Estafet Kepemimpinan BUMN: Tri Andayani Nakhodai InJourney Aviation Services, Budi Setyawan Wijaya Pimpin Pelni

Rizky Pratama | InfoNanti
21 Jun 2026, 16:52 WIB
Estafet Kepemimpinan BUMN: Tri Andayani Nakhodai InJourney Aviation Services, Budi Setyawan Wijaya Pimpin Pelni

InfoNanti — Pergerakan strategis di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menyita perhatian publik, menandai babak baru dalam transformasi sektor transportasi dan layanan pendukungnya. Fenomena ‘tukar guling’ kepemimpinan terjadi antara dua raksasa industri, yakni PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dengan PT Integrasi Aviasi Solusi, yang lebih dikenal sebagai InJourney Aviation Services (IAS). Dalam keputusan terbaru, Tri Andayani resmi didapuk sebagai Direktur Utama IAS, membawa segudang pengalaman transformatifnya dari dunia maritim ke cakrawala aviasi yang lebih luas.

Pergeseran ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa, melainkan sebuah strategi besar dalam memperkuat sinergi di bawah payung Holding InJourney. Tri Andayani, yang sebelumnya dikenal sukses menakhodai Pelni melewati masa-masa sulit pascapandemi, kini dipercaya untuk memimpin IAS. Menariknya, posisi yang ia tinggalkan di Pelni kini diisi oleh Budi Setyawan Wijaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama di IAS. Pertukaran posisi ini mencerminkan dinamika kepemimpinan yang cair namun terukur guna mengakselerasi target-target kinerja BUMN di masa mendatang.

Baca Juga

Gairah Ekonomi Nasional: Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun, Menanti Realisasi Janji Bunga Rendah

Gairah Ekonomi Nasional: Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun, Menanti Realisasi Janji Bunga Rendah

Babak Baru di InJourney Aviation Services

Konfirmasi mengenai perubahan struktur manajemen ini disampaikan langsung oleh Cindy Juwita, Corporate Communications & Stakeholder Division Head IAS. Menurut penjelasannya, perubahan jajaran direksi ini telah efektif berlaku sejak Jumat, 19 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penyegaran dan penguatan struktur organisasi di tubuh IAS yang memiliki peran krusial dalam ekosistem perjalanan dan pariwisata di Indonesia.

Masuknya Tri Andayani ke IAS membawa harapan besar bagi pengembangan layanan aviasi yang terintegrasi. Rekam jejaknya di Pelni yang berhasil melakukan digitalisasi dan efisiensi operasional diharapkan dapat diimplementasikan kembali di IAS. Namun, ia tidak sendirian dalam gerbong perubahan ini. Nama Anik Hidayati turut muncul dalam daftar direksi baru IAS, menduduki posisi sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Digitalisasi. Anik sebelumnya merupakan kolega Tri di Pelni, menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Baca Juga

Angin Segar dari Selat Hormuz: RI Bidik Minyak Timur Tengah Pasca Perdamaian AS-Iran

Angin Segar dari Selat Hormuz: RI Bidik Minyak Timur Tengah Pasca Perdamaian AS-Iran

Kehadiran duet Srikandi eks Pelni ini di jajaran direksi IAS menggantikan beberapa pejabat lama, termasuk Israwadi yang sebelumnya mengisi pos SDM dan Digitalisasi. Dengan komposisi baru ini, IAS tampak semakin serius dalam menggarap aspek transformasi digital dan pengembangan talenta manusia sebagai pilar utama pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Struktur Lengkap Direksi IAS Pasca Perubahan

Setelah keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diketuk, berikut adalah susunan lengkap Dewan Direksi InJourney Aviation Services yang akan mengawal arah strategis perusahaan:

  • Tri Andayani – Direktur Utama
  • Danny P Thaharsyah – Direktur Operasi
  • Muchdian Muchlis – Direktur Komersial
  • Citra Amelya – Direktur Keuangan & Manajemen Risiko
  • Anik Hidayati – Direktur SDM & Digitalisasi
  • Dody Rahmadi Amar – Direktur Hubungan Lembaga

Formasi ini menunjukkan kombinasi antara wajah lama yang memiliki pemahaman mendalam tentang operasional perusahaan dan tenaga baru yang membawa perspektif segar dari sektor lain. Sinergi ini diharapkan mampu membawa IAS menjadi penyedia layanan solusi aviasi yang kompetitif di level regional maupun internasional.

Baca Juga

Menjelajahi Tomsk: Jantung Pendidikan Siberia yang Menyatukan Riset Nuklir dan Inovasi Masa Depan

Menjelajahi Tomsk: Jantung Pendidikan Siberia yang Menyatukan Riset Nuklir dan Inovasi Masa Depan

Pelni Sambut Nakhoda Baru

Di sisi lain, PT Pelni juga melakukan perombakan besar-besaran. Budi Setyawan Wijaya kini resmi memegang kemudi perusahaan pelayaran legendaris tersebut. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BP Nomor SR-322/BP/06/2026 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026. Penunjukan Budi dianggap tepat mengingat pengalamannya dalam mengelola integrasi solusi di IAS, yang diharapkan dapat memperkuat posisi Pelni sebagai tulang punggung logistik laut dan transportasi penumpang di tanah air.

Sekretaris Perusahaan Pelni, Ditto Pappilanda, mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran direksi sebelumnya. Selama periode 2022 hingga 2026, kepemimpinan Tri Andayani dinilai sukses meletakkan fondasi yang sangat kuat bagi keberlanjutan perusahaan. Transformasi yang telah dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari pembaruan armada hingga penguatan layanan tol laut yang menjadi program prioritas nasional.

Baca Juga

Wapres Gibran Bongkar Skandal Trade Misinvoicing: Triliunan Rupiah Devisa Negara Menguap ke Luar Negeri

Wapres Gibran Bongkar Skandal Trade Misinvoicing: Triliunan Rupiah Devisa Negara Menguap ke Luar Negeri

Rincian Perubahan di Tubuh Pelni

Tidak hanya posisi Direktur Utama yang mengalami perubahan, kursi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pelni yang ditinggalkan Anik Hidayati kini diisi oleh Triswahyu Herlina. Selain itu, sektor teknis juga mengalami penyegaran dengan masuknya Kokok Susanto sebagai Direktur Armada dan Teknik, menggantikan Robert MP Sinaga. Kokok sendiri bukan orang baru di jajaran direksi, sebelumnya ia mengemban amanah sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut, posisi yang kini diserahkan kepada Hana Suhardi.

Perombakan ini dilakukan dalam suasana RUPS yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Danantara Assets Management (DAM) dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Selain menyepakati nama-nama baru, rapat tersebut juga memberikan rapor hijau terhadap laporan keuangan tahun buku 2025 serta capaian kinerja perusahaan yang menunjukkan tren positif.

Daftar Pengurus Baru PT Pelni (Persero)

Agar operasional tetap berjalan optimal, berikut adalah rincian lengkap jajaran manajemen Pelni yang baru:

Dewan Direksi:

  1. Direktur Utama: Budi Setyawan Wijaya
  2. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Triswahyu Herlina
  3. Direktur Armada dan Teknik: Kokok Susanto
  4. Direktur SDM dan Umum: Heri Purnomo
  5. Direktur Usaha Angkutan Penumpang: Nuraini Dessy W
  6. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut: Hana Suhardi

Dewan Komisaris:

  1. Komisaris Utama: Soenarko Gatie Atmodjo
  2. Komisaris: Faturohman
  3. Komisaris: Budi Mantoro
  4. Komisaris: Moekhlas Sidik
  5. Komisaris Independen: Sosialisman Hidayat Hasibuan

Implikasi Strategis Bagi Ekosistem InJourney

Perubahan kepemimpinan ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk melakukan sinkronisasi antar-moda transportasi di bawah kendali InJourney. Dengan menempatkan figur-figur yang sudah teruji di satu sektor ke sektor lainnya, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan budaya kerja yang unggul. Tri Andayani diharapkan mampu membawa efisiensi logistik laut ke dalam manajemen layanan aviasi, sementara Budi Setyawan Wijaya diharapkan membawa ketangkasan manajerial sektor jasa ke dalam operasional pelayaran yang padat aset.

Tantangan ke depan tentu tidak mudah. Industri aviasi tengah berupaya bangkit sepenuhnya dengan meningkatkan kualitas layanan darat dan kargo, sementara sektor pelayaran dihadapkan pada tantangan modernisasi kapal dan perluasan jangkauan logistik nasional. Namun, dengan struktur baru yang lebih dinamis ini, baik IAS maupun Pelni optimis dapat mencapai target-target ambisius di tahun-tahun mendatang.

Integrasi antar-moda yang menjadi visi besar InJourney kini berada di pundak para pemimpin baru ini. Publik kini menantikan bagaimana langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh Tri Andayani di IAS dan Budi Setyawan di Pelni dalam meneruskan tongkat estafet transformasi yang sudah dimulai sejak beberapa tahun silam.

Secara keseluruhan, reorganisasi ini memberikan pesan kuat bahwa BUMN terus berbenah dan tidak ragu untuk melakukan rotasi demi mendapatkan komposisi terbaik. Keberhasilan transformasi sebuah perusahaan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kapabilitas nakhoda yang mengemudikannya menuju visi yang telah ditetapkan bersama.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *