Gencatan Senjata AS-Iran Beri Napas Baru, Rupiah Mulai Tinggalkan Level Rp 17.100

Rizky Pratama | InfoNanti
08 Apr 2026, 18:27 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Beri Napas Baru, Rupiah Mulai Tinggalkan Level Rp 17.100

InfoNanti — Angin segar berembus ke pasar keuangan domestik seiring memudarnya bara ketegangan di Timur Tengah. Mata uang Garuda berhasil menunjukkan tajinya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026). Rupiah terpantau terapresiasi sebesar 93 poin atau setara 0,54 persen, mendarat di posisi Rp 17.012 per dolar AS. Padahal, pada perdagangan sebelumnya, nilai tukar masih tertahan di level yang cukup mengkhawatirkan, yakni Rp 17.105 per dolar AS.

Tren positif ini tidak hanya terlihat di pasar spot, tetapi juga tecermin dalam kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) milik Bank Indonesia. Data menunjukkan JISDOR berada di level Rp 17.009 per dolar AS, menguat signifikan dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di angka Rp 17.092. Pergerakan ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia di mata para pelaku pasar global.

Baca Juga

Terdepan dalam Inovasi Digital, BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 25000

Terdepan dalam Inovasi Digital, BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 25000

Katalis Geopolitik: Gencatan Senjata yang Mengubah Arah Angin

Melesatnya nilai tukar rupiah kali ini bukan tanpa alasan. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa meredanya tensi antara Washington dan Teheran menjadi faktor dominan. Dunia sedikit bernapas lega setelah Amerika Serikat menyatakan kesepakatan untuk melakukan penghentian serangan sementara terhadap Iran selama dua pekan.

Langkah yang disebut sebagai ‘gencatan senjata dua arah’ ini membawa syarat krusial, yakni pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Iran sendiri dilaporkan telah mengajukan proposal berisi 10 poin sebagai landasan negosiasi menuju perdamaian yang lebih luas. Beberapa poin krusial dalam dokumen tersebut meliputi:

Baca Juga

Menteri Perdagangan Budi Santoso Pastikan Stok Minyakita Aman: Mengupas Fakta di Balik Isu Kelangkaan dan Penyesuaian Harga

Menteri Perdagangan Budi Santoso Pastikan Stok Minyakita Aman: Mengupas Fakta di Balik Isu Kelangkaan dan Penyesuaian Harga
  • Jaminan keamanan dari agresi militer terhadap Iran.
  • Pengakuan internasional atas hak Iran dalam pengayaan uranium.
  • Pencabutan berbagai sanksi ekonomi, baik primer maupun sekunder, yang selama ini membelenggu Teheran.
  • Penarikan bertahap pasukan militer AS dari kawasan konflik.
  • Komitmen penghentian pertikaian di wilayah regional, termasuk Lebanon.

Meski otoritas Iran menegaskan bahwa dialog ini belum menjadi tanda berakhirnya perang secara permanen, pasar meresponsnya dengan optimisme tinggi. Kesediaan AS untuk menjadikan proposal tersebut sebagai ‘dasar yang dapat dijalankan’ memberikan harapan baru bagi stabilitas keamanan global.

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Rupiah Diuntungkan

Dampak dari kabar damai ini langsung terasa di sektor komoditas. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat mengalami penurunan tajam, melorot lebih dari 15 persen hingga merosot ke bawah level 100 dolar AS per barel. Bagi Indonesia, penurunan harga energi global adalah berita baik untuk menjaga neraca perdagangan tetap sehat.

Baca Juga

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 April 2026: Strategi di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 April 2026: Strategi di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Penurunan harga minyak ini secara otomatis mengurangi beban subsidi dan biaya impor energi, yang pada gilirannya menekan ekspektasi inflasi domestik. Kombinasi antara prospek perdamaian dunia dan melandainya harga komoditas menciptakan sentimen positif yang mendorong aliran modal masuk kembali ke pasar negara berkembang.

Ke depannya, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan sangat bergantung pada konsistensi hasil negosiasi AS-Iran serta dinamika harga energi. Jika stabilitas di Timur Tengah dapat terjaga secara konsisten, peluang bagi rupiah untuk terus menguat dan menjauhi level psikologis Rp 17.000 masih terbuka lebar.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *