PLN Akselerasi Transisi Energi: 97 Proyek Kelistrikan Mulai Dilelang, Investasi Tembus Rp291 Triliun
InfoNanti — Langkah besar menuju kedaulatan energi hijau Indonesia semakin nyata. PT PLN (Persero) mengonfirmasi telah membuka proses lelang untuk 97 proyek strategis ketenagalistrikan hingga periode Maret 2026. Inisiatif masif ini merupakan bagian integral dari implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang telah resmi dirilis pada Mei 2025 lalu.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa perseroan bergerak cepat dengan membentuk tim task force khusus dan sebuah ‘war room’ sebagai pusat kendali eksekusi. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap target dalam peta jalan energi nasional dapat tercapai tanpa hambatan birokrasi yang berarti.
Peta Jalan Menuju Energi Bersih
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada Senin (13/4/2026), Darmawan memaparkan progres signifikan dari eksekusi proyek PLN di lapangan. Hingga saat ini, PLN mengelola setidaknya 574 proyek prioritas yang terbagi dalam berbagai tahap pengembangan. Dari total tersebut, 353 proyek sedang dalam proses pengadaan, 156 proyek memasuki fase konstruksi, dan 64 proyek telah mencapai tahap commissioning atau siap beroperasi.
Wapres Gibran Bongkar Skandal Trade Misinvoicing: Triliunan Rupiah Devisa Negara Menguap ke Luar Negeri
Ambisi besar ini didukung dengan rincian infrastruktur yang mencengangkan, antara lain:
- Pembangkit Listrik: 139 proyek dengan total kapasitas 10,33 Giga Watt (GW).
- Jaringan Transmisi: 187 proyek yang membentang sepanjang 14.533 kilometer sirkuit (kms).
- Gardu Induk: 248 proyek dengan total kapasitas mencapai 31.470 Megavolt Ampere (MVA).
Seluruh proyek strategis ini diperkirakan membutuhkan kucuran dana investasi yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp 291,6 triliun. Angka ini mencerminkan betapa seriusnya pemerintah melalui PLN dalam membangun fondasi kelistrikan nasional yang tangguh.
Menjawab Tantangan Mismatch Geografis
Fokus utama dalam RUPTL 2025-2034 adalah penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW, di mana sekitar 76 persen di antaranya bersumber dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Namun, jalan menuju energi bersih bukan tanpa kendala. Darmawan menyoroti adanya tantangan berupa mismatch atau ketidaksesuaian antara lokasi sumber energi dengan pusat permintaan listrik.
Gencatan Senjata AS-Iran Beri Napas Baru, Rupiah Mulai Tinggalkan Level Rp 17.100
“Sumber energi baru terbarukan kita mayoritas berada di lokasi yang terpencil, jauh dari pusat beban atau industri,” jelas Darmawan. Sebagai solusi, PLN merancang jaringan transmisi sepanjang 48.000 kms yang akan berfungsi sebagai jalan tol energi untuk menyalurkan daya dari pelosok ke pusat-pusat ekonomi.
Dengan penguatan infrastruktur transmisi ini, PLN optimistis mampu mengevaluasi dan mengevakuasi daya hijau secara maksimal, sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik nasional demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.