Prestise Global Jakarta: Melesat 10 Peringkat dalam Indeks Kelayakan Huni 2025 dan Rahasia Dibalik Pembangunan Kota

Rizky Pratama | InfoNanti
31 Mei 2026, 10:53 WIB
Prestise Global Jakarta: Melesat 10 Peringkat dalam Indeks Kelayakan Huni 2025 dan Rahasia Dibalik Pembangunan Kota

InfoNanti — Wajah Jakarta kini bukan lagi sekadar rimba beton yang identik dengan kemacetan dan kepenatan. Perlahan namun pasti, metropolis ini mulai bersolek dan membuktikan diri di kancah internasional. Kabar membanggakan datang dari laporan terbaru Global Liveability Index 2025 yang dirilis oleh Economist Intelligence Unit (EIU). Dalam laporan tersebut, Jakarta tercatat berhasil melakukan lompatan kuantum dengan naik 10 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah pencapaian yang menandakan bahwa kualitas hidup di ibu kota sedang bergerak ke arah yang jauh lebih positif.

Saat ini, Jakarta dengan bangga menempati posisi ke-132 dari 173 kota besar di dunia. Jika kita menilik ke belakang, pada tahun sebelumnya Jakarta masih tertahan di peringkat ke-142. Kenaikan signifikan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari orkestrasi pembangunan yang komprehensif, mulai dari pembenahan layanan dasar hingga transformasi infrastruktur jakarta yang kian modern. Lonjakan skor ini menjadi sinyal kuat bahwa upaya pembenahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membuahkan hasil nyata yang diakui secara global.

Baca Juga

Update Harga Hewan Kurban 2026: Tren Kenaikan Sapi Lampung dan Kesiapan Lapak di Jakarta Barat

Update Harga Hewan Kurban 2026: Tren Kenaikan Sapi Lampung dan Kesiapan Lapak di Jakarta Barat

Membedah Metodologi di Balik Global Liveability Index 2025

Global Liveability Index bukanlah penilaian sembarangan. EIU menggunakan instrumen penilaian yang ketat dan holistik untuk menentukan sejauh mana sebuah kota layak untuk dihuni. Terdapat lima kategori utama yang menjadi tolok ukur, yakni stabilitas keamanan, kualitas layanan kesehatan, kekayaan budaya dan lingkungan, standar pendidikan, serta kelayakan infrastruktur. Dalam penilaian tahun 2025 ini, Jakarta sukses mengantongi skor 62,9 dari skala 100, mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,5 poin dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan skor ini mencerminkan adanya perbaikan di berbagai lini. Stabilitas kota yang terjaga, akses terhadap layanan kesehatan yang semakin inklusif, hingga ruang-ruang publik yang lebih manusiawi menjadi faktor kunci. Jakarta tidak lagi hanya dipandang sebagai pusat ekonomi, tetapi mulai bertransformasi menjadi kota yang peduli terhadap kesejahteraan emosional dan fisik para penghuninya. Narasi tentang Jakarta yang keras mulai bergeser menjadi narasi tentang kota yang terus berbenah dan melayani.

Baca Juga

Melampaui Komoditas Tambang: Bagaimana Nikel Menjadi Kunci Kedaulatan Energi Baru Indonesia

Melampaui Komoditas Tambang: Bagaimana Nikel Menjadi Kunci Kedaulatan Energi Baru Indonesia

Pajak Daerah: Napas Utama di Balik Transformasi Kota

Mungkin banyak warga yang bertanya-tanya, dari mana asal dana untuk membangun trotoar yang lebar, taman-taman kota yang asri, serta transportasi publik yang canggih? Jawabannya terletak pada kontribusi masyarakat itu sendiri. Peningkatan kualitas hidup yang dirasakan warga Jakarta saat ini merupakan buah manis dari pengelolaan pajak daerah yang transparan dan akuntabel. Pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi sosial yang dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas publik yang mumpuni.

Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai fantastis mencapai Rp91,86 triliun. Angka yang besar ini sebagian besar ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) di mana pajak daerah menjadi tulang punggung utamanya. Tanpa kepatuhan warga dalam membayar pajak, mustahil bagi Jakarta untuk mendanai proyek-proyek strategis yang menjadi syarat mutlak kenaikan peringkat dalam indeks kelayakan huni dunia tersebut.

Baca Juga

GrabX 2026: Mengintip Masa Depan Layanan Berbasis AI Inklusif dan Ekspansi Global Grab ke Taiwan

GrabX 2026: Mengintip Masa Depan Layanan Berbasis AI Inklusif dan Ekspansi Global Grab ke Taiwan

Investasi pada Generasi Depan melalui Pendidikan

Salah satu sektor yang mendapatkan porsi perhatian paling besar adalah pendidikan. Pemprov DKI Jakarta memahami betul bahwa kelayakan huni sebuah kota juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, dialokasikan anggaran sebesar Rp19,75 triliun atau sekitar 26,59 persen dari total belanja daerah khusus untuk sektor ini. Dana yang berasal dari pajak warga tersebut dikonversi menjadi berbagai program unggulan seperti beasiswa KJP Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Manfaatnya sangat terasa di lapangan. Rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang kini lebih ramah lingkungan, penyediaan alat praktik bagi siswa SMK untuk sertifikasi kompetensi, hingga bantuan biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu telah menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adil. Pajak yang Anda bayarkan hari ini secara langsung membantu ribuan anak Jakarta untuk tetap sekolah dan meraih mimpi mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing kota di masa depan.

Baca Juga

Menteri Perdagangan Budi Santoso Pastikan Stok Minyakita Aman: Mengupas Fakta di Balik Isu Kelangkaan dan Penyesuaian Harga

Menteri Perdagangan Budi Santoso Pastikan Stok Minyakita Aman: Mengupas Fakta di Balik Isu Kelangkaan dan Penyesuaian Harga

Kesehatan bagi Semua: Memperluas Jangkauan Layanan

Di sektor kesehatan, manfaat pajak daerah menjelma menjadi sistem proteksi yang kuat bagi warga. Anggaran daerah digunakan secara masif untuk mendukung keberlanjutan program BPJS Kesehatan bagi warga Jakarta, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang takut berobat karena kendala biaya. Selain itu, pengembangan fasilitas fisik seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terus dilakukan secara berkelanjutan.

Puskesmas di Jakarta kini bukan lagi sekadar tempat berobat murah, melainkan fasilitas kesehatan yang modern dengan tenaga medis profesional dan alat kesehatan yang mutakhir. Upaya ini berkontribusi besar pada skor layanan kesehatan dalam indeks EIU. Dengan masyarakat yang sehat, produktivitas kota meningkat, dan indeks kebahagiaan warga pun turut terkerek naik.

Revolusi Transportasi dan Integrasi Antarmoda

Berbicara tentang kelayakan hidup di Jakarta tak lengkap rasanya tanpa menyinggung masalah mobilitas. Inovasi transportasi publik melalui sistem JakLingko telah mengubah cara warga Jakarta bepergian. Integrasi antara TransJakarta, MRT, LRT, hingga angkutan kota (angkot) dalam satu ekosistem pembayaran dan rute yang teratur membuat perjalanan menjadi lebih efisien dan ekonomis.

Semua kemudahan ini didanai melalui pendapatan pajak daerah. Subsidi transportasi yang diberikan pemerintah memungkinkan tarif tetap terjangkau meskipun fasilitas yang diberikan berkelas dunia. Selain mengurangi kemacetan, integrasi transportasi ini juga berperan besar dalam menekan polusi udara, yang merupakan salah satu poin penting dalam kategori lingkungan pada Global Liveability Index.

Menghadapi Tantangan Lingkungan dan Ketahanan Kota

Jakarta juga terus berjuang melawan tantangan klasik seperti banjir dan pengelolaan sampah. Pajak daerah dialokasikan untuk pembangunan sodetan, perbaikan sistem drainase, hingga pengadaan pompa-pompa air di titik rawan genangan. Penataan ruang terbuka hijau (RTH) juga menjadi prioritas, di mana taman-taman kota kini berfungsi ganda sebagai daerah resapan air sekaligus ruang interaksi sosial bagi warga.

Lingkungan kota yang tertata tidak hanya membuat Jakarta lebih indah dipandang, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim. Setiap rupiah yang disetorkan melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mengalir kembali ke tanah Jakarta untuk memastikan kota ini tetap berdiri kokoh dan nyaman bagi generasi mendatang.

Kolaborasi Menuju Jakarta Kota Global

Kenaikan 10 peringkat di Global Liveability Index 2025 adalah sebuah prestasi, namun bukan merupakan garis finis. Ini adalah titik awal bagi Jakarta untuk terus bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif. Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah yang berinovasi dan warga yang taat pajak adalah kunci utama pembangunan.

Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta terus mengimbau masyarakat untuk menjaga momentum positif ini dengan memenuhi kewajiban perpajakan secara tepat waktu. Melalui kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor dan jenis pajak lainnya, warga sebenarnya sedang membangun masa depan mereka sendiri. Jakarta yang lebih layak huni, lebih modern, dan lebih manusiawi kini bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang kita bangun bersama-sama. Mari terus mendukung pembangunan Jakarta agar di tahun-tahun mendatang, peringkat kita terus melesat hingga sejajar dengan kota-kota terbaik di dunia.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *