Visi Besar Presiden Prabowo: Bangun Kota Mandiri Berbasis 100 Ribu Rusun demi Kesejahteraan Buruh

Rizky Pratama | InfoNanti
01 Mei 2026, 12:52 WIB
Visi Besar Presiden Prabowo: Bangun Kota Mandiri Berbasis 100 Ribu Rusun demi Kesejahteraan Buruh

InfoNanti — Di tengah gemuruh perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebuah janji besar terucap dari podium kepresidenan. Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi komitmennya untuk melakukan transformasi fundamental terhadap standar hidup para pekerja di Indonesia. Bukan sekadar wacana, orang nomor satu di republik ini mencetuskan rencana ambisius untuk membangun kota-kota mandiri baru yang dirancang khusus untuk mendekatkan hunian layak dengan pusat-pusat industri.

Gagasan ini muncul sebagai respons langsung atas kegelisahan para buruh yang selama ini terhimpit oleh biaya hidup, terutama urusan tempat tinggal. Dalam orasinya yang penuh energi pada Jumat, 1 Mei 2026 tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin lagi melihat pekerja harus menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk mencari nafkah, sementara kualitas hunian mereka jauh dari kata layak. Oleh karena itu, konsep rumah susun (rusun) yang terintegrasi menjadi pilar utama dalam visi pembangunan ini.

Baca Juga

Update Harga LPG Non-Subsidi 2026: Pertamina Resmi Sesuaikan Tarif Tabung 5,5 Kg dan 12 Kg

Update Harga LPG Non-Subsidi 2026: Pertamina Resmi Sesuaikan Tarif Tabung 5,5 Kg dan 12 Kg

Konsep Kota Mandiri: Lebih dari Sekadar Atap untuk Berteduh

Presiden Prabowo memaparkan bahwa rencana pembangunan ini tidak akan berhenti pada berdirinya gedung-gedung beton semata. Beliau membayangkan sebuah ekosistem urban yang lengkap dan berkelanjutan. Di setiap unit kota baru yang akan dibangun, ditargetkan akan tersedia setidaknya 100 ribu unit rumah susun. Angka yang fantastis ini dimaksudkan untuk menampung populasi pekerja dalam skala besar, sehingga mampu menciptakan efisiensi ekonomi yang signifikan bagi rumah tangga buruh.

“Saya sudah merencanakan, kita akan bangun kota-kota baru. Setiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah, rumah susun 100 ribu unit. Ini adalah langkah konkret kita untuk memastikan bahwa kekayaan bangsa ini benar-benar dirasakan oleh mereka yang bekerja keras di garda depan produksi nasional,” tegas Prabowo di hadapan ribuan massa buruh yang memadati area Monas. Langkah ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk menekan angka kesejahteraan buruh yang sering kali terkendala oleh masalah logistik harian.

Baca Juga

Wapres Gibran Bongkar Skandal Trade Misinvoicing: Triliunan Rupiah Devisa Negara Menguap ke Luar Negeri

Wapres Gibran Bongkar Skandal Trade Misinvoicing: Triliunan Rupiah Devisa Negara Menguap ke Luar Negeri

Fasilitas Terintegrasi: Pendidikan, Kesehatan, dan Kualitas Hidup

Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Presiden adalah kelengkapan fasilitas publik di dalam kawasan kota mandiri tersebut. Prabowo memerintahkan agar setiap klaster perumahan tidak boleh berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur sosial yang mumpuni. Hal ini mencakup pembangunan sekolah-sekolah berkualitas agar anak-anak buruh memiliki akses pendidikan yang setara, hingga fasilitas olahraga untuk menjaga kebugaran para penghuninya.

Selain itu, aspek kesehatan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Setiap kota baru ini nantinya akan dilengkapi dengan rumah sakit dan pusat layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Prabowo memahami bahwa produktivitas pekerja sangat bergantung pada kondisi kesehatan mereka dan keluarga mereka. Dengan adanya fasilitas kesehatan di lingkungan tempat tinggal, beban finansial buruh saat menghadapi kondisi darurat medis diharapkan dapat berkurang secara drastis melalui program layanan kesehatan yang terjangkau.

Baca Juga

Investigasi Mendalam Tabrakan Bus ALS, Gejolak Harga Minyak Dunia, hingga Sorotan Kasus Korupsi Bea Cukai

Investigasi Mendalam Tabrakan Bus ALS, Gejolak Harga Minyak Dunia, hingga Sorotan Kasus Korupsi Bea Cukai

Menjawab Kebutuhan Ibu Pekerja Melalui Fasilitas Daycare

Hal menarik lainnya dalam pidato Presiden adalah perhatian khususnya terhadap peran buruh perempuan. Prabowo secara terbuka menanggapi aspirasi kelompok buruh mengenai pentingnya tempat penitipan anak atau daycare. Di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi, banyak orang tua yang kesulitan membagi waktu antara mengurus anak dan mencari nafkah. Presiden berjanji bahwa fasilitas daycare akan menjadi komponen wajib dalam setiap pembangunan kota baru tersebut.

“Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak, daycare. Ini saran yang sangat baik, ini akan kita perjuangkan, dan akan kita laksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ungkap Prabowo. Keberadaan fasilitas daycare ini bukan hanya soal urusan domestik, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memastikan pertumbuhan anak-anak dari keluarga pekerja tetap optimal di bawah pengawasan tenaga profesional, sembari orang tua mereka bekerja dengan tenang.

Baca Juga

Dilema Perajin Tempe: Siasat ‘Diet’ Ukuran di Tengah Meroketnya Harga Plastik Kemasan

Dilema Perajin Tempe: Siasat ‘Diet’ Ukuran di Tengah Meroketnya Harga Plastik Kemasan

Revolusi Transportasi dan Aksesibilitas bagi Pekerja

Masalah klasik yang dihadapi buruh di kota-kota besar adalah kemacetan dan tingginya biaya transportasi. Menyadari hal ini, Presiden Prabowo merancang sistem transportasi yang terintegrasi secara langsung dengan kawasan hunian baru tersebut. Beliau menginstruksikan penyediaan moda transportasi massal seperti kereta api atau bus yang memiliki jalur khusus menuju kawasan industri. Tujuannya jelas: mobilitas pekerja harus berjalan lancar tanpa harus menguras kantong dan energi di jalan raya.

Lebih jauh lagi, pemerintah berencana meluncurkan sistem kartu khusus bagi buruh. Kartu ini nantinya berfungsi sebagai tiket sakti untuk mengakses seluruh moda transportasi publik di dalam dan luar kota mandiri tersebut dengan tarif yang sangat ringan. “Kita akan coba bahwa nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transport dengan harga yang sangat terjangkau. Ini penting agar penghasilan mereka tidak habis hanya di jalan,” tambahnya, yang disambut riuh tepuk tangan peserta aksi May Day.

Dampak Strategis bagi Ekonomi Nasional

Pembangunan kota mandiri dengan ratusan ribu unit rusun ini diprediksi akan memberikan stimulus positif bagi ekonomi nasional. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar selama proses konstruksi, proyek ini juga akan memicu pertumbuhan sektor-sektor UMKM di sekitar kawasan hunian. Dengan populasi yang terkonsentrasi dan memiliki daya beli yang lebih terjaga karena pengeluaran biaya transportasi dan hunian yang rendah, roda ekonomi lokal dipastikan akan berputar lebih cepat.

Inisiatif Presiden Prabowo ini juga dipandang sebagai upaya untuk melakukan deurbanisasi yang tidak teratur menjadi pembangunan wilayah yang lebih terencana. Dengan memindahkan beban hunian ke kota-kota mandiri baru yang dekat dengan tempat kerja, beban infrastruktur di pusat kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya akan berkurang. Ini adalah sebuah lompatan besar dalam kebijakan tata kota di Indonesia yang selama ini cenderung reaktif terhadap pertumbuhan populasi.

Komitmen Terhadap Masa Depan yang Lebih Bermartabat

Menutup pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa proyek pembangunan hunian ini adalah bentuk penghormatan negara atas dedikasi para buruh. Prabowo ingin memastikan bahwa di masa kepemimpinannya, setiap pekerja memiliki harapan akan masa depan yang lebih bermartabat. Memiliki rumah yang layak bukan lagi sekadar impian muluk, melainkan hak yang harus diwujudkan oleh negara melalui kebijakan yang pro-rakyat.

Langkah berani ini kini dinantikan implementasinya oleh jutaan pekerja di seluruh penjuru tanah air. Dengan target yang sangat spesifik dan integrasi fasilitas yang komprehensif, visi Presiden Prabowo dalam membangun kota baru ini bisa menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan industrial di Indonesia, di mana kesejahteraan buruh menjadi jantung dari pembangunan ekonomi bangsa. Kini, bola berada di tangan kementerian terkait untuk menerjemahkan instruksi RI 1 ini menjadi kenyataan di lapangan dalam waktu dekat.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *