Jadwal Operasional BCA Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 dan Catatan Gemilang Kinerja Keuangan Kuartal I

Rizky Pratama | InfoNanti
15 Mei 2026, 00:51 WIB
Jadwal Operasional BCA Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 dan Catatan Gemilang Kinerja Keuangan Kuartal I

InfoNanti — Memasuki pertengahan bulan Mei 2026, masyarakat Indonesia bersiap menyambut hari libur nasional dan cuti bersama dalam rangka memperingati Kenaikan Yesus Kristus. Di tengah antusiasme momen libur panjang tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan penyesuaian jadwal operasional kantor cabang di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk tetap memberikan pelayanan prima bagi nasabah setianya sembari menyelaraskan dengan ketetapan hari libur pemerintah.

Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, penyesuaian operasional ini akan berlangsung pada tanggal 14 hingga 15 Mei 2026. Meskipun sejumlah kantor cabang fisik tidak beroperasi secara penuh seperti hari kerja biasa, manajemen BCA menegaskan bahwa komitmen dalam melayani kebutuhan transaksi finansial masyarakat tidak akan kendur sedikit pun. Melalui ekosistem perbankan yang modern, nasabah tetap dapat menikmati berbagai layanan perbankan tanpa hambatan ruang dan waktu.

Baca Juga

Energi dari Timur: Papua Pasok 14 Ribu Barel Minyak per Hari dan Menjadi Poros Baru Migas Nasional

Energi dari Timur: Papua Pasok 14 Ribu Barel Minyak per Hari dan Menjadi Poros Baru Migas Nasional

Komitmen Pelayanan Maksimal di Masa Libur

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam keterangannya menekankan bahwa periode libur panjang seringkali menjadi momentum meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BCA berupaya memastikan seluruh kanal digital dan infrastruktur perbankan mereka tetap berfungsi optimal selama masa jeda operasional fisik tersebut.

“Kami senantiasa berupaya memastikan terjaganya akses dan kemudahan nasabah bertransaksi sepanjang periode libur dan cuti bersama ini. Melalui berbagai kanal layanan hybrid banking dari BCA, kami ingin nasabah tetap merasa nyaman dalam mengelola keuangannya,” ujar Hendra. Ia menambahkan bahwa fokus utama perusahaan adalah memastikan nasabah tetap bisa menikmati momen berkumpul bersama keluarga tanpa harus khawatir dengan urusan layanan perbankan yang mendesak.

Baca Juga

Kabar Baik! Pasokan LPG Nasional Kembali Stabil, Cadangan Kini Lampaui 10 Hari

Kabar Baik! Pasokan LPG Nasional Kembali Stabil, Cadangan Kini Lampaui 10 Hari

Digitalisasi: Solusi Transaksi Tanpa Batas

Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi selama masa libur Kenaikan Yesus Kristus, tidak perlu risau. BCA telah menyiapkan infrastruktur digital yang siaga selama 24 jam penuh. Platform unggulan seperti myBCA, BCA mobile, dan KlikBCA menjadi garda terdepan dalam melayani nasabah secara mandiri. Berbagai keperluan mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, hingga pembelian pulsa dan token listrik dapat diselesaikan hanya melalui genggaman tangan.

Salah satu fitur yang sangat diandalkan adalah kemampuan transaksi tanpa kartu (cardless). Nasabah yang membutuhkan uang tunai namun lupa membawa kartu debit tetap bisa melakukan tarik tunai di mesin ATM BCA hanya dengan menggunakan aplikasi myBCA atau BCA mobile. Begitu pula sebaliknya, layanan setor tunai juga tetap tersedia di berbagai titik ATM setor-tarik yang tersebar luas, memungkinkan fleksibilitas penuh bagi masyarakat.

Baca Juga

Strategi Kemendag Urai Benang Kusut Ekspor Sarang Burung Walet ke China Akibat Isu Aluminium

Strategi Kemendag Urai Benang Kusut Ekspor Sarang Burung Walet ke China Akibat Isu Aluminium

Informasi Weekend Banking dan Keamanan Data

Untuk nasabah yang membutuhkan layanan tatap muka, BCA masih mengoperasikan beberapa kantor cabang tertentu melalui program weekend banking. Informasi mengenai daftar cabang yang tetap melayani nasabah di akhir pekan atau jadwal khusus ini dapat diakses secara transparan melalui situs resmi bank. Hal ini merupakan bagian dari upaya BCA untuk tetap hadir secara fisik di lokasi-lokasi strategis yang memiliki kebutuhan transaksi tinggi.

Selain kemudahan transaksi, InfoNanti juga mengimbau nasabah untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan siber yang kerap meningkat di masa liburan. BCA mengingatkan agar nasabah tidak pernah memberikan data pribadi seperti PIN, OTP, atau password kepada siapapun. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, nasabah dapat menghubungi layanan HaloBCA melalui berbagai kanal seperti telepon 1500888, aplikasi haloBCA, hingga WhatsApp resmi di nomor 0811 1500 998.

Baca Juga

Sinyal Hijau dari Istana: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Sinyal Hijau dari Istana: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Laporan Kinerja: Laba Bersih BCA Meroket Rp 14,7 Triliun

Seiring dengan pengumuman operasional tersebut, performa finansial BCA juga menjadi sorotan publik. Mengawali tahun 2026 dengan langkah yang sangat solid, bank dengan kode saham BBCA ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun pada kuartal I 2026. Angka yang mengesankan ini mencerminkan resiliensi bank di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang tumbuh positif sebesar 5,6 persen secara tahunan (YoY), mencapai angka Rp 994 triliun. Hendra Lembong menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh likuiditas yang melimpah dan kepercayaan nasabah yang terus meningkat. Hal ini terlihat dari capaian Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 1.292,4 triliun, tumbuh 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dominasi Dana Murah dan Kredit Produktif

Struktur pendanaan BCA masih didominasi oleh dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) yang terdiri dari giro dan tabungan. CASA BCA tumbuh subur 11,2 persen YoY menjadi Rp 1.089 triliun, yang mana menyumbang sekitar 85,2 persen dari total DPK. Keberhasilan menjaga porsi dana murah ini memberikan keunggulan kompetitif bagi BCA dalam hal biaya dana (cost of fund).

Dari sisi penyaluran, kredit produktif menjadi motor penggerak utama dengan realisasi sebesar Rp 760,2 triliun, meningkat 7,8 persen secara tahunan. Hendra menyebutkan bahwa momentum Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh pada awal tahun juga memberikan stimulus signifikan terhadap permintaan kredit di berbagai sektor industri.

Komitmen Keuangan Berkelanjutan dan Sektor UMKM

BCA tidak hanya mengejar angka pertumbuhan semata, tetapi juga aktif mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnisnya. Hingga Maret 2026, penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan tumbuh 10 persen YoY menjadi Rp 258,4 triliun. Ini mencakup sekitar 26 persen dari total portofolio pembiayaan bank, sebuah angka yang menunjukkan keseriusan perusahaan terhadap keberlangsungan lingkungan.

Sektor UMKM juga menjadi perhatian khusus, di mana BCA berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 12 persen YoY dengan total outstanding mencapai Rp 146 triliun. Hal ini membuktikan bahwa BCA tetap menjadi mitra strategis bagi para pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan bisnis mereka.

Investasi di Masa Depan: Kredit Hijau

Lebih lanjut, segmen pembiayaan hijau (green financing) BCA mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 7,7 persen YoY, menembus Rp 113 triliun. Salah satu lonjakan paling signifikan terlihat pada penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang melesat hingga 53,5 persen secara tahunan.

Meskipun agresif dalam melakukan ekspansi kredit, BCA tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudence). Rasio Non Performing Loan (NPL) terjaga di level yang sangat sehat yakni 1,8 persen, sementara Loan at Risk (LAR) berada di angka 5,1 persen. Dengan rasio pencadangan yang kuat, BCA optimistis dapat menjaga kinerja tetap stabil sepanjang tahun 2026, sekaligus terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan nasabah di seluruh pelosok negeri.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *