Misi Ambisius Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Menko Airlangga Ungkap Peran Vital Data Center dan AI

Rizky Pratama | InfoNanti
24 Jun 2026, 18:53 WIB
Misi Ambisius Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Menko Airlangga Ungkap Peran Vital Data Center dan AI

InfoNanti — Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia tengah menyusun peta jalan yang sangat ambisius. Pemerintah tidak lagi hanya berbicara tentang bertahan, melainkan tentang bagaimana melompat lebih jauh. Dalam sebuah visi besar yang dipaparkan baru-baru ini, sektor digital ditempatkan sebagai motor penggerak utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional di angka 8 persen. Fokus utamanya bukan lagi sekadar penetrasi internet, melainkan penguatan tulang punggung teknologi: pusat data atau data center.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi negara yang ingin keluar dari jebakan pendapatan menengah. Menurutnya, infrastruktur digital yang mumpuni akan menjadi pembeda utama dalam persaingan global di masa depan. Ia melihat potensi besar di mana data center, kecerdasan artifisial (AI), dan talenta digital yang kompeten akan bersinergi menciptakan nilai tambah ekonomi yang luar biasa bagi tanah air.

Baca Juga

Drama Hukum Berakhir: Departemen Kehakiman AS Resmi Hentikan Penyelidikan terhadap Jerome Powell

Drama Hukum Berakhir: Departemen Kehakiman AS Resmi Hentikan Penyelidikan terhadap Jerome Powell

Data Center: Jantung dari Revolusi Kecerdasan Artifisial

Berbicara dalam peringatan satu dekade Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) di Jakarta, Airlangga menekankan bahwa teknologi AI yang kini tengah mewabah di seluruh dunia tidak akan bisa beroperasi tanpa fondasi infrastruktur yang kuat. AI membutuhkan daya komputasi yang sangat besar dan penyimpanan data yang masif. Di sinilah peran krusial data center sebagai rumah bagi ekosistem digital tersebut.

“Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen dan salah satu pengungkitnya adalah ekonomi digital. Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya, dalam hal ini data center-nya, baik dan andal,” ungkap Airlangga dengan nada optimis. Beliau meyakini bahwa dengan infrastruktur yang solid, Indonesia tidak hanya akan menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain kunci dalam rantai pasok digital global.

Baca Juga

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Juni 2026: Panduan Lengkap dan Strategi Investasi Berkilau

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Juni 2026: Panduan Lengkap dan Strategi Investasi Berkilau

Satu Dekade IDPRO dan Peran Strategis Industri Pusat Data

Kehadiran IDPRO selama sepuluh tahun terakhir mendapatkan apresiasi khusus dari pemerintah. Organisasi ini dinilai telah berhasil mengonsolidasikan para pemain industri pusat data untuk bersama-sama membangun standar dan kapasitas nasional. Airlangga menyebut industri data center kini telah bertransformasi menjadi sebuah game changer bagi lanskap perekonomian Indonesia.

Investasi yang masuk ke sektor ini tidak hanya membawa modal finansial, tetapi juga transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi. Dengan semakin banyaknya perusahaan teknologi global yang melirik Indonesia untuk menaruh data mereka, posisi tawar Indonesia di kancah internasional pun semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menarik investasi asing berkualitas yang mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga

Dinamika Harga Emas Global: Di Balik Koreksi Tajam dan Sinyal Damai AS-Iran

Dinamika Harga Emas Global: Di Balik Koreksi Tajam dan Sinyal Damai AS-Iran

Visi Regional: Membangun Konektivitas Digital ASEAN

Langkah Indonesia tidak berhenti di dalam negeri. Pemerintah juga mengambil peran kepemimpinan dalam mendorong integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Salah satu instrumen strategis yang tengah digarap adalah Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN. Perjanjian ini diharapkan menjadi landasan hukum dan kerja sama yang kuat untuk menciptakan pasar digital tunggal di kawasan.

Implementasi DEFA diproyeksikan akan melipatgandakan nilai ekonomi digital di kawasan ASEAN secara signifikan. Bagi Indonesia, ini adalah peluang emas. Dengan populasi terbesar dan pertumbuhan pengguna internet yang masif, Indonesia memiliki modalitas kuat untuk menjadi hub data center utama bagi negara-negara tetangga. Airlangga menekankan bahwa kesiapan infrastruktur digital Indonesia saat ini berada pada posisi yang sangat kompetitif dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

Baca Juga

OJK Ungkap Dana Rp 175 Triliun Ludes untuk Biaya Berobat, Pentingnya Asuransi Jadi Sorotan

OJK Ungkap Dana Rp 175 Triliun Ludes untuk Biaya Berobat, Pentingnya Asuransi Jadi Sorotan

Keunggulan Kompetitif: Lahan Luas dan Energi Hijau

Mengapa Indonesia begitu percaya diri menjadi pusat data regional? Jawabannya terletak pada kekayaan sumber daya alam dan lokasi strategis. Industri data center dikenal sangat haus akan energi. Oleh karena itu, ketersediaan energi yang stabil, murah, dan berkelanjutan menjadi faktor penentu utama bagi para investor.

Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditandingi: lahan yang luas dan sumber energi terbarukan yang melimpah. Mulai dari energi panas bumi (geothermal) yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, tenaga surya, hingga tenaga air (hydro). Pemerintah saat ini tengah berfokus menyiapkan infrastruktur energi ini agar dapat menyuplai kebutuhan pusat data secara andal, sekaligus mendukung target net-zero emission.

Terobosan di Industri Semikonduktor dan Kerja Sama dengan ARM

Selain fokus pada infrastruktur fisik seperti data center, pemerintah juga mulai merambah ke sektor hulu teknologi, yakni industri semikonduktor. Menyadari bahwa cip semikonduktor adalah otak dari segala perangkat digital, Indonesia telah menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan raksasa asal Inggris, ARM.

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan desain cip (chip design) di dalam negeri. Langkah ini sangat krusial agar Indonesia tidak hanya menjadi perakit, tetapi juga memiliki kemampuan desain yang merupakan bagian paling bernilai tinggi dalam rantai pasok semikonduktor. Teknologi ini nantinya akan mendukung pengembangan berbagai inovasi masa depan seperti Internet of Things (IoT), kendaraan otonom, hingga komputasi kuantum yang semuanya membutuhkan infrastruktur digital yang canggih.

Menyiapkan 15 Ribu Talenta Digital Masa Depan

Mesin dan infrastruktur hanyalah benda mati tanpa manusia yang mampu mengoperasikannya. Menyadari hal tersebut, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas yang sejajar dengan pembangunan fisik. Pemerintah menargetkan pelatihan bagi sedikitnya 15.000 talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun ke depan.

Program ini dirancang untuk mencetak generasi insinyur digital yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan industri global. Dengan ketersediaan talenta yang mumpuni, ekosistem ekonomi digital Indonesia akan menjadi lebih mandiri dan memiliki daya saing yang berkelanjutan. “Momentum ini harus kita jaga. Pengembangan talenta digital, data center, dan industri semikonduktor harus terus didorong agar kita tidak tertinggal,” tegas Airlangga menutup pernyataannya.

Sebagai kesimpulan, perjalanan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen memang bukan perkara mudah. Namun, dengan sinergi antara pembangunan data center sebagai tulang punggung, pemanfaatan AI sebagai penggerak efisiensi, dan pengembangan talenta digital sebagai nahkoda, Indonesia tengah berada di jalur yang tepat untuk menjadi raksasa ekonomi digital baru di Asia dan dunia.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *