Update Harga Pangan Juni 2026: Cabai Rawit Merah Kian Pedas, Bulog Dorong Stabilisasi Lewat Beraskita Premium

Rizky Pratama | InfoNanti
24 Jun 2026, 10:53 WIB
Update Harga Pangan Juni 2026: Cabai Rawit Merah Kian Pedas, Bulog Dorong Stabilisasi Lewat Beraskita Premium

InfoNanti — Dinamika ekonomi domestik kembali memberikan tantangan nyata bagi kantong masyarakat di pertengahan tahun ini. Memasuki pekan keempat di bulan Juni 2026, fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan pokok menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan terbaru di berbagai pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, harga bumbu dapur, khususnya cabai, merangkak naik secara signifikan, meninggalkan keresahan bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Kenaikan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari kondisi rantai pasok yang sedang diuji. Fenomena melonjaknya harga cabai seringkali dipicu oleh faktor cuaca yang tidak menentu atau kendala distribusi di jalur logistik nasional. Di tengah situasi ini, masyarakat dituntut untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja dapur agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi tanpa harus menguras tabungan lebih dalam.

Baca Juga

Jadwal Lengkap Tanggal Merah Mei 2026: Panduan Strategis Menikmati Libur Panjang dan Cuti Bersama

Jadwal Lengkap Tanggal Merah Mei 2026: Panduan Strategis Menikmati Libur Panjang dan Cuti Bersama

Lonjakan Tajam Harga Cabai: Tantangan di Meja Makan

Salah satu sorotan utama pada Rabu pagi, 24 Juni 2026, adalah lonjakan harga cabai rawit merah yang menembus angka Rp 71.600 per kilogram (kg). Berdasarkan data yang dirangkum dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional di bawah naungan Bank Indonesia, kenaikan ini terasa begitu kontras dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Tidak hanya cabai rawit merah, varian cabai lainnya pun ikut mengekor di jalur hijau kenaikan harga.

Cabai merah besar kini dibanderol di kisaran Rp 54.950 per kg, sementara cabai merah keriting menyentuh angka Rp 54.150 per kg. Bagi pecinta masakan pedas, kondisi ini tentu menjadi kabar kurang sedap. Bahkan, cabai rawit hijau yang biasanya menjadi alternatif lebih murah, kini berada di angka Rp 52.300 per kg. Kenaikan harga ini diprediksi akan berdampak langsung pada indeks inflasi pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Baca Juga

Goncangan Rupiah Tembus Rp 17.500: Menkeu Purbaya Dorong Intervensi Pasar Obligasi dan Mandat Penuh Bank Indonesia

Goncangan Rupiah Tembus Rp 17.500: Menkeu Purbaya Dorong Intervensi Pasar Obligasi dan Mandat Penuh Bank Indonesia

Sektor bumbu dapur lainnya seperti bawang merah juga tidak mau kalah dengan bertengger di harga Rp 52.250 per kg. Sementara itu, bawang putih terpantau sedikit lebih rendah namun tetap di level yang cukup tinggi, yakni Rp 44.150 per kg. Kenaikan harga bumbu-bumbuan ini sering kali menjadi ‘pemanas’ awal sebelum kenaikan harga komoditas pangan lainnya menyusul.

Protein Hewani dan Kebutuhan Pokok Lainnya

Beralih ke sektor protein, harga telur ayam ras tercatat berada di level Rp 29.800 per kg pada pantauan pukul 08.53 WIB. Meski kenaikannya tidak sedrastis cabai, harga ini tetap berada di atas rata-benar normal yang biasanya diharapkan masyarakat. Di sisi lain, harga daging ayam ras segar dibanderol Rp 36.950 per kg, sebuah angka yang masih dianggap moderat bagi sebagian kalangan namun tetap memberikan tekanan pada daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca Juga

Menjawab Polemik Viral Kabel Ties di Baling-Baling Wings Air: Antara Prosedur Teknis dan Persepsi Publik

Menjawab Polemik Viral Kabel Ties di Baling-Baling Wings Air: Antara Prosedur Teknis dan Persepsi Publik

Untuk komoditas daging sapi, kualitas I masih menjadi yang termahal dengan harga Rp 149.850 per kg, sedangkan untuk kualitas II berada di angka Rp 140.950 per kg. Kestabilan harga daging sapi ini menjadi krusial mengingat perannya sebagai sumber protein utama bagi masyarakat. Pemerintah terus berupaya menjaga agar stok daging nasional tetap mencukupi guna menghindari lonjakan harga yang lebih ekstrem.

Tidak ketinggalan, harga minyak goreng juga menunjukkan angka yang bervariasi. Minyak goreng curah saat ini dihargai Rp 20.700 per liter. Bagi konsumen yang lebih memilih kemasan bermerek, mereka harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 24.300 per liter untuk merek kualitas I dan Rp 23.550 per liter untuk merek kualitas II. Sementara itu, pemanis dapur seperti gula pasir lokal dijual seharga Rp 19.200 per kg dan gula pasir premium di harga Rp 20.300 per kg.

Baca Juga

Misi Besar RI di Eurasia: Menko Airlangga Bidik Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis demi Masa Depan Ekonomi Nasional

Misi Besar RI di Eurasia: Menko Airlangga Bidik Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis demi Masa Depan Ekonomi Nasional

Detail Harga Beras: Pondasi Ketahanan Pangan

Sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia, pergerakan harga beras selalu menjadi perhatian serius pemerintah dan pengamat ekonomi. Pada tanggal 24 Juni 2026, data menunjukkan variasi harga berdasarkan kelas kualitasnya:

  • Beras Kualitas Bawah I: Rp 14.650 per kg
  • Beras Kualitas Bawah II: Rp 14.500 per kg
  • Beras Kualitas Medium I: Rp 16.300 per kg
  • Beras Kualitas Medium II: Rp 16.100 per kg
  • Beras Kualitas Super I: Rp 17.600 per kg
  • Beras Kualitas Super II: Rp 17.050 per kg

Perbedaan harga yang cukup tipis antar kualitas ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap beras tetap tinggi di semua lini. Beras kualitas medium yang paling banyak dikonsumsi masyarakat tampak masih berjuang di level Rp 16 ribuan, yang mana ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Strategi Bulog: Inisiasi Program Beraskita Premium

Merespons fluktuasi harga beras yang cenderung meningkat, Perum Bulog tidak tinggal diam. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara resmi mengusulkan sebuah langkah strategis melalui program “Beraskita Premium”. Inisiatif ini dirancang sebagai skema stabilisasi harga khusus untuk segmen beras kualitas premium, yang selama ini sering kali luput dari skema subsidi langsung seperti yang diterapkan pada beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dalam pertemuan penting di Kantor Kemenko Pangan, Rizal menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Beliau menekankan bahwa kesuksesan beras SPHP dalam menahan laju kenaikan harga beras medium harus diduplikasi ke segmen premium. “Kami melihat ada tren kenaikan pada beras premium. Agar masyarakat tetap mendapatkan pilihan yang berkualitas dengan harga yang terukur, Beraskita Premium harus segera hadir sebagai instrumen stabilisasi,” jelas Rizal kepada awak media.

Program Beraskita Premium ini direncanakan akan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yakni sebesar Rp 14.900 per kilogram. Sebagai perbandingan, saat ini beras SPHP Bulog yang menyasar segmen medium dijual dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Dengan adanya dua opsi ini, Bulog berharap masyarakat memiliki alternatif belanja yang lebih luas tanpa harus terbebani oleh harga pasar yang melonjak liar.

Menanti Implementasi Kebijakan di Tengah Ketidakpastian

Meskipun usulan Beraskita Premium terdengar menjanjikan, pelaksanaannya masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. Rizal berharap persetujuan dapat segera diberikan agar program ini bisa diluncurkan as soon as possible. Kehadiran Beraskita Premium diprediksi tidak hanya akan menstabilkan harga, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri konsumen di pasar pangan nasional.

Upaya stabilisasi ini menjadi sangat krusial mengingat sektor pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga ketenangan sosial. Dengan adanya sinergi antara kebijakan pemerintah melalui bantuan pangan dan strategi intervensi pasar oleh Bulog, diharapkan gejolak harga yang terjadi saat ini tidak berlangsung lama. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan panic buying, karena pemerintah menjamin stok pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

Ke depannya, pemantauan melalui PIHPS dan laporan langsung dari lapangan akan terus dilakukan secara berkala. InfoNanti akan terus memberikan pembaruan terkini mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok dan kebijakan strategis lainnya agar Anda dapat merencanakan keuangan keluarga dengan lebih baik dan efektif.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *