Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Masih “Pedas”, Bagaimana Nasib Beras dan Daging?

Rizky Pratama | InfoNanti
14 Apr 2026, 09:54 WIB
Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Masih "Pedas", Bagaimana Nasib Beras dan Daging?

InfoNanti — Dinamika harga kebutuhan pokok di pasar domestik kembali menunjukkan tren yang beragam, di mana beberapa komoditas masih betah bertengger di level tinggi sementara yang lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda stabilitas. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Selasa, 14 April 2026, fenomena harga cabai rawit merah menjadi sorotan utama karena harganya yang masih cukup menguras kantong konsumen.

Si Pedas yang Masih Menyengat di Pasar

Bagi para ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner, harga cabai rawit merah saat ini memang menuntut strategi pengeluaran yang lebih ekstra. Komoditas hortikultura yang satu ini tercatat menyentuh angka Rp 78.600 per kilogram (kg). Lonjakan ini disinyalir terjadi akibat sensitivitas tanaman cabai terhadap faktor cuaca dan kelancaran pasokan dari daerah sentra produksi.

Baca Juga

Harga Perak Antam 13 April 2026 Terkoreksi: Dampak Ketegangan Selat Hormuz dan Gejolak Energi Global

Harga Perak Antam 13 April 2026 Terkoreksi: Dampak Ketegangan Selat Hormuz dan Gejolak Energi Global

Tidak hanya cabai rawit merah, beberapa bumbu dapur lainnya juga terpantau memiliki variasi harga yang cukup dinamis di tingkat pedagang eceran. Untuk bawang merah, harga rata-rata nasional berada di kisaran Rp 46.900 per kg. Sementara itu, bawang putih dibanderol dengan harga Rp 40.100 per kg. Di sisi lain, jenis cabai lain seperti cabai rawit hijau dipatok Rp 52.150 per kg, diikuti cabai merah besar di harga Rp 45.650 per kg, dan cabai merah keriting sebesar Rp 45.150 per kg.

Kabar Baik dari Sektor Perberasan dan Telur

Di tengah kenaikan harga bumbu-bumbuan, masyarakat sedikit bernapas lega melihat pergerakan harga beras yang relatif terkendali. Harga beras di pasaran saat ini terbagi dalam beberapa klasifikasi kualitas yang cukup stabil:

Baca Juga

Update Harga Emas Antam 13 April 2026: Anjlok Tajam Rp 42.000, Momentum Tepat untuk Investasi?

Update Harga Emas Antam 13 April 2026: Anjlok Tajam Rp 42.000, Momentum Tepat untuk Investasi?
  • Beras Kualitas Bawah: Untuk tipe I dan II masing-masing dijual dengan harga Rp 14.550 per kg.
  • Beras Kualitas Medium: Untuk tipe I berada di angka Rp 16.050 per kg, sedangkan tipe II di kisaran Rp 15.900 per kg.
  • Beras Kualitas Super/Premium: Bagi konsumen yang menginginkan kualitas terbaik, tipe I dijual seharga Rp 17.300 per kg dan tipe II Rp 16.850 per kg.

Selain beras, telur ayam ras juga menunjukkan performa harga yang cukup konsisten, yakni bertahan di level Rp 32.450 per kg. Stabilitas pada kedua komoditas ini menjadi faktor krusial dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi barang lainnya.

Kondisi Harga Daging, Gula, dan Minyak Goreng

Beralih ke sumber protein hewani, harga daging ayam ras segar saat ini berada di angka Rp 40.900 per kg. Bagi masyarakat yang membutuhkan daging sapi, terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan berdasarkan kualitasnya; Kualitas I mencapai Rp 147.800 per kg, sementara Kualitas II lebih terjangkau di angka Rp 139.950 per kg.

Baca Juga

Harta Karun Hitam: Menakar Kekuatan 143 Miliar Ton Batu Bara Indonesia dalam Menopang Ketahanan Energi Nasional

Harta Karun Hitam: Menakar Kekuatan 143 Miliar Ton Batu Bara Indonesia dalam Menopang Ketahanan Energi Nasional

Untuk sektor pemanis dan minyak goreng, datanya adalah sebagai berikut:

  • Gula pasir premium tercatat Rp 20.200 per kg.
  • Gula pasir lokal dijual sekitar Rp 19.100 per kg.
  • Minyak goreng curah berada di harga Rp 20.150 per liter.
  • Minyak goreng kemasan bermerek dibanderol mulai dari Rp 22.450 hingga Rp 23.350 per liter, tergantung pada merek yang dipilih.

Pergerakan harga pangan ini menjadi indikator vital bagi kondisi inflasi nasional. InfoNanti menilai bahwa fluktuasi ini perlu terus dipantau, mengingat kebutuhan pangan adalah pondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama menjelang periode konsumsi tinggi di masa mendatang.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *