Langkah Besar IMDE dan Ngee Ann Polytechnic: Memahat Masa Depan Industri Kreatif Asia Tenggara di Era AI

Siti Rahma | InfoNanti
26 Jun 2026, 00:52 WIB
Langkah Besar IMDE dan Ngee Ann Polytechnic: Memahat Masa Depan Industri Kreatif Asia Tenggara di Era AI

InfoNanti — Dinamika pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara kini memasuki babak baru yang semakin kompetitif dan visioner. Langkah strategis diambil oleh Institut Media Digital Emtek (IMDE) yang secara resmi memperkuat jalinan kolaborasi internasionalnya dengan salah satu institusi pendidikan ternama asal Singapura, Ngee Ann Polytechnic. Kemitraan ini bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk mencetak talenta unggul yang siap menavigasi kompleksitas industri kreatif dan teknologi digital di kancah global.

Pertemuan bersejarah ini ditandai dengan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan langsung oleh Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D., bersama Principal & CEO Ngee Ann Polytechnic, Prof. Lim Kok Kiang. Acara yang berlangsung khidmat di Kampus IMDE pada Rabu (24/6/2026) tersebut menjadi simbol penyatuan visi antara dua institusi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kualitas sumber daya manusia di era transformasi digital.

Baca Juga

Geger Hoaks AI Serigala di Korea Selatan: Lelucon ‘Iseng’ yang Berujung Ancaman 5 Tahun Penjara

Geger Hoaks AI Serigala di Korea Selatan: Lelucon ‘Iseng’ yang Berujung Ancaman 5 Tahun Penjara

Sinergi Pendidikan Tinggi dalam Pusaran Arus Global

Dunia kerja saat ini tidak lagi mengenal batasan geografis yang kaku, terutama di sektor digital. Kesadaran inilah yang mendasari IMDE untuk terus memperluas jejaring internasionalnya. Melalui kemitraan dengan Ngee Ann Polytechnic, kedua institusi bersepakat untuk mengintegrasikan berbagai program akademik yang dirancang secara komprehensif. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan pengalaman belajar yang melampaui kurikulum konvensional.

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah pengembangan program pertukaran wawasan dan kuliah tamu. Para ahli dari Singapura akan berbagi perspektif global mengenai tren teknologi digital terbaru, sementara tenaga pendidik dari Indonesia akan memberikan konteks mengenai kekayaan pasar dan budaya lokal yang sangat dinamis. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ruang diskusi yang inklusif dan progresif bagi seluruh civitas akademika.

Baca Juga

Misi Kemanusiaan Berujung Penahanan: Kronologi 7 Relawan WNI yang Dicegat Militer Israel di Perairan Internasional

Misi Kemanusiaan Berujung Penahanan: Kronologi 7 Relawan WNI yang Dicegat Militer Israel di Perairan Internasional

Tidak hanya itu, aspek penelitian bersama dan publikasi ilmiah juga menjadi prioritas. Dalam dunia akademik yang terus berkembang, riset yang dilakukan lintas negara memiliki nilai strategis yang lebih tinggi. Penelitian bersama ini nantinya tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi diharapkan dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata bagi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh industri saat ini.

Program Seat-In: Jendela Internasional bagi Mahasiswa

Salah satu inovasi menarik yang ditawarkan dalam kolaborasi ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program seat-in class atau kuliah singkat di kampus mitra. Mahasiswa IMDE akan merasakan atmosfer belajar di Singapura, baik secara daring maupun luring, dan begitu pula sebaliknya. Pengalaman ini dirancang untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dalam lingkungan belajar internasional yang multikultural.

Baca Juga

Kabar Baik Bagi Pekerja di Arab Saudi: Hak Cuti Haji Berbayar 15 Hari Resmi Diatur, Ini Syarat Lengkapnya

Kabar Baik Bagi Pekerja di Arab Saudi: Hak Cuti Haji Berbayar 15 Hari Resmi Diatur, Ini Syarat Lengkapnya

Program ini memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan rekan sebaya dari negara tetangga, bertukar ide, hingga membangun jaringan profesional sejak dini. Dalam ekosistem pendidikan tinggi yang modern, kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional merupakan salah satu soft skill paling berharga yang bisa dimiliki oleh seorang lulusan sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja.

Transformasi Kapasitas Dosen dan Kurikulum Berbasis Industri

Kerja sama strategis ini tidak hanya menyentuh lapisan mahasiswa, tetapi juga menyasar pengembangan kapasitas tenaga pendidik. Melalui metode joint teaching, para dosen dari kedua kampus akan berkolaborasi dalam mengampu mata kuliah tertentu. Pertukaran praktik terbaik (best practices) dalam proses belajar mengajar akan menjadi rutinitas baru yang memperkaya kualitas pedagogi di kedua institusi.

Baca Juga

Eskalasi di Pasifik Timur: Serangan Mematikan Militer AS Terhadap Kapal Kartel Menelan Korban Jiwa

Eskalasi di Pasifik Timur: Serangan Mematikan Militer AS Terhadap Kapal Kartel Menelan Korban Jiwa

Penyusunan kurikulum juga menjadi perhatian utama. Dengan melibatkan masukan dari Ngee Ann Polytechnic yang memiliki reputasi global, IMDE berupaya menyelaraskan materi pembelajarannya agar tetap relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Kurikulum yang disusun tidak hanya fokus pada teori, tetapi sangat menitikberatkan pada aplikasi praktis yang dibutuhkan oleh para pemain besar di sektor media dan kreatif.

Menjawab Tantangan Kecerdasan Buatan (AI)

Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, menekankan bahwa kolaborasi lintas negara kini menjadi sebuah keniscayaan, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Menurutnya, perguruan tinggi yang bergerak di bidang industri kreatif tidak boleh menutup mata terhadap revolusi teknologi ini. AI telah mengubah cara konten diproduksi, didistribusikan, hingga dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“Di era digital dan AI sekarang ini, kolaborasi antara kampus secara lintas negara akan mempercepat proses kreatif dan tata kelolanya yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Totok dalam sambutannya. Ia meyakini bahwa dengan menggabungkan keunggulan teknis dari Singapura dan kekayaan konten kreatif dari Indonesia, proses inovasi akan berjalan jauh lebih cepat. Kerja sama ini menjadi wadah untuk bereksperimen dengan teknologi baru dalam kerangka akademik yang terukur.

Proyek Kolaboratif: Dari Sinema Hingga Kesehatan Mental

Lebih jauh, IMDE yang berada di bawah naungan ekosistem industri EMTEK tengah menjajaki berbagai proyek konkret bersama Ngee Ann Polytechnic. Salah satu yang paling dinantikan adalah proyek produksi film bersama. Proyek ini akan melibatkan mahasiswa dari kedua negara dalam seluruh proses produksi, mulai dari penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga tahap pasca-produksi. Ini adalah kesempatan langka bagi mahasiswa untuk merasakan standar produksi film internasional.

Selain bidang kreatif, kolaborasi ini juga menyentuh aspek sosial melalui rencana penyelenggaraan lokakarya kesehatan mental bagi tenaga kesehatan. Langkah ini menunjukkan bahwa sinergi pendidikan ini memiliki kepedulian yang luas terhadap isu-isu kemanusiaan. Penggabungan keahlian komunikasi digital dari IMDE dan pengalaman Ngee Ann Polytechnic dalam mengelola program pelatihan diharapkan mampu menghasilkan lokakarya yang berdampak signifikan bagi para pejuang di garda terdepan kesehatan.

Asia Tenggara sebagai Pusat Gravitasi Kreatif

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Lim Kok Kiang menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi besar Ngee Ann Polytechnic untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mereka terhadap kawasan Asia Tenggara. Ia melihat kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dengan potensi industri kreatif yang luar biasa besar.

Prof. Lim menilai bahwa kekayaan budaya yang dimiliki oleh negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, adalah modal utama untuk menghasilkan karya-karya kreatif berkelas dunia. “Kalau mereka yang muda ini bergaul dengan baik, maka masa depan kawasan ini akan semakin baik,” ungkapnya optimis. Menurutnya, interaksi antar-mahasiswa akan membangun rasa saling pengertian dan solidaritas yang kuat di antara calon pemimpin masa depan di kawasan ASEAN.

Menuju Ekosistem Pendidikan ASEAN yang Terintegrasi

Kemitraan antara IMDE dan Ngee Ann Polytechnic mencerminkan tren positif penguatan jejaring internasional di kalangan perguruan tinggi ASEAN. Melalui integrasi pendidikan, riset, dan keterlibatan industri, diharapkan tercipta sebuah ekosistem yang mampu membekali mahasiswa dengan pengalaman lintas negara yang nyata. Hal ini sejalan dengan tuntutan dunia kerja global yang menginginkan lulusan dengan profil multitalenta, adaptif, dan memiliki wawasan internasional yang luas.

Dengan resminya kerja sama ini, IMDE kembali membuktikan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga diakui oleh mitra-mitra strategis di luar negeri. Masa depan industri kreatif Indonesia kini tampak lebih cerah dengan adanya sinergi yang kuat antara pendidikan dan industri, yang diperkuat oleh jembatan kolaborasi internasional yang kokoh.

Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *