Update Harga Kripto 29 April 2026: Bitcoin Melemah Saat Altcoin Mulai Unjuk Gigi, Akankah Dominasi Terus Tergerus?

Andi Saputra | InfoNanti
29 Apr 2026, 08:51 WIB
Update Harga Kripto 29 April 2026: Bitcoin Melemah Saat Altcoin Mulai Unjuk Gigi, Akankah Dominasi Terus Tergerus?

InfoNanti — Dinamika pasar aset digital kembali menunjukkan wajah yang beragam pada pertengahan pekan ini. Memasuki hari Rabu, 29 April 2026, pergerakan harga kripto utama terpantau mengalami fluktuasi yang cukup menarik perhatian para investor global. Bitcoin, sang raja rimba di ekosistem blockchain, tampak sedang kehabisan bensin dan harus rela parkir di zona merah, sementara beberapa aset alternatif atau altcoin justru mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan yang optimis.

Bitcoin Tertekan, Dominasi Pasar Mulai Bergeser?

Berdasarkan pantauan langsung dari data pasar terkini, harga Bitcoin (BTC) harus mengakui keunggulan tekanan jual dalam 24 jam terakhir. Hingga berita ini diturunkan, BTC tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0,66 persen, yang membawanya bertengger di level Rp 1,31 miliar per koin. Meski penurunannya terlihat tidak terlalu drastis, sentimen negatif ini cukup memberikan efek domino pada persepsi pelaku pasar terhadap stabilitas jangka pendek.

Baca Juga

Pasar Kripto Akhir Pekan: Bitcoin Melandai ke Rp 1,3 Miliar, Altcoin Utama Ikut Terkoreksi

Pasar Kripto Akhir Pekan: Bitcoin Melandai ke Rp 1,3 Miliar, Altcoin Utama Ikut Terkoreksi

Yang lebih menarik untuk disimak adalah data dari Coinmarketcap yang menunjukkan adanya pengikisan pada dominasi Bitcoin. Persentase penguasaan pasar Bitcoin berkurang 0,11 persen, kini berada di angka 59,83 persen. Fenomena ini sering kali dianggap oleh para analis sebagai sinyal awal dari “Altseason” singkat, di mana likuiditas mulai mengalir keluar dari Bitcoin menuju aset-aset digital lainnya yang memiliki kapitalisasi lebih kecil namun menjanjikan pertumbuhan persentase yang lebih tinggi.

Ethereum dan BNB: Penjaga Benteng Hijau

Berbeda nasib dengan sang pemimpin pasar, Ethereum (ETH) justru berhasil mencatatkan rapor hijau meski dengan kenaikan yang sangat tipis. ETH terpantau menguat 0,12 persen, membuat harganya kini dipatok pada kisaran Rp 39,4 juta per koin. Ketahanan Ethereum di zona positif ini memberikan angin segar bagi ekosistem smart contract yang menjadi fondasi bagi banyak aplikasi terdesentralisasi.

Baca Juga

Update Harga Kripto Hari Ini: Dominasi Hijau Bitcoin hingga Lonjakan Drastis Monero

Update Harga Kripto Hari Ini: Dominasi Hijau Bitcoin hingga Lonjakan Drastis Monero

Langkah serupa juga diikuti oleh Binance Coin (BNB). Koin asli dari ekosistem Binance ini menunjukkan performa yang relatif stabil dengan kenaikan moderat sebesar 0,03 persen dalam kurun waktu satu hari terakhir. Saat ini, BNB diperdagangkan di level Rp 10,7 juta per koin. Meskipun kenaikannya nyaris tidak terasa, keberhasilan BNB untuk tetap berada di zona hijau menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap kegunaan praktis koin ini dalam ekosistem pertukaran kripto terbesar di dunia.

Cardano Melaju, Solana dan XRP Harus Gigit Jari

Kabar gembira datang dari pendukung Cardano (ADA). Aset kripto yang sering dijuluki sebagai “Ethereum Killer” ini tampil cukup impresif dengan pertumbuhan positif sebesar 0,73 persen dalam 24 jam terakhir. Dengan kenaikan tersebut, ADA kini diperdagangkan pada level Rp 4.255 per koin. Fokus Cardano pada riset dan pengembangan berkelanjutan tampaknya masih menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang yang mencari investasi kripto yang lebih fundamental.

Baca Juga

Dominasi Mutlak Morgan Stanley: ETF Bitcoin MSBT Cetak Rekor Arus Masuk Rp 3,36 Triliun Tanpa Celah

Dominasi Mutlak Morgan Stanley: ETF Bitcoin MSBT Cetak Rekor Arus Masuk Rp 3,36 Triliun Tanpa Celah

Namun, suasana kontras justru dirasakan oleh pemegang Solana (SOL) dan XRP. Solana terpantau mengalami penurunan sebesar 0,63 persen dalam satu hari terakhir, membuat harganya melandai ke level Rp 1,4 juta per koin. Setali tiga uang, XRP juga harus pasrah melemah sebesar 0,63 persen ke angka Rp 23.736. Tekanan jual pada kedua aset ini diduga berkaitan dengan aksi ambil untung (profit taking) setelah mengalami reli singkat pada periode perdagangan sebelumnya.

Fenomena Koin Meme: Dogecoin Kembali Menggonggong

Di saat aset-aset utama sedang berjuang mempertahankan posisinya, koin meme paling ikonik, Dogecoin (DOGE), justru mencuri panggung. Secara mengejutkan, DOGE melesat positif dengan pertumbuhan mencapai 1,97 persen. Lonjakan ini membawa harga Dogecoin ke level Rp 1,720 per koin. Sifat koin meme yang sangat spekulatif dan dipengaruhi oleh sentimen komunitas di media sosial sering kali membuatnya bergerak anomali dibandingkan dengan tren pasar kripto secara umum.

Baca Juga

Morgan Stanley Gebrak Pasar Kripto: Luncurkan Dana Cadangan Khusus untuk Penerbit Stablecoin

Morgan Stanley Gebrak Pasar Kripto: Luncurkan Dana Cadangan Khusus untuk Penerbit Stablecoin

Bagi para trader harian, pergerakan Dogecoin hari ini menjadi pengingat bahwa volatilitas tinggi tetap menjadi ciri khas utama dari pasar aset digital. Meskipun fundamentalnya sering dipertanyakan, daya tarik komunitas tetap mampu mendorong harga koin meme ini melampaui performa koin-koin beraset besar lainnya pada hari ini.

Kondisi Stablecoin dan Likuiditas Pasar Global

Di lini mata uang stabil atau stablecoin, Tether (USDT) terpantau tidak mengalami perubahan harga yang berarti dan tetap stabil di kisaran Rp 17.196. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi USDT sebagai tempat berlabuh yang aman (safe haven) saat pasar bergejolak masih berjalan dengan baik. Di sisi lain, USD Coin (USDC) mengalami penurunan yang sangat tipis sebesar 0,01 persen dengan banderol harga Rp 17.194 per koin.

Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar kripto global pada Rabu, 29 April 2026, berada di level yang sangat fantastis yakni Rp 44.032 triliun. Namun, angka ini mencerminkan penurunan sebesar 0,36 persen dibandingkan hari sebelumnya. Hal yang perlu diwaspadai adalah penurunan total volume pasar yang merosot hingga 17,15 persen menjadi Rp 2.060,73 triliun dalam 24 jam terakhir.

Penurunan volume perdagangan yang cukup signifikan ini menandakan adanya sikap wait and see dari para investor besar atau institusi. Rendahnya volume perdagangan biasanya diikuti dengan volatilitas yang sulit diprediksi, karena perubahan kecil dalam pesanan beli atau jual dapat berdampak besar pada harga pasar. InfoNanti menyarankan para pembaca untuk tetap melakukan riset mandiri dan memperhatikan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi di pasar yang dinamis ini.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *