Kebangkitan Sang Robot: Bigetron by Vitality Resmi Rajai MPL ID S17 Usai Libas Onic dengan Performa Dominan

Dewi Lestari | InfoNanti
14 Jun 2026, 22:53 WIB
Kebangkitan Sang Robot: Bigetron by Vitality Resmi Rajai MPL ID S17 Usai Libas Onic dengan Performa Dominan

InfoNanti — Panggung megah kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) kasta tertinggi di Indonesia, MPL ID Season 17, akhirnya mencapai puncaknya dengan sebuah drama yang memukau. Tim kebanggaan para Troopers, Bigetron by Vitality (BTR), secara resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa baru jagat kompetisi setelah berhasil menumbangkan sang rival berat, Onic Esports, di babak Grand Final yang berlangsung penuh ketegangan. Performa luar biasa dari skuad berjuluk Robot Merah ini tidak hanya sekadar kemenangan biasa, melainkan sebuah pernyataan dominasi total dengan skor akhir yang mencolok, 4-1.

Dominasi Awal yang Menggetarkan Land of Dawn

Sejak peluit pertama di game pembuka ditiupkan, Bigetron by Vitality langsung menunjukkan taringnya. Skuad yang digawangi oleh kombinasi maut Nnael, Shogun, Morenooo, Finn, dan Emann ini seolah tidak memberikan ruang bernapas bagi para pemain Onic. Agresivitas yang mereka tunjukkan bukan tanpa perhitungan; setiap pergerakan terasa sangat disiplin dan sinkron.

Baca Juga

YouTube Terancam Blokir: Komdigi Beri Rapor Merah ke Google Soal Aturan Perlindungan Anak

YouTube Terancam Blokir: Komdigi Beri Rapor Merah ke Google Soal Aturan Perlindungan Anak

Nnael, yang bertindak sebagai ujung tombak, langsung mengambil inisiatif besar dalam perebutan objektif di Land of Dawn. Momentum krusial terjadi saat perebutan Turtle pertama, di mana koordinasi apik dari BTR berhasil memukul mundur Onic. Tak berhenti di situ, BTR semakin berada di atas angin setelah sukses mengamankan first blood. Kehilangan poin pertama di awal laga membuat Onic tampak goyah dan kehilangan tempo permainan yang biasanya mereka kendalikan dengan rapi.

Onic, yang diperkuat oleh nama-nama besar seperti Kiboy, Kairi, Sanz, Lutpi, dan Kelra, sebenarnya mencoba untuk tetap tenang dan menjaga stabilitas permainan. Namun, tekanan konstan dari lini tengah yang dikomandoi Morenooo membuat sang Raja Langit sulit mencari celah untuk melakukan counter-attack. Dominasi Nnael dan Shogun di area jungle menjadi momok menakutkan, memaksa Onic harus bermain defensif di dalam area mereka sendiri. Game pertama pun berakhir singkat di menit ke-12 untuk keunggulan BTR 1-0.

Baca Juga

Eksklusif Hands-on Huawei Watch Fit 5 Series: Revolusi Smartwatch Fashionable dengan Sentuhan Teknologi AI Masa Depan

Eksklusif Hands-on Huawei Watch Fit 5 Series: Revolusi Smartwatch Fashionable dengan Sentuhan Teknologi AI Masa Depan

Strategi Matang dan Penguasaan Map yang Sempurna

Memasuki game kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Bigetron Esports seolah sudah memegang kunci untuk mematikan pergerakan Kairi. Dengan strategi early game yang sangat agresif, mereka kembali mengamankan Turtle dan objektif penting lainnya. Kiboy dkk sempat mencoba memberikan perlawanan melalui team fight yang lebih terorganisir di area tengah, namun keunggulan gold yang sudah terlampau jauh membuat Onic kesulitan membalikkan keadaan.

Kematangan mental para pemain BTR terlihat jelas saat memasuki fase late game. Mereka tidak terburu-buru melakukan siege ke arah base lawan. Sebaliknya, BTR memecah fokus Onic dengan melakukan tekanan simultan di dua lane yang berbeda. Strategi ini terbukti ampuh; fokus Onic terpecah, dan satu per satu pemain mereka tumbang dalam duel-duel kecil. Skor pun berubah menjadi 2-0, membuat posisi Onic semakin terhimpit.

Baca Juga

Gebrakan PP TUNAS: TikTok Sapu Bersih 780 Ribu Akun Anak, Komdigi Beri Ultimatum Platform Lain

Gebrakan PP TUNAS: TikTok Sapu Bersih 780 Ribu Akun Anak, Komdigi Beri Ultimatum Platform Lain

Onic di Ujung Tanduk dan Titik Balik Game Keempat

Game ketiga menjadi ujian mental sesungguhnya bagi kedua tim. Onic yang sudah tertinggal dua poin bermain jauh lebih hati-hati. Mereka mencoba memperlambat tempo dan lebih fokus pada pengamanan objektif. Strategi ini sempat membuahkan hasil ketika mereka berhasil mengamankan dua Turtle berturut-turut. Namun, malapetaka bagi Onic terjadi pada menit ke-11 dalam sebuah perebutan Lord yang sangat intens.

Dalam duel besar di area Lord tersebut, Bigetron by Vitality menunjukkan kelasnya sebagai calon juara. Meskipun kalah dari segi jumlah Turtle di awal, mereka menang telak dalam hal damage output saat team fight besar. Onic dipaksa mundur dengan kerugian besar setelah kehilangan tiga pemain utamanya. Tanpa hambatan berarti, BTR menyapu bersih pertahanan Onic dan mengubah skor menjadi 3-0. Satu kemenangan lagi, dan trofi akan jatuh ke tangan mereka.

Baca Juga

Gebrakan Baru Blibli: Hadirkan Hakii, Revolusi Audio Sport dengan Teknologi Open-Ear di Indonesia

Gebrakan Baru Blibli: Hadirkan Hakii, Revolusi Audio Sport dengan Teknologi Open-Ear di Indonesia

Namun, semangat pantang menyerah khas Onic Esports sempat muncul di game keempat. Menolak untuk menyerah begitu saja, sang Raja Langit memberikan perlawanan paling sengit sepanjang seri. Meski ditekan habis-habisan sejak menit awal, sebuah momen pencurian Lord yang spektakuler pada menit ke-14 menjadi titik balik. Dengan bantuan Lord tersebut, Onic melakukan push masif ke arah base BTR dan berhasil memperpanjang nafas mereka. Skor pun berubah menjadi 3-1.

Penobatan Sang Juara: Bigetron by Vitality Mengangkat Trofi

Asa yang sempat tumbuh di kubu Onic ternyata segera dipadamkan oleh keganasan sang Robot Merah di game kelima. Belajar dari kesalahan di game sebelumnya, BTR tampil jauh lebih disiplin dan tidak membiarkan sedikit pun celah bagi Onic untuk mencuri momentum. Pergerakan Kairi yang biasanya lincah berkali-kali berhasil dipatahkan oleh crowd control yang tepat sasaran dari Finn dan Shogun.

Dominasi map sepenuhnya berada di bawah kendali Bigetron. Sejak menit ke-10, tekanan menuju base Onic sudah tidak terbendung lagi. Gempuran demi gempuran yang dilancarkan Nnael dkk akhirnya meruntuhkan pertahanan terakhir sang Raja Langit. Dengan tumbangnya crystal base Onic, Bigetron by Vitality resmi menutup Grand Final MPL ID S17 dengan skor kemenangan 4-1. Sorak sorai pendukung pun pecah mengiringi momen bersejarah saat sang Robot Merah mengangkat trofi supremasi tertinggi Mobile Legends Indonesia.

Misi Besar Menuju MSC 2026

Kemenangan ini bukan sekadar gelar juara bagi Bigetron by Vitality, melainkan tiket emas menuju panggung internasional yang lebih bergengsi. Sebagai juara dan runner-up, baik BTR maupun Onic berhak menjadi wakil Indonesia di ajang MSC 2026. Tantangan yang lebih besar sudah menanti di depan mata, di mana mereka akan berhadapan dengan tim-tim terbaik dari seluruh dunia.

Format MPL ID Season 17 tahun ini memang dirancang untuk menyaring tim-tim dengan ketahanan mental terbaik. Menggunakan sistem hybrid elimination, kompetisi ini memberikan ruang bagi tim untuk terus berkembang. Babak playoff yang menggunakan sistem double elimination di ronde kedua terbukti mampu menghadirkan drama dan persaingan yang sehat, di mana setiap tim harus benar-benar konsisten jika ingin melaju ke Grand Final.

Bagi Bigetron by Vitality, ini adalah awal dari era baru. Dengan komposisi pemain yang solid dan strategi yang visioner, mereka telah membuktikan bahwa dominasi bisa diraih melalui kerja keras dan kedisiplinan tinggi. Kini, seluruh mata pecinta esports tanah air akan tertuju pada mereka, berharap sang Robot Merah mampu membawa pulang prestasi gemilang dari kancah internasional.

Turnamen MPL ID musim ini sekali lagi membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu kiblat terkuat dalam dunia kompetitif Mobile Legends. Pertarungan antara Bigetron dan Onic bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang kualitas sportivitas dan kemajuan industri esports yang kian profesional dari tahun ke tahun.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Fokus pada teknologi dan AI, aktif mengikuti perkembangan inovasi global.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *