto utama ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid, yakni bertambah sekitar 3,8%. Saat berita ini diturunkan, Bitcoin anteng bertengger di posisi USD 78.018 atau sekitar Rp 1,34 miliar per koin.

Kenaikan ini menjadi bukti bahwa pasar mulai mengabaikan sentimen negatif masa lalu dan fokus pada fundamental jangka panjang. Banyak analis melihat bahwa analisis pasar kripto saat ini menunjukkan pola yang lebih dewasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya Bitcoin, gelombang hijau ini juga mulai merambat ke berbagai aset kripto lainnya, menciptakan efek domino positif di seluruh ekosistem blockchain.

Baca Juga

Terobosan Finansial di Asia: Taiwan Pertimbangkan Bitcoin Sebagai Komponen Cadangan Devisa Negara

Terobosan Finansial di Asia: Taiwan Pertimbangkan Bitcoin Sebagai Komponen Cadangan Devisa Negara

Peran Krusial Strategy Inc dan Visi Michael Saylor

Salah satu pilar utama di balik reli harga kali ini adalah aksi korporasi Strategy Inc. Perusahaan yang dipimpin oleh tokoh visioner dan pendukung setia Bitcoin, Michael Saylor, dilaporkan telah memborong token Bitcoin senilai USD 3,9 miliar atau setara Rp 67,28 triliun hanya dalam bulan ini saja. Angka ini tercatat sebagai volume pembelian terbesar yang dilakukan perusahaan dalam satu tahun terakhir.

Strategi perbendaharaan yang diterapkan oleh Strategy Inc memang tergolong unik. Sebagai perusahaan publik, mereka secara konsisten mengonversi cadangan kas mereka ke dalam bentuk Bitcoin. Pada bulan Maret lalu, perusahaan ini mulai mengeksekusi janjinya untuk mendanai pembelian lebih banyak aset dengan menggunakan hasil dari penjualan saham preferen. Langkah ini terbukti efektif dalam meredakan kekhawatiran para pemegang saham mengenai potensi pengenceran nilai saham (dilution), sekaligus memperkuat posisi tawar perusahaan di aset digital.

Baca Juga

Peringatan Keras Warren Buffett: Mengapa Kripto dan Spekulasi Pasar Lebih Mirip Perjudian Daripada Investasi

Peringatan Keras Warren Buffett: Mengapa Kripto dan Spekulasi Pasar Lebih Mirip Perjudian Daripada Investasi

Ledakan ETF Bitcoin: Pintu Masuk Arus Modal Institusional

Selain faktor internal dari perusahaan pengumpul besar, kehadiran Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin juga menjadi mesin penggerak yang tak kalah kuat. Berdasarkan data yang dirilis oleh Bloomberg, para investor global telah menyuntikkan dana segar sekitar USD 2 miliar atau Rp 34,50 triliun ke dalam instrumen ETF Bitcoin sepanjang bulan lalu. Ini merupakan momen penting karena untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, arus masuk (inflow) dana ke ETF berubah menjadi positif pada bulan Maret.

Inflow yang masif ini mengindikasikan bahwa investor institusional mulai merasa nyaman untuk masuk ke pasar kripto melalui jalur yang lebih teregulasi. Keberadaan ETF memudahkan manajer investasi dan dana pensiun untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus direpotkan dengan manajemen kunci privat (private key) yang rumit. Dengan meningkatnya permintaan melalui ETF, tekanan beli di pasar spot pun secara otomatis terkerek naik.

Baca Juga

Update Harga Kripto 1 Mei 2026: Bitcoin Kokoh di Rp 1,3 Miliar, Dogecoin Pimpin Reli Tipis

Update Harga Kripto 1 Mei 2026: Bitcoin Kokoh di Rp 1,3 Miliar, Dogecoin Pimpin Reli Tipis

Narasi Pemulihan Diam-Diam: Lebih dari Sekadar Spekulasi

Bagi mereka yang tidak memantau layar perdagangan setiap detik, lonjakan harga ini mungkin terasa mendadak. Namun secara naratif, Bitcoin sebenarnya telah melakukan “pemulihan diam-diam” (quiet recovery). Sejak akhir Maret 2026, harga Bitcoin telah naik sekitar 14%. Kenaikan perlahan namun pasti ini menghidupkan kembali harapan di kalangan komunitas bahwa tren bullish ini akan memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan reli-reli singkat sebelumnya.

Berbeda dengan awal tahun di mana setiap kenaikan harga hampir selalu diikuti dengan aksi ambil untung (profit taking) cepat oleh mereka yang ingin sekadar balik modal, pasar saat ini menunjukkan struktur yang lebih stabil. Para pemegang koin jangka panjang tampaknya lebih memilih untuk mempertahankan posisi mereka, menantikan harga menembus rekor tertinggi baru di atas USD 80.000.

Sentimen Pasar Derivatif dan Analisis Pakar

Pasar derivatif juga memberikan gambaran yang serupa: optimisme sedang berada di puncaknya. Bohan Jiang, Senior Derivatives Trader di FalconX, mengungkapkan bahwa ekspresi bullish semakin meningkat secara signifikan selama sepekan terakhir. Permintaan terus didorong oleh kombinasi antara pembelian spot oleh Strategy Inc dan penutupan posisi pendek (short covering) oleh para pedagang berjangka.

“Kami melihat adanya pergeseran sentimen di pasar opsi. Para pemain besar mulai bertaruh pada harga yang lebih tinggi di masa depan,” ujar Jiang. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa tingkat pendanaan (funding rate) untuk kontrak berjangka sempat mengalami tren negatif terpanjang sejak jatuhnya bursa FTX pada tahun 2022. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sebelumnya sangat berhati-hati, namun kini siap untuk berbalik arah (bullish reversal).

Dampak ke Altcoin: Ethereum Turut Terkerek

Keperkasaan Bitcoin tentu membawa dampak positif bagi koin-koin alternatif atau altcoin. Ether (ETH), aset kripto terbesar kedua, mencatatkan kenaikan 10% selama sebulan terakhir, membawa harganya ke kisaran USD 2.300. Koin-koin dengan kapitalisasi pasar menengah dan kecil juga mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, memanfaatkan likuiditas yang mulai melimpah di pasar.

Matt Howells-Barby, Vice President di Crypto Exchange Kraken, menekankan pentingnya Bitcoin mempertahankan level-level kunci. “Bitcoin telah mempertahankan zona dukungannya dengan sangat baik. Pergerakan berkelanjutan di atas zona ini adalah indikasi kuat bagi kita untuk mengharapkan pembalikan tren yang lebih masif ke arah bullish,” jelasnya. Para analis kini memperhatikan dengan saksama apakah Bitcoin mampu menutup bulan ini di atas level USD 78.000 untuk mengonfirmasi kelanjutan tren kenaikan ini.

Meskipun pasar kripto saat ini sedang diselimuti awan hijau, para ahli tetap mengingatkan pentingnya manajemen risiko. Volatilitas tetap menjadi karakteristik utama dari investasi kripto. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang ingin terjun ke dunia digital ini, sangat disarankan untuk melakukan riset mendalam dan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing individu, dengan mempertimbangkan profil risiko dan rencana keuangan jangka panjang.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *