Ekspansi Agresif! MARA Akuisisi Long Ridge Energy US$ 1,5 Miliar Demi Dominasi Infrastruktur AI dan Bitcoin
InfoNanti — Pergerakan industri kripto global kembali dikejutkan oleh langkah strategis yang sangat ambisius. MARA Holdings, raksasa penambang Bitcoin yang sebelumnya dikenal sebagai Marathon Digital, secara resmi mengumumkan kesepakatan raksasa untuk mengakuisisi Long Ridge Energy & Power dari FTAI Infrastructure. Nilai transaksi ini tidak main-main, mencapai angka fantastis USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp 26 triliun, jika mengacu pada asumsi kurs dolar AS di level Rp 17.340.
Kesepakatan besar ini mencakup pengambilalihan seluruh aset energi Long Ridge, termasuk tanggung jawab atas utang yang menyertainya. Langkah ini bukan sekadar upaya menambah pundi-pundi aset, melainkan sebuah transformasi fundamental bagi MARA untuk berevolusi dari sekadar perusahaan penambang menjadi pemain utama dalam ekosistem infrastruktur digital global yang mencakup energi, kecerdasan buatan (AI), dan komputasi tingkat tinggi.
Seni Bertahan di Musim Dingin Kripto: Strategi Cerdas Menghadapi Bear Market agar Tetap Cuan
Transformasi Menuju Raksasa Energi dan Komputasi AI
Akuisisi Long Ridge Energy & Power ini memberikan MARA akses langsung ke fasilitas pembangkit listrik gas siklus gabungan berkapasitas 505 megawatt yang berlokasi strategis di Hannibal, Ohio. Tidak hanya soal pembangkit listrik, MARA juga mengamankan lahan seluas lebih dari 1.600 hektar yang letaknya sangat berdekatan dengan pasar pusat data dan transmisi listrik utama di Amerika Serikat.
Langkah ini membawa pesan yang jelas: MARA sedang bergerak melampaui model bisnis tradisional penambangan bitcoin. Dengan memiliki kendali penuh atas sumber energi, MARA kini memegang kunci penting dalam industri komputasi masa depan. Lokasi di Ohio tersebut diproyeksikan mampu mendukung total kapasitas daya potensial hingga lebih dari 1 gigawatt. Kapasitas masif ini nantinya akan dibagi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sewa operasional High-Performance Computing (HPC) jangka panjang, operasional komputasi yang fleksibel, hingga tentu saja penambangan Bitcoin skala besar.
Strategi Baru Michael Saylor: Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan Strategy Melepas Sebagian Aset Bitcoin
Manajemen MARA mengungkapkan bahwa akuisisi ini secara instan akan meningkatkan kapasitas daya yang dimiliki dan dioperasikannya sendiri sekitar 65%. Ini adalah lompatan besar yang memosisikan MARA sebagai salah satu pemilik infrastruktur energi digital terbesar di dunia.
Keunggulan Strategis di Lokasi Hannibal, Ohio
Mengapa Long Ridge begitu istimewa? Selain kapasitas listriknya, fasilitas ini telah dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang sangat matang. Akses ke lahan yang luas, pasokan air yang melimpah untuk sistem pendinginan, hingga konektivitas fiber optik sudah tersedia di lokasi tersebut. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko pengembangan dan mempercepat waktu yang dibutuhkan dibandingkan jika MARA harus membangun proyek pusat data dari nol.
Update Harga Kripto 2 Mei 2026: Bitcoin Tembus USD 78.000 di Tengah Geliat Bullish Pasar Global
Pihak perusahaan menyatakan bahwa kapasitas 200 MW yang sudah tersedia di lokasi tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan fase awal infrastruktur kecerdasan buatan dan teknologi informasi penting lainnya. Jika sesuai rencana, konstruksi fisik diharapkan akan dimulai pada paruh pertama tahun 2027, dengan target operasional awal pada pertengahan tahun 2028.
Visi Fred Thiel: Listrik Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Era AI
Chairman dan CEO MARA, Fred Thiel, menekankan betapa krusialnya penguasaan atas sumber energi di masa depan. Menurutnya, listrik telah menjadi input yang sangat langka dan mahal dalam dunia AI yang terus berkembang pesat. Thiel menggambarkan Long Ridge sebagai platform langka yang berhasil menggabungkan lima elemen kunci: listrik skala besar, lahan strategis, akses air, pasokan bahan bakar mandiri, dan interkoneksi jaringan yang stabil dalam satu lokasi.
Masa Depan Yuan Digital: Circle Ungkap Potensi Besar Stablecoin dalam Persaingan Ekonomi Global
Dari sisi finansial, MARA memproyeksikan bahwa aset baru ini akan memberikan kontribusi positif yang signifikan. Diperkirakan, Long Ridge akan menyumbang sekitar USD 144 juta atau setara Rp 2,49 triliun terhadap EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang disesuaikan setiap tahunnya. Menariknya lagi, biaya operasional energi di lokasi ini tergolong sangat kompetitif, yakni kurang dari USD 15 per megawatt-hour (MWh), sebuah angka yang sulit ditandingi oleh kompetitor di sektor yang sama.
Strategi Keuangan: Menjual Bitcoin Demi Memperkuat Struktur Modal
Sebelum pengumuman akuisisi besar ini, MARA Holdings ternyata telah melakukan manuver keuangan di balik layar. Perusahaan dilaporkan telah menjual sebanyak 15.133 Bitcoin (BTC) yang mereka miliki. Dengan total nilai penjualan mencapai USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 18,61 triliun, dana tersebut dikalokasikan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan.
MARA menggunakan dana segar dari hasil penjualan bitcoin tersebut untuk melunasi obligasi senior konvertibel yang akan jatuh tempo pada tahun 2030 dan 2031. Langkah ini diambil menyusul adanya revisi kebijakan manajemen aset digital perusahaan pada Maret 2026, yang memungkinkan MARA untuk menjual cadangan Bitcoin mereka di luar produksi baru guna mengoptimalkan neraca keuangan.
Berdasarkan laporan keuangan, transaksi pembelian kembali (buyback) obligasi ini dilakukan dengan harga diskon sekitar 9% dari nilai nominalnya. Hal ini memberikan penghematan tunai bagi perusahaan sebesar USD 88,1 juta. Fred Thiel menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan fleksibilitas keuangan seiring dengan ambisi perusahaan untuk bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur energi digital dan AI/HPC.
Menatap Masa Depan yang Lebih Luas
Meskipun pada kuartal keempat tahun sebelumnya MARA sempat mencatatkan kerugian bersih akibat fluktuasi nilai wajar aset digital, langkah akuisisi Long Ridge menunjukkan optimisme jangka panjang perusahaan. MARA tidak lagi ingin bergantung sepenuhnya pada fluktuasi harga mata uang kripto.
Dengan mengamankan aset energi fisik dan infrastruktur komputasi, MARA kini memiliki model bisnis yang lebih terdiversifikasi dan tangguh. Transformasi ini menjadikan mereka sebagai jembatan antara dunia blockchain dan dunia komputasi AI yang membutuhkan daya besar. Bagi para pelaku pasar dan investor, langkah MARA ini menjadi sinyal kuat bahwa industri penambangan Bitcoin sedang memasuki babak baru, di mana efisiensi energi dan kepemilikan infrastruktur fisik adalah kunci utama untuk bertahan dan memenangkan persaingan global.
Disclaimer: Keputusan untuk melakukan investasi, baik di pasar saham maupun aset kripto, sepenuhnya berada di tangan pembaca. InfoNanti menyarankan agar setiap pembaca melakukan analisis mendalam dan mempelajari risiko yang ada sebelum melakukan transaksi jual-beli. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi bukan merupakan tanggung jawab redaksi.