Pasca Gempa Palu M 6,7: Pertamina Jamin Distribusi BBM dan LPG di Sulawesi Tetap Berjalan Normal

Rizky Pratama | InfoNanti
16 Jun 2026, 14:54 WIB
Pasca Gempa Palu M 6,7: Pertamina Jamin Distribusi BBM dan LPG di Sulawesi Tetap Berjalan Normal

InfoNanti — Di tengah kekhawatiran masyarakat pasca guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang melanda Kota Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026), sebuah kepastian hadir dari sektor vital energi. PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas distribusi energi di wilayah terdampak guna memastikan pelayanan publik tidak terganggu.

Langkah sigap ini diambil untuk menjawab kegelisahan warga mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang seringkali menjadi isu krusial setiap kali bencana alam melanda. Melalui pemantauan intensif, Pertamina mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, seluruh infrastruktur energi di Sulawesi Tengah dan sekitarnya masih berdiri kokoh dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga

Transformasi Besar 180 BUMN: Strategi Dony Oskaria Menjaga Hak Pegawai di Tengah Badai Restrukturisasi

Transformasi Besar 180 BUMN: Strategi Dony Oskaria Menjaga Hak Pegawai di Tengah Badai Restrukturisasi

Respon Cepat Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa operasional di lapangan tetap berjalan stabil. Sesaat setelah getaran gempa dirasakan, tim teknis langsung dikerahkan untuk memeriksa tangki penyimpanan, pipa penyaluran, hingga sarana dermaga di Fuel Terminal yang ada di wilayah Sulawesi.

“Terkait informasi gempa yang terjadi di wilayah Palu dan sekitarnya, kami di tim internal InfoNanti telah mendapatkan konfirmasi resmi bahwa seluruh infrastruktur energi dalam kondisi aman dan tetap beroperasi secara normal,” ungkap Lilik dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa protokol keamanan perusahaan telah dijalankan dengan sangat ketat untuk mengantisipasi potensi kerusakan sekecil apa pun.

Baca Juga

Goncangan Rupiah Tembus Rp 17.500: Menkeu Purbaya Dorong Intervensi Pasar Obligasi dan Mandat Penuh Bank Indonesia

Goncangan Rupiah Tembus Rp 17.500: Menkeu Purbaya Dorong Intervensi Pasar Obligasi dan Mandat Penuh Bank Indonesia

Hingga laporan ini disusun, tidak ditemukan kerusakan signifikan pada fasilitas distribusi maupun sarana pendukung lainnya. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan LPG dan BBM untuk mobilitas maupun kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Ketersediaan Stok Energi di Wilayah Terdampak

Selain kondisi infrastruktur yang stabil, Pertamina juga menjamin bahwa ketersediaan stok energi untuk wilayah Sulawesi dalam posisi yang sangat mencukupi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebih karena rantai distribusi dipastikan tidak mengalami kendala berarti.

Lilik menjelaskan bahwa stok BBM, mulai dari Pertalite, Pertamax, hingga Solar, serta stok gas LPG 3 kg maupun non-subsidi, telah dipetakan untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa hari ke depan secara berkelanjutan. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan, terus dilakukan secara simultan.

Baca Juga

Rupiah Mengganas! Tembus Level Psikologis 17.900 per Dolar AS di Tengah Dinamika Fiskal Global

Rupiah Mengganas! Tembus Level Psikologis 17.900 per Dolar AS di Tengah Dinamika Fiskal Global

“Distribusi energi tetap berjalan lancar dan kami terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan masyarakat tetap optimal dan tidak ada kendala di lapangan,” tambahnya. Monitoring secara real-time juga dilakukan melalui pusat kontrol energi untuk memastikan setiap SPBU dan pangkalan LPG tetap menerima pasokan tepat waktu.

Analisis BMKG: Mekanisme Gempa dan Aktivitas Susulan

Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa yang mengguncang Palu memiliki karakteristik yang perlu diwaspadai. Dengan kekuatan Magnitudo 6,7, pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer. Hal inilah yang menyebabkan guncangan terasa sangat kuat di permukaan tanah.

Baca Juga

Mengubah Limbah Panas Jadi Energi: Kesepakatan Tarif PLTP Lahendong 15 MW Resmi Dikantongi

Mengubah Limbah Panas Jadi Energi: Kesepakatan Tarif PLTP Lahendong 15 MW Resmi Dikantongi

Hingga pukul 12.00 WIB di hari kejadian, BMKG mencatat telah terjadi setidaknya 20 aktivitas gempa susulan atau aftershock. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam jumpa pers resminya menyebutkan bahwa magnitudo terbesar dari gempa susulan tersebut mencapai angka 5,1.

“Hasil monitoring kami menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan yang cukup intens. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama bagi mereka yang berada di bangunan yang sudah menunjukkan keretakan akibat guncangan pertama,” jelas Nelly. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau yang dikenal dalam istilah geologi sebagai normal fault.

Dampak Intensitas Guncangan di Berbagai Wilayah

Dampak guncangan gempa kali ini dirasakan sangat luas di wilayah Sulawesi Tengah. Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), intensitas tertinggi tercatat di Kabupaten Sigi yang mencapai skala VII MMI. Pada level ini, kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan dengan konstruksi yang kurang baik sangat mungkin terjadi.

Sementara itu, wilayah lain seperti Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso merasakan guncangan dengan intensitas VI MMI. Di wilayah Parigi Moutong dan Banawa Selatan, guncangan berada di skala V MMI, sedangkan di wilayah Sindue, Balaisang, hingga Masamba tercatat pada skala IV MMI.

Guncangan hebat ini tidak hanya terbatas di Sulawesi Tengah. Laporan dari tim lapangan InfoNanti menunjukkan bahwa getaran juga dirasakan hingga ke Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Warga di Mamuju, Pinrang, hingga Kota Gorontalo sempat berhamburan keluar rumah karena durasi getaran yang cukup lama dan terasa mengayun.

Pentingnya Ketahanan Infrastruktur Energi Saat Bencana

Keberhasilan Pertamina dalam menjaga infrastruktur energi tetap berfungsi pasca gempa merupakan bukti dari pentingnya standar pembangunan bangunan tahan gempa di zona rawan. Mengingat Palu berada di jalur sesar aktif, ketahanan fasilitas distribusi BBM dan LPG menjadi faktor penentu dalam mempercepat proses pemulihan pasca bencana.

Energi adalah urat nadi bagi tim penyelamat, medis, dan transportasi logistik bantuan. Oleh karena itu, kestabilan operasional di Fuel Terminal dan Depot LPG menjadi prioritas utama dalam manajemen krisis yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga.

Langkah Antisipasi Bagi Masyarakat

Pertamina dan pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan resmi dari BPBD dan BMKG. Hindari mempercayai berita bohong atau hoaks yang seringkali beredar sesaat setelah bencana, terutama mengenai isu kelangkaan BBM yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan energi atau ingin melaporkan kendala distribusi di wilayahnya, dapat menghubungi pusat layanan pelanggan Pertamina. Tim kesiagaan bencana akan terus bersiaga selama masa tanggap darurat ini untuk memastikan roda ekonomi dan aktivitas sosial di Sulawesi tetap berputar meski di bawah bayang-bayang aktivitas tektonik.

Kesigapan dalam menjaga pasokan energi pasca gempa Palu ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga, sehingga proses normalisasi kehidupan masyarakat dapat berlangsung lebih cepat tanpa terkendala urusan bahan bakar.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *