Misi Hijau DANA di Pantai Petitenget: Mengubah Sampah Menjadi Gelombang Perubahan Bagi Ekosistem Laut Indonesia

Rizky Pratama | InfoNanti
13 Jun 2026, 18:52 WIB
Misi Hijau DANA di Pantai Petitenget: Mengubah Sampah Menjadi Gelombang Perubahan Bagi Ekosistem Laut Indonesia

InfoNanti — Matahari pagi di pesisir Bali memancarkan semangat yang berbeda pada Sabtu (13/6/2026). Di sepanjang garis Pantai Petitenget yang tersohor, deru ombak tidak lagi hanya membawa harmoni alam, tetapi juga menjadi saksi bisu sebuah gerakan perubahan yang diinisiasi oleh DANA Indonesia. Dalam sebuah aksi bertajuk “Turn Waste to Waves”, perusahaan teknologi finansial terkemuka ini menggandeng berbagai elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah hingga komunitas lokal, untuk membersihkan area pantai dari ancaman sampah plastik.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Bagi DANA, aksi bersih pantai ini adalah pengejawantahan dari komitmen jangka panjang mereka terhadap keberlanjutan lingkungan. Mereka menyadari bahwa laut Indonesia, sebagai paru-paru dunia dan tumpuan ekonomi maritim, sedang menghadapi ancaman serius yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sebuah orkestrasi yang apik antara sektor privat, publik, dan masyarakat umum untuk memastikan masa depan laut tetap terjaga.

Baca Juga

Strategi Besar Menuju Swasembada: Wamentan Targetkan Pangkas Impor Bawang Putih Mulai 2027

Strategi Besar Menuju Swasembada: Wamentan Targetkan Pangkas Impor Bawang Putih Mulai 2027

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Masa Depan Maritim

Director of Communication DANA Indonesia, Olavina Harahap, dalam keterangannya menekankan bahwa tantangan lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini memerlukan pendekatan kolektif. Menurutnya, menjaga kelestarian laut bukan lagi sekadar opsi, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diintegrasikan ke dalam setiap sendi kehidupan, termasuk dalam operasional sebuah perusahaan.

“Menjaga masa depan laut Indonesia bukan hanya tentang satu kebijakan, satu institusi, atau satu perusahaan. Masa depan laut kita ditentukan oleh kemauan kita untuk bekerja sama dan bergerak bersama,” ujar Olavina di sela-sela aksi bersih pantai. Narasi ini memberikan pesan kuat bahwa aksi sosial yang berdampak besar selalu dimulai dari kesadaran individu yang menyatu menjadi kekuatan besar.

Baca Juga

Rupiah Terkapar di Level Rp 17.600, Presiden Prabowo: Ekonomi Desa Tetap Kokoh dan Tak Butuh Dolar

Rupiah Terkapar di Level Rp 17.600, Presiden Prabowo: Ekonomi Desa Tetap Kokoh dan Tak Butuh Dolar

Acara ini juga merupakan bagian dari peta jalan menuju gelaran akbar Ocean Impact Summit 2026. Dengan melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Pariwisata, DANA ingin menunjukkan bahwa sinergi antara regulator dan pelaku industri dapat mempercepat pencapaian target-target pelestarian lingkungan di Indonesia.

Filosofi Bali dan Keseimbangan Alam

Pemilihan Bali, khususnya Pantai Petitenget, sebagai lokasi aksi ini bukanlah tanpa alasan. Pulau Dewata dikenal dunia bukan hanya karena keindahan visualnya, tetapi juga karena kearifan lokalnya yang sangat menghargai keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta. Semangat inilah yang ingin diserap dan disebarluaskan oleh DANA melalui inisiatif mereka.

Olavina menjelaskan bahwa Bali adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai luhur dapat menjaga kelestarian lingkungan selama berabad-abad. “Bali bukan hanya tempat yang indah secara alam, tetapi juga menunjukkan bagaimana keseimbangan antara manusia dan lingkungan dapat dijaga dengan nilai-nilai luhur sehingga tetap lestari hingga saat ini,” tambahnya. Dengan membawa semangat ini ke ranah digital, DANA berharap dapat menginspirasi jutaan penggunanya untuk mulai peduli pada masalah ekosistem laut.

Baca Juga

Penghormatan Terakhir untuk Sang Guru: ASN Korban Kecelakaan Bekasi Timur Terima Kenaikan Pangkat Anumerta

Penghormatan Terakhir untuk Sang Guru: ASN Korban Kecelakaan Bekasi Timur Terima Kenaikan Pangkat Anumerta

Tantangan Sampah dan Transformasi Strategi Bisnis

Meskipun Bali menjadi simbol keindahan, realita lapangan menunjukkan bahwa persoalan sampah masih menjadi momok yang menakutkan bagi industri pariwisata berkelanjutan. Sampah plastik yang terbawa arus laut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga meracuni biota laut dan merusak rantai makanan manusia. Persoalan inilah yang kemudian mendorong DANA untuk menjadikan aspek keberlanjutan sebagai pilar utama dalam strategi bisnis mereka.

Bagi DANA, teknologi haruslah menjadi solusi, bukan beban tambahan bagi bumi. Olavina menegaskan bahwa inovasi digital memiliki peran krusial sebagai katalisator perubahan perilaku masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi yang diciptakan, keberhasilannya tetap bergantung pada kesadaran manusianya.

Baca Juga

Revolusi Jalur Kereta Api Sangkuriang dan Transformasi Kebijakan Publik Indonesia di Tahun 2026

Revolusi Jalur Kereta Api Sangkuriang dan Transformasi Kebijakan Publik Indonesia di Tahun 2026

“Keberlanjutan bukan sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi bagian dari cara kami beroperasi dan bertumbuh secara bertanggung jawab. Teknologi dan inovasi digital dapat mempercepat perubahan, tetapi perubahan yang berkelanjutan juga membutuhkan kesadaran dari dalam diri setiap individu,” paparnya dengan tegas.

Inovasi Ocean Buddy: Mengedukasi Melalui Genggaman

Sebagai bukti nyata bahwa mereka tidak hanya berbicara soal teori, DANA secara resmi memperkenalkan fitur edukasi digital terbaru di dalam aplikasinya yang diberi nama Ocean Buddy. Fitur ini dirancang secara interaktif untuk memberikan pemahaman kepada pengguna mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut Indonesia dengan cara yang menyenangkan.

Melalui Ocean Buddy, para pengguna diajak untuk terlibat secara virtual dalam upaya perlindungan hiu paus di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa. Inisiatif ini merupakan langkah cerdas untuk menjembatani jarak antara masyarakat perkotaan dengan realita konservasi di daerah pesisir. DANA percaya bahwa dengan memberikan akses informasi dan edukasi yang mudah, akan muncul gelombang kepedulian baru dari generasi muda pengguna dompet digital.

Selain fitur tersebut, DANA juga telah meluncurkan Sustainability Report atau Laporan Keberlanjutan. Dokumen ini menjadi bentuk transparansi perusahaan dalam memaparkan capaian serta langkah-langkah strategis yang telah diambil untuk mendukung agenda hijau global. Hal ini membuktikan bahwa DANA serius dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan mereka.

Membangun Warisan untuk Generasi Mendatang

Aksi di Pantai Petitenget ini diakhiri dengan pesan haru tentang warisan. Laut, menurut DANA, bukan sekadar sumber daya yang bisa dieksploitasi, melainkan warisan yang dipinjam dari anak cucu kita. Oleh karena itu, menjaga kebersihannya adalah sebuah keharusan demi kelangsungan hidup generasi mendatang.

“Laut bukan hanya tempat kehidupan, tetapi juga warisan yang harus kita jaga bersama. Mari jadikan langkah kecil hari ini sebagai bagian dari gelombang besar perubahan untuk masa depan maritim kita,” pungkas Olavina Harahap.

Keberhasilan aksi “Turn Waste to Waves” ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai mitra strategis. DANA menyampaikan apresiasi terdalam kepada pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata, serta organisasi lingkungan seperti Seven Ocean Seas. Tak lupa, penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada para relawan dan komunitas lokal yang telah berjibaku mengumpulkan sampah di bawah terik matahari Bali. Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pemantik bagi perusahaan-perusahaan lain untuk mulai memperhatikan dampak lingkungan dari setiap kegiatan operasional mereka.

Dengan integrasi antara aksi nyata di lapangan dan inovasi fitur di dalam aplikasi, DANA Indonesia optimis bahwa cita-cita untuk memiliki laut yang bersih dan ekosistem yang sehat dapat segera terwujud. Gelombang perubahan telah dimulai dari Bali, dan kini saatnya seluruh masyarakat Indonesia turut serta menjadi bagian dari solusi.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *