Update Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terjebak di Zona Merah, Monero Justru Meroket

Andi Saputra | InfoNanti
11 Jun 2026, 08:51 WIB
Update Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terjebak di Zona Merah, Monero Justru Meroket

InfoNanti — Di tengah dinamika pasar keuangan digital yang terus bergejolak, pergerakan harga kripto pada perdagangan hari ini menunjukkan tren yang cenderung lesu. Mayoritas aset digital berkapitalisasi pasar besar terpantau mengalami koreksi, meninggalkan para investor dalam posisi waspada. Berdasarkan pantauan tim redaksi kami, dominasi warna merah menghiasi papan perdagangan, mencerminkan adanya aksi ambil untung maupun sikap menunggu (wait and see) dari para pelaku pasar global.

Dominasi Bitcoin yang Masih Tertekan

Bitcoin (BTC), sebagai raja dari segala aset kripto, terpantau masih memimpin pasar dari sisi kapitalisasi yang mencapai angka fantastis US$ 1,23 triliun. Namun, besarnya kapitalisasi tersebut tidak lantas membuat BTC imun terhadap koreksi. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, harga Bitcoin nangkring di level US$ 61.464,66, mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,33%.

Baca Juga

Waspada! Mantan CTO Ripple David Schwartz Bongkar Skema Penipuan XRP Masif yang Mengintai Investor

Waspada! Mantan CTO Ripple David Schwartz Bongkar Skema Penipuan XRP Masif yang Mengintai Investor

Meskipun penurunannya tidak terlalu dalam, pergerakan BTC tetap menjadi kompas utama bagi investasi digital lainnya. Para analis berpendapat bahwa koreksi ini merupakan fase konsolidasi yang wajar setelah mengalami reli panjang. Tekanan jual di level psikologis tertentu memaksa Bitcoin untuk sedikit menarik diri sebelum mencoba menembus level resistensi berikutnya.

Ethereum dan Ekosistem Smart Contract yang Melandai

Kondisi yang serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH). Sebagai platform smart contract terbesar di dunia, ETH menempati posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 195,31 miliar. Sayangnya, performa ETH dalam 24 jam terakhir sedikit lebih mengecewakan dibandingkan Bitcoin. Harga ETH meluncur turun sebesar 0,97% dan kini diperdagangkan di kisaran US$ 1.619,37.

Baca Juga

Gebrakan Bitmine Borong Ethereum Rp 2,55 Triliun: Sinyal Kuat Kebangkitan Pasar Kripto?

Gebrakan Bitmine Borong Ethereum Rp 2,55 Triliun: Sinyal Kuat Kebangkitan Pasar Kripto?

Pelemahan ini memberikan dampak berantai pada berbagai proyek yang berjalan di atas jaringan Ethereum. Investor tampak mulai mempertimbangkan efisiensi biaya gas dan kecepatan transaksi, yang seringkali menjadi bahan evaluasi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Meski demikian, fundamental Ethereum tetap dianggap kokoh oleh banyak pengamat jangka panjang.

Stablecoin Menjadi Pelabuhan di Tengah Badai

Saat pasar sedang bergejolak, instrumen stablecoin seringkali menjadi pilihan aman bagi para trader untuk mengamankan nilai aset mereka. Tether (USDT) masih kokoh di peringkat ketiga dengan kapitalisasi pasar US$ 186,82 miliar. Harganya relatif stabil di angka US$ 0,9990 dengan volatilitas yang sangat minim, yakni hanya turun 0,03%.

Menariknya, USD Coin (USDC) justru menunjukkan perlawanan dengan mencatat kenaikan tipis sebesar 0,01% ke level US$ 0,9997. Fenomena ini menunjukkan adanya aliran dana yang masuk ke dalam mata uang digital berbasis dolar sebagai langkah mitigasi risiko. Kapitalisasi pasar USDC yang mencapai US$ 74,95 miliar menempatkannya di posisi kelima, menggeser beberapa aset volatil lainnya.

Baca Juga

Langkah Strategis Coinbase: Menguasai Likuiditas di Hyperliquid Melalui Pengelolaan Treasury USDC

Langkah Strategis Coinbase: Menguasai Likuiditas di Hyperliquid Melalui Pengelolaan Treasury USDC

Nasib BNB, XRP, dan Solana yang Tergerus

Di jajaran sepuluh besar, BNB milik ekosistem Binance harus rela turun 1,05% ke harga US$ 586,04. Dengan kapitalisasi pasar US$ 78,93 miliar, BNB tetap menjadi salah satu aset utilitas yang paling banyak dipantau. Namun, tekanan dari sentimen regulasi global nampaknya masih membayangi pergerakan harga koin ini.

Koreksi yang lebih tajam justru terlihat pada XRP. Aset kripto yang sering dikaitkan dengan solusi pembayaran lintas batas ini turun cukup dalam sebesar 3,54% menjadi US$ 1,09. Penurunan ini cukup kontras mengingat sebelumnya XRP sempat mendapatkan momentum positif. Sementara itu, Solana (SOL) yang dikenal dengan kecepatan transaksinya juga terperosok 2,97% ke level US$ 62,99, menjadikannya salah satu aset yang paling terdampak oleh sentimen negatif pasar hari ini.

Baca Juga

Bitcoin Tembus Rekor USD 77.000: Menguak Manuver Militer AS di Balik Lonjakan Drastis Kripto

Bitcoin Tembus Rekor USD 77.000: Menguak Manuver Militer AS di Balik Lonjakan Drastis Kripto

Tron dan Gempuran Meme Coin

Tron (TRX) menunjukkan ketangguhan yang sedikit lebih baik dibandingkan kompetitornya. Meskipun tetap berada di zona merah, pelemahannya hanya sebesar 0,48% dengan harga bertengger di US$ 0,3209. Di sisi lain, dunia meme coin yang biasanya penuh spekulasi juga sedang tidak baik-baik saja. Dogecoin (DOGE) turun 2,07% ke level US$ 0,08289.

Bahkan, aset yang belakangan populer seperti HYPE mencatatkan salah satu penurunan terdalam dalam daftar 15 besar. HYPE terkoreksi hingga 7,39%, memaksa harganya jatuh ke level US$ 53,40. Penurunan drastis ini menjadi peringatan bagi para spekulan mengenai tingginya risiko di balik teknologi blockchain yang bersifat sangat volatil.

Kejutan dari Monero: Oase di Tengah Padang Pasir

Di tengah lautan merah, Monero (XMR) muncul sebagai bintang utama. Secara mengejutkan, XMR melonjak signifikan sebesar 6,71% dalam 24 jam terakhir, mencapai harga US$ 331,80. Kenaikan ini membawa Monero menutup daftar 15 besar dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 6,17 miliar.

Banyak pengamat menilai bahwa kenaikan Monero didorong oleh meningkatnya permintaan akan privasi dalam transaksi digital. Di saat transparansi blockchain publik semakin ketat dipantau, aset dengan fitur privasi tinggi seperti XMR seringkali mendapatkan minat khusus dari segmen pasar tertentu. Keberhasilan Monero mencatat kenaikan di saat aset lain tumbang memberikan sinyal bahwa selalu ada peluang bagi investor yang jeli melihat rotasi modal.

Melihat Masa Depan Pasar Kripto

Melihat kondisi hari ini, jelas bahwa pasar kripto sedang berada dalam fase pengujian. Koreksi massal pada Bitcoin dan Ethereum menunjukkan bahwa pasar masih rentan terhadap tekanan makroekonomi maupun aksi profit taking skala besar. Namun, ketahanan stablecoin dan lonjakan aset seperti Monero memberikan gambaran bahwa likuiditas sebenarnya masih ada di dalam ekosistem, hanya saja berpindah tempat.

Bagi Anda yang ingin mendalami strategi investasi, penting untuk terus memantau pergerakan harga secara real-time dan tidak terbawa emosi (FOMO). Pasar kripto selalu menawarkan volatilitas dua arah; di mana ada koreksi, di situ biasanya muncul peluang untuk masuk kembali pada harga yang lebih kompetitif. Tetap pantau InfoNanti untuk mendapatkan kabar terbaru seputar dunia finansial dan teknologi digital masa kini.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *