Skandal Memoar CZ: Rival Bursa Kripto AS Diduga Kucurkan Jutaan Dolar Demi Jegal Pengampunan Trump

Andi Saputra | InfoNanti
10 Apr 2026, 10:21 WIB
Skandal Memoar CZ: Rival Bursa Kripto AS Diduga Kucurkan Jutaan Dolar Demi Jegal Pengampunan Trump

**InfoNanti — Dunia keuangan digital kembali memanas seiring dengan terbitnya memoar terbaru dari pendiri raksasa bursa kripto Binance, Changpeng Zhao atau yang lebih dikenal dengan inisial CZ.** Dalam catatan setebal lebih dari 300 halaman tersebut, CZ melontarkan klaim yang cukup provokatif terkait dinamika persaingan bisnis di tanah Amerika Serikat (AS). Ia menuding bahwa sejumlah kompetitornya di AS rela merogoh kocek hingga jutaan dolar hanya untuk satu tujuan: menjegal langkah pengampunan hukumnya.

CZ mengungkapkan narasi di balik layar yang menurutnya penuh dengan intrik. Ia menyebut adanya upaya sistematis dari bursa mata uang kripto asal AS untuk memblokir jalan menuju pengampunan kepresidenan (pardon) yang akhirnya ia terima dari Donald Trump pada Oktober 2025 lalu. Motivasi di balik tindakan tersebut, menurut CZ, adalah rasa ketakutan akan dominasi Binance jika kembali sepenuhnya ke pasar Negeri Paman Sam.

Baca Juga

Update Pasar Kripto 7 Mei 2026: Bitcoin Bertahan di Level Krusial, Zcash Melejit di Tengah Tekanan Pasar Global

Update Pasar Kripto 7 Mei 2026: Bitcoin Bertahan di Level Krusial, Zcash Melejit di Tengah Tekanan Pasar Global

Tudingan Narasi Negatif dan Media Global

Dalam memoar tersebut, CZ tidak hanya menunjuk rival bisnisnya, tetapi juga mengkritik laporan dari media finansial ternama seperti Wall Street Journal dan Bloomberg yang ia labeli sebagai penyebar berita tidak akurat. Berdasarkan informasi yang ia terima dari kerabat dekatnya, CZ meyakini bahwa artikel-artikel tendensius tersebut merupakan bagian dari kampanye berbayar.

“Beberapa kolega memberitahu saya bahwa artikel tersebut didanai oleh bursa kripto AS yang sangat khawatir pengampunan ini akan memberikan celah bagi Binance untuk merebut kembali pangsa pasar di sana,” tulisnya dalam buku yang dikutip oleh tim redaksi kami. Ia menambahkan bahwa biaya lobi yang dikeluarkan untuk memblokir dirinya mencapai angka jutaan dolar AS.

Baca Juga

Kanada Berencana Blokir Total ATM Kripto: Akhir Perjalanan Pionir Bitcoin di Tengah Badai Penipuan

Kanada Berencana Blokir Total ATM Kripto: Akhir Perjalanan Pionir Bitcoin di Tengah Badai Penipuan

Kontradiksi Visi Amerika Sebagai Ibu Kota Kripto

Langkah sabotase yang dituduhkan CZ ini dipandang kontradiktif dengan ambisi Presiden Donald Trump yang ingin menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat atau ibu kota teknologi blockchain dan kripto dunia. CZ berargumen bahwa upaya rivalnya untuk menghalangi kehadirannya justru berpotensi menghambat inovasi yang ingin diusung pemerintah federal.

Perjalanan hukum CZ sendiri memang penuh drama. Pada 2023, ia mengaku bersalah atas kelalaian dalam menerapkan protokol anti-pencucian uang di platform Binance dan memilih mundur dari kursi CEO. Ia mengaku terkejut saat harus menjalani hukuman penjara, mengingat biasanya kasus serupa dalam ranah korporasi hanya berakhir pada tahanan rumah atau perjanjian penangguhan penuntutan.

Baca Juga

Misteri Pergerakan Bitcoin Pemerintah AS: Dana Sitaan Kasus Narkoba Mendarat di Coinbase

Misteri Pergerakan Bitcoin Pemerintah AS: Dana Sitaan Kasus Narkoba Mendarat di Coinbase

Lobi-Lobi dan Dukungan Tokoh Wall Street

Menariknya, catatan lobi ini tidak hanya berjalan satu arah. Berdasarkan data dari Politico, pihak Binance juga mengalokasikan dana ratusan ribu dolar untuk mengamankan posisi CZ. Salah satu langkahnya adalah menyewa perusahaan yang memiliki relasi dengan lingkaran dalam keluarga presiden guna memastikan narasi mereka didengar di Gedung Putih.

Meski menuai kontroversi, sosok CZ tetap mendapat apresiasi dari tokoh-tokoh besar finansial tradisional. CEO BlackRock Larry Fink dan pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio memberikan testimoni positif dalam buku tersebut. Dalio bahkan secara terbuka memuji keberanian CZ dalam mendemokratisasi akses keuangan alternatif bagi masyarakat global.

Ambisi di Pasar AS dan Bantahan Atas Kejatuhan Pasar

Saat ini, melalui entitas Binance.US, perusahaan tersebut tengah berupaya memperkuat posisinya dengan merekrut Stephen Gregory, mantan pimpinan Currency.com, sebagai CEO baru. Langkah ini dipandang sebagai strategi agresif untuk menantang dominasi Coinbase di pasar AS.

Baca Juga

Masa Depan Keuangan Eropa: ECB Tunjuk Tiga Lembaga Strategis demi Membangun Infrastruktur Euro Digital yang Mandiri

Masa Depan Keuangan Eropa: ECB Tunjuk Tiga Lembaga Strategis demi Membangun Infrastruktur Euro Digital yang Mandiri

Di sisi lain, CZ juga menggunakan platformnya untuk meluruskan sejarah mengenai kejatuhan pasar kripto pada Oktober tahun lalu. Ia membantah keras tudingan bahwa kegagalan sistem di platformnya memicu likuidasi massal yang merugikan investor. Meskipun Binance telah menggelontorkan kompensasi senilai USD 600 juta kepada nasabah terdampak, CZ menegaskan bahwa perusahaannya beroperasi di bawah pengawasan ketat regulator Abu Dhabi dan dipantau oleh otoritas AS, sehingga segala tuduhan malpraktik dianggapnya tidak realistis.

Kisah Changpeng Zhao adalah cerminan dari kompleksitas regulasi dan persaingan ketat dalam industri investasi digital. Dengan pengampunan yang kini sudah di tangan, publik menunggu apakah kembalinya sang “Raja Kripto” akan membawa stabilitas atau justru gelombang baru dalam dinamika aset digital dunia.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *