Harga Emas Pegadaian Melonjak Drastis 13 Juni 2026: Analisis Lengkap Antam, UBS, dan Galeri24 Saat Gejolak Pasar Global

Rizky Pratama | InfoNanti
13 Jun 2026, 12:52 WIB
Harga Emas Pegadaian Melonjak Drastis 13 Juni 2026: Analisis Lengkap Antam, UBS, dan Galeri24 Saat Gejolak Pasar Global

InfoNanti — Menutup pekan kedua di bulan Juni 2026, para investor logam mulia di tanah air disambut dengan kabar kejutan dari meja perdagangan komoditas. Meski pasar internasional tengah dibayangi ketidakpastian, PT Pegadaian (Persero) secara resmi mengumumkan kenaikan harga yang cukup signifikan untuk seluruh lini produk emasnya. Perdagangan pada Sabtu, 13 Juni 2026, mencatatkan tren positif di mana harga emas Antam, UBS, hingga Galeri24 kompak merangkak naik, memberikan angin segar bagi mereka yang telah mengoleksi aset aman ini sejak jauh hari.

Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang sangat cair. Berdasarkan pantauan tim redaksi InfoNanti, lonjakan harga ini merefleksikan daya tahan emas sebagai instrumen investasi aman di tengah ancaman inflasi yang masih menghantui ekonomi global. Bagi masyarakat yang rutin memantau pergerakan harga melalui laman Sahabat Pegadaian, perubahan angka pada papan harga hari ini menjadi sinyal penting untuk menentukan langkah strategis berikutnya, apakah akan menambah portofolio atau justru melakukan aksi ambil untung.

Baca Juga

Dampak Kecelakaan Hebat di Bekasi Timur, Layanan KRL Cikarang Lumpuh Total Hari Ini

Dampak Kecelakaan Hebat di Bekasi Timur, Layanan KRL Cikarang Lumpuh Total Hari Ini

Rincian Kenaikan Harga: Antam Memimpin di Puncak

Jika kita membedah lebih dalam, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang lebih dikenal dengan Antam tetap menjadi primadona dengan posisi harga tertinggi. Harga emas Antam hari ini tercatat berada di level Rp 2.818.000 per gram. Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup terasa dibandingkan harga sebelumnya yang bertengger di Rp 2.797.000 per gram. Dominasi Antam di pasar Pegadaian memang tak tergoyahkan, terutama karena likuiditasnya yang tinggi dan kepercayaan masyarakat yang sudah terbangun puluhan tahun.

Tak mau ketinggalan, emas rilisan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) juga menunjukkan taji. Harga emas UBS melonjak ke posisi Rp 2.709.000 per gram, naik dari harga penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp 2.676.000 per gram. Sementara itu, brand internal Pegadaian, yakni Galeri24, juga mencatatkan kenaikan harga menjadi Rp 2.696.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.663.000 per gram. Fenomena kenaikan serentak ini mempertegas bahwa permintaan domestik terhadap logam mulia tetap solid meskipun harga per gramnya kini telah menyentuh level psikologis baru yang cukup tinggi.

Baca Juga

Aturan Baru Restitusi Pajak: Hak Wajib Pajak Terjamin, Pengawasan Diperketat

Aturan Baru Restitusi Pajak: Hak Wajib Pajak Terjamin, Pengawasan Diperketat

Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian 13 Juni 2026

Untuk memudahkan Anda merencanakan anggaran investasi, berikut adalah rincian lengkap harga emas di Pegadaian berdasarkan ukuran dan produsennya:

1. Emas Antam (Tersedia hingga 100 Gram)

  • 0,5 gram: Rp 1.462.000
  • 1 gram: Rp 2.818.000
  • 2 gram: Rp 5.573.000
  • 3 gram: Rp 8.333.000
  • 5 gram: Rp 13.853.000
  • 10 gram: Rp 27.649.000
  • 25 gram: Rp 68.991.000
  • 50 gram: Rp 137.899.000
  • 100 gram: Rp 275.717.000

2. Emas UBS (Tersedia hingga 500 Gram)

  • 0,5 gram: Rp 1.464.000
  • 1 gram: Rp 2.709.000
  • 2 gram: Rp 5.376.000
  • 5 gram: Rp 13.283.000
  • 10 gram: Rp 26.426.000
  • 25 gram: Rp 65.936.000
  • 50 gram: Rp 131.600.000
  • 100 gram: Rp 263.097.000
  • 250 gram: Rp 657.549.000
  • 500 gram: Rp 1.313.545.000

3. Emas Galeri24 (Tersedia hingga 1.000 Gram)

  • 0,5 gram: Rp 1.414.000
  • 1 gram: Rp 2.696.000
  • 2 gram: Rp 5.326.000
  • 5 gram: Rp 13.219.000
  • 10 gram: Rp 26.368.000
  • 25 gram: Rp 65.563.000
  • 50 gram: Rp 131.022.000
  • 100 gram: Rp 261.915.000
  • 250 gram: Rp 653.178.000
  • 500 gram: Rp 1.306.354.000
  • 1.000 gram: Rp 2.612.707.000

Kontradiksi Pasar: Mengapa Harga Lokal Naik Saat Global Tertekan?

Menarik untuk mencermati adanya divergensi antara harga domestik dan global. Di pasar spot internasional, harga emas sebenarnya cenderung stabil namun berada dalam tren penurunan mingguan sekitar 2,4%, bertengger di level US$ 4.225,73 per ounce. Tekanan global ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang diprediksi akan tetap tinggi atau bahkan mengalami kenaikan lebih lanjut.

Baca Juga

Panduan Lengkap Rekrutmen Mitra Statistik BPS untuk Sensus Ekonomi 2026: Syarat, Jadwal, dan Prosedur Pendaftaran

Panduan Lengkap Rekrutmen Mitra Statistik BPS untuk Sensus Ekonomi 2026: Syarat, Jadwal, dan Prosedur Pendaftaran

Lantas, mengapa harga di Pegadaian justru naik? Ada beberapa faktor naratif yang bisa menjelaskan hal ini. Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seringkali menjadi variabel penentu yang sangat dominan. Ketika mata uang domestik melemah, harga emas dalam rupiah otomatis terkerek naik meski harga spot dunia melandai. Kedua, adanya jeda waktu (time lag) antara pergerakan pasar global dengan penyesuaian harga di gerai retail seperti Pegadaian seringkali menciptakan peluang kenaikan harga secara lokal.

Analisis Kebijakan The Fed dan Bayang-bayang Inflasi

Fokus dunia saat ini tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni mendatang. Ini akan menjadi momen bersejarah karena merupakan rapat perdana di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan Warsh membuat investor cenderung bersikap defensif dan memilih emas sebagai pelindung nilai.

Baca Juga

Harga Emas Terjun Bebas: Rekor Data Ketenagakerjaan AS dan Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Harga Emas Terjun Bebas: Rekor Data Ketenagakerjaan AS dan Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Peter Grant, seorang Senior Metals Strategist di Zaner Metals, memberikan pandangan yang cukup tajam. Menurutnya, inflasi masih akan menjadi musuh utama yang sulit ditundukkan. Walaupun ada sentimen penurunan harga minyak dunia, Grant menilai skeptisisme pasar terhadap penurunan inflasi masih sangat tinggi. Data ekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa harga produsen pada Mei naik melampaui ekspektasi, sementara inflasi konsumen tetap membandel di atas level 4%. Kondisi inilah yang membuat daya tarik emas batangan sebagai lindung nilai (hedging) tetap kuat di mata pelaku pasar global dan domestik.

Faktor Geopolitik: Isu Memorandum AS-Iran

Selain faktor ekonomi makro, tensi geopolitik juga memainkan peran krusial. Muncul laporan spekulatif mengenai potensi penandatanganan memorandum antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan konflik di kawasan Teluk. Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud di Jenewa, harga minyak dunia diprediksi akan turun signifikan. Secara teori, turunnya harga minyak dapat meredam inflasi dan mengurangi kebutuhan investor terhadap emas.

Namun, bantahan dari kantor berita Fars Iran menunjukkan bahwa proses negosiasi masih sangat alot dan penuh ketidakpastian. Selama perdamaian absolut belum tercapai di kawasan tersebut, premi risiko pada harga emas akan tetap ada. Investor cenderung mengabaikan rumor dan lebih memilih memegang aset nyata hingga situasi benar-benar kondusif. Hal inilah yang terus memberikan dukungan bagi harga emas untuk tetap bertahan di level tinggi seperti yang kita saksikan di Pegadaian hari ini.

Tips Strategi Investasi di Tengah Harga Tinggi

Menghadapi harga emas yang kini berada di kisaran Rp 2,7 juta hingga Rp 2,8 juta per gram, apa yang sebaiknya dilakukan oleh investor pemula maupun berpengalaman? Berikut adalah beberapa rekomendasi dari InfoNanti:

  1. Gunakan Metode Dollar Cost Averaging: Jangan membeli emas dalam jumlah besar sekaligus saat harga sedang naik. Belilah secara bertahap dalam jumlah kecil secara konsisten untuk meratakan biaya perolehan (average cost).
  2. Diversifikasi Brand: Antam memang memiliki prestige tinggi, namun UBS dan Galeri24 menawarkan harga yang lebih kompetitif dengan nilai jual kembali yang juga terjamin di Pegadaian.
  3. Pantau Kurs Rupiah: Perhatikan pergerakan nilai tukar, karena seringkali harga emas domestik lebih dipengaruhi oleh kurs dibandingkan harga emas spot dunia.
  4. Fokus pada Jangka Panjang: Emas bukanlah instrumen untuk mencari keuntungan cepat (trading). Emas adalah alat untuk menjaga daya beli kekayaan Anda dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.

Sebagai kesimpulan, kenaikan harga emas di Pegadaian pada 13 Juni 2026 ini merupakan cerminan dari kompleksitas ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Baik Anda memilih Antam, UBS, maupun Galeri24, pastikan setiap keputusan investasi didasarkan pada riset yang mendalam dan manajemen risiko yang baik. Tetap pantau berita ekonomi terbaru hanya di InfoNanti untuk mendapatkan panduan investasi yang akurat dan terpercaya.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *