Update Harga Hewan Kurban 2026: Tren Kenaikan Sapi Lampung dan Kesiapan Lapak di Jakarta Barat

Rizky Pratama | InfoNanti
10 Mei 2026, 06:54 WIB
Update Harga Hewan Kurban 2026: Tren Kenaikan Sapi Lampung dan Kesiapan Lapak di Jakarta Barat

InfoNanti — Menjelang perayaan Iduladha 2026, geliat di sejumlah pasar hewan kurban mulai menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, khususnya di kawasan Jakarta Barat, para calon pembeli kini mulai dihadapkan pada realitas kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena ini bukan tanpa alasan, mengingat berbagai faktor fundamental di tingkat peternak turut memberikan tekanan pada harga jual di tingkat ritel.

Sejumlah pedagang yang telah menggelar lapak mereka di pinggir jalan maupun di area khusus penjualan ternak melaporkan bahwa antusiasme masyarakat mulai meningkat. Namun, di balik semangat ibadah tersebut, terselip catatan mengenai penyesuaian budget yang harus dipersiapkan oleh masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah kurban tahun ini. Peningkatan biaya operasional menjadi rapor merah yang membuat banderol harga hewan mamalia ini merangkak naik.

Baca Juga

Geliat Ekonomi Biru: Realisasi Kredit Kelautan dan Perikanan Capai Rp 2,23 Triliun, Fokus Kini Bergeser ke Hilirisasi

Geliat Ekonomi Biru: Realisasi Kredit Kelautan dan Perikanan Capai Rp 2,23 Triliun, Fokus Kini Bergeser ke Hilirisasi

Pemicu Utama Kenaikan Harga Hewan Kurban 2026

Faktor utama yang mengerek harga hewan kurban tahun ini adalah lonjakan biaya pakan ternak. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh para pengelola lapak besar di Jakarta. Salah satunya adalah Fachry, pengelola dari Bumi Sejuta Sapi, yang mengungkapkan bahwa penyesuaian harga tahun ini berada di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor. Angka ini dianggap cukup memberatkan namun tak terelakkan demi menjaga kualitas kesehatan hewan.

“Jika kita membandingkan dengan periode tahun lalu, memang ada tren kenaikan yang sangat terasa. Sapi yang tahun lalu masih bisa kita lepas di angka Rp 20 juta, sekarang rata-rata sudah menyentuh Rp 23 juta per ekor,” jelas Fachry saat ditemui tim redaksi di lokasi penjualannya. Kenaikan harga pakan ternak di tingkat hulu, yakni peternak di daerah asal, menjadi domino yang akhirnya sampai ke tangan konsumen di ibu kota.

Baca Juga

Benarkah MinyaKita Langka? Bulog Buka Suara Terkait Distribusi dan Peta Sebaran Stok Nasional

Benarkah MinyaKita Langka? Bulog Buka Suara Terkait Distribusi dan Peta Sebaran Stok Nasional

Selain pakan, biaya transportasi dan logistik dari daerah pemasok menuju Jakarta juga mengalami penyesuaian. Hal ini lazim terjadi mendekati hari besar keagamaan, di mana permintaan jasa angkut meningkat tajam. Para pedagang harus memutar otak agar kenaikan harga ini tetap masuk akal bagi kantong pembeli namun tidak merugikan operasional bisnis mereka yang hanya panen setahun sekali ini.

Menilik Kualitas Sapi Lampung Timur di Bumi Sejuta Sapi

Bumi Sejuta Sapi menjadi salah satu destinasi utama warga Jakarta Barat untuk mencari hewan kurban berkualitas. Di sini, mayoritas stok yang tersedia didatangkan langsung dari Lampung Timur. Wilayah ini memang dikenal sebagai lumbung sapi berkualitas tinggi dengan tekstur daging yang padat. Sapi asal Lampung telah lama menjadi primadona karena daya tahan tubuhnya yang baik selama perjalanan jauh menuju Jakarta.

Baca Juga

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah, Simak Rincian Terbarunya

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah, Simak Rincian Terbarunya

Rentang harga yang ditawarkan di Bumi Sejuta Sapi cukup variatif, mulai dari Rp 20 juta untuk ukuran standar hingga menyentuh angka fantastis Rp 110 juta. Salah satu daya tarik utama di kandang mereka adalah keberadaan sapi “monster” dengan bobot mencapai 1 ton. Sapi jumbo ini dibanderol seharga Rp 110 juta dan biasanya menjadi incaran para donatur besar atau instansi yang ingin memberikan kurban terbaik.

Fachry menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan pasokan dari pihak ketiga. “Mayoritas sapi memang kami datangkan dari Lampung Timur. Kami menjalin kerja sama dengan kandang-kandang kelompok di sana, namun kami juga memiliki kandang pribadi untuk proses pemeliharaan dan penggemukan mandiri. Ini penting untuk memastikan bahwa kesehatan hewan benar-benar terjaga sebelum sampai ke tangan pembeli,” tambahnya.

Baca Juga

Strategi Baru Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Plastik: Bidik Pasokan dari Afrika hingga Amerika

Strategi Baru Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Plastik: Bidik Pasokan dari Afrika hingga Amerika

Putra Jakarta Farm: Fokus pada Kebutuhan Personalisasi Pembeli

Tak jauh dari situ, di kawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat, Saiful yang mengelola Putra Jakarta Farm juga menyuarakan hal yang senada. Ia mengonfirmasi adanya kenaikan harga sekitar Rp 2 juta per ekor dibandingkan musim kurban tahun lalu. Di lapaknya, sapi-sapi kurban dijual dengan kisaran harga Rp 20 juta hingga Rp 75 juta. Saiful menekankan bahwa setiap kenaikan harga yang terjadi selalu dibarengi dengan jaminan kualitas hewan yang sesuai dengan syariat Islam.

Menurut Saiful, tren permintaan biasanya mulai memuncak sekitar satu bulan sebelum hari H Iduladha. Pembeli yang datang ke Putra Jakarta Farm memiliki kriteria yang sangat beragam. Ada yang menitikberatkan pada bobot badan, namun tak sedikit pula yang sangat detail memperhatikan jenis ras sapi, seperti sapi Limosin atau Simental.

“Biasanya sebulan sebelum Iduladha, suasana di sini sudah mulai riuh. Pembeli punya preferensi masing-masing. Ada yang mencari sapi yang tampak gagah secara estetika, ada juga yang lebih mementingkan hasil dagingnya nanti saat dibagikan. Kami berusaha memenuhi semua kebutuhan tersebut dengan stok yang kami miliki,” ujar Saiful. Pengalamannya selama lima tahun mengelola bisnis ini membuatnya paham betul akan seluk-beluk pasar hewan kurban di Jakarta.

Logistik dan Pemeliharaan: Tantangan di Balik Bisnis Kurban

Menjalankan bisnis hewan kurban di tengah kota metropolitan seperti Jakarta bukanlah perkara mudah. Selain isu harga, para pedagang harus memastikan sanitasi kandang tetap terjaga agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. Persiapan Iduladha yang matang meliputi penyediaan air bersih yang cukup, pembersihan limbah kotoran secara rutin, hingga pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan setempat secara berkala.

Kenaikan harga pakan yang disebut-sebut sebagai biang keladi naiknya harga sapi juga mencakup konsentrat, rumput segar, hingga vitamin tambahan. Agar sapi tidak stres dan kehilangan bobot saat dipajang di lapak pinggir jalan, para pedagang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk nutrisi tambahan. Inilah yang menyebabkan harga sapi kurban di Jakarta cenderung lebih tinggi dibandingkan harga di daerah asalnya.

Meskipun harga mengalami tren kenaikan, para pedagang tetap optimis bahwa tingkat penjualan tahun ini akan melampaui tahun lalu. Kesadaran masyarakat untuk berkurban tetap tinggi, dan banyak yang sudah mulai melakukan sistem “booking” atau pemesanan jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif sebelum lonjakan harga di minggu-minggu terakhir.

Tips Memilih Hewan Kurban di Tengah Kenaikan Harga

Menyikapi kenaikan harga sapi 2026, masyarakat disarankan untuk lebih teliti dalam memilih. Kriteria hewan kurban yang baik secara syariat adalah sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia yang dipersyaratkan (poel). Pastikan Anda membeli dari lapak yang memiliki izin dan rekam jejak yang jelas seperti yang ada di kawasan Jakarta Barat ini.

Selain itu, melakukan riset harga di beberapa tempat sangat dianjurkan. Meskipun ada standar harga pasar, setiap lapak mungkin menawarkan layanan tambahan seperti gratis biaya pengiriman atau jasa penitipan hewan hingga hari H. Hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi nilai tambah di tengah harga hewan yang terus melambung tinggi.

Kurban bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan sebuah bentuk ketaatan. Oleh karena itu, memilih hewan terbaik dengan cara yang bijak adalah bagian dari kesempurnaan ibadah tersebut. Dengan persiapan budget yang lebih matang, diharapkan masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah kurban dengan penuh suka cita meskipun tantangan ekonomi berupa kenaikan harga pakan dan operasional tetap membayangi pasar hewan tahun ini.

Sebagai penutup, tren kenaikan harga hewan kurban di tahun 2026 ini diharapkan tidak menyurutkan niat masyarakat untuk berbagi. Pihak pemerintah daerah dan dinas terkait pun diharapkan terus memantau pergerakan harga dan kesehatan hewan di lapak-lapak penjualan agar masyarakat mendapatkan kepastian dan keamanan dalam bertransaksi menjelang hari besar umat Islam tersebut.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *