Update Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Tertekan di Zona Merah, Altcoin Terpukul Sentimen Global

Andi Saputra | InfoNanti
17 Jun 2026, 08:51 WIB
Update Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Tertekan di Zona Merah, Altcoin Terpukul Sentimen Global

InfoNanti — Pergerakan pasar aset digital dalam 24 jam terakhir kembali menyuguhkan dinamika yang menantang bagi para investor. Mayoritas mata uang kripto utama terpantau terjebak dalam tren koreksi, menciptakan nuansa merah di berbagai papan bursa global. Bitcoin, sang raja aset kripto, gagal mempertahankan momentum penguatannya dan harus rela terseret turun, diikuti oleh barisan altcoin populer yang juga mengalami tekanan jual cukup signifikan.

Bitcoin Menghadapi Tekanan: Melemah di Bawah Bayang-Bayang Ketidakpastian

Berdasarkan pantauan data pasar terbaru, Bitcoin (BTC) masih memegang kendali sebagai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, mencapai angka fantastis US$ 1,32 triliun. Namun, angka kapitalisasi yang masif tersebut tidak menjamin BTC imun terhadap fluktuasi jangka pendek. Dalam kurun waktu satu hari terakhir, Bitcoin tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,76%, yang membawanya bertengger di level harga US$ 65.687,19.

Baca Juga

Paradoks Pasar 2026: Mengapa Bitcoin Gagal Terjang Reli S&P 500 dan Redup di Tengah Optimisme Global?

Paradoks Pasar 2026: Mengapa Bitcoin Gagal Terjang Reli S&P 500 dan Redup di Tengah Optimisme Global?

Koreksi tipis ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi atau mungkin sedang menguji level dukungan baru. Para analis melihat bahwa para pelaku pasar saat ini cenderung bersikap wait and see, mengingat adanya berbagai faktor makroekonomi dan geopolitik yang masih belum stabil. Meskipun ada harapan dari perkembangan hubungan internasional, nyatanya sentimen positif tersebut belum mampu memberikan dorongan yang cukup kuat bagi Bitcoin untuk menembus zona hijau yang lebih stabil.

Ethereum Menunjukkan Resiliensi di Tengah Badai

Di saat Bitcoin menunjukkan tanda-tanda kelelahan, Ether (ETH) yang merupakan aset kripto terbesar kedua justru menampilkan performa yang sedikit berbeda. Dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 216,65 miliar, ETH berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,32%, diperdagangkan pada level US$ 1.793,83. Hal ini mencerminkan adanya minat investor yang masih cukup solid terhadap ekosistem Ethereum, yang mungkin dipicu oleh optimisme terhadap pengembangan jaringan atau peningkatan adopsi aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Baca Juga

Badai Merah Melanda Pasar Kripto 5 Juni 2026: Bitcoin Terkoreksi Tajam, Zcash Alami ‘Flash Crash’ Terparah

Badai Merah Melanda Pasar Kripto 5 Juni 2026: Bitcoin Terkoreksi Tajam, Zcash Alami ‘Flash Crash’ Terparah

Kenaikan ETH yang terjadi secara independen terhadap koreksi Bitcoin memberikan sinyal menarik bahwa pasar kripto mulai menunjukkan korelasi yang bervariasi. Investor tampaknya mulai melakukan diversifikasi portofolio ke aset-aset yang memiliki fundamental kuat dan utilitas nyata di dalam ekosistem blockchain.

Surprise Market: Lonjakan Hyperliquid dan Kenaikan Stellar

Meskipun pasar secara keseluruhan terlihat lesu, selalu ada “permata” yang bersinar di tengah kegelapan. Hyperliquid (HYPE) menjadi bintang utama dalam periode perdagangan kali ini. Kripto ini mencatatkan lonjakan harga yang sangat impresif, meroket hingga 10,42% dalam waktu singkat. Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 18,66 miliar, HYPE kini diperdagangkan pada level US$ 73,66, menjadikannya aset dengan kinerja terbaik di jajaran 15 aset teratas.

Baca Juga

Mengenal Hedera (HBAR): Revolusi Teknologi Hashgraph yang Menggeser Dominasi Blockchain di Level Korporat Global

Mengenal Hedera (HBAR): Revolusi Teknologi Hashgraph yang Menggeser Dominasi Blockchain di Level Korporat Global

Selain HYPE, Stellar (XLM) juga berhasil mencuri perhatian. XLM menguat 2,73% dan kini berada di kisaran harga US$ 0,2191 dengan kapitalisasi pasar US$ 7,43 miliar. Kenaikan Stellar sering kali dikaitkan dengan efisiensi jaringan pembayarannya yang semakin diakui secara global. Fenomena ini membuktikan bahwa di tengah dominasi tren negatif, aset-aset dengan narasi spesifik dan perkembangan teknis tetap berpeluang memberikan profit bagi para pemiliknya.

Barisan Altcoin Utama yang Terkoreksi: BNB, XRP, dan Solana

Sayangnya, keberuntungan HYPE dan XLM tidak menular ke aset-aset besar lainnya. BNB, token asli dari ekosistem Binance, mencatat penurunan sebesar 1,83% ke posisi US$ 605,16. Penurunan ini cukup terasa mengingat peran BNB yang krusial dalam aktivitas perdagangan di salah satu bursa kripto terbesar di dunia tersebut. Sementara itu, XRP juga harus pasrah terkoreksi 1,65% ke level US$ 1,21.

Baca Juga

Misteri Satoshi Nakamoto: Menelusuri Jejak Sang Arsitek Anonim di Balik Revolusi Bitcoin

Misteri Satoshi Nakamoto: Menelusuri Jejak Sang Arsitek Anonim di Balik Revolusi Bitcoin

Solana (SOL), yang biasanya dikenal sangat volatil namun bertenaga, kali ini hanya mengalami penurunan tipis sebesar 0,11% di level US$ 73,73. Meskipun pelemahannya relatif kecil, hal ini tetap memberikan dampak pada sentimen keseluruhan pasar altcoin. Di sisi lain, TRON (TRX) juga ikut memerah dengan penurunan 0,59% ke posisi US$ 0,3166, mencerminkan kejenuhan pasar dalam jangka pendek.

Stablecoin: Benteng Pertahanan di Kala Volatilitas Tinggi

Dalam situasi pasar yang tidak menentu seperti saat ini, peranan stablecoin menjadi sangat vital sebagai tempat perlindungan nilai (safe haven). Tether (USDT) tetap stabil di peringkat ketiga dengan kapitalisasi pasar US$ 186,35 miliar, meskipun harganya sempat berfluktuasi tipis di level US$ 0,9989. Begitu pula dengan USD Coin (USDC) yang menjaga pasaknya di kisaran US$ 0,9996 dengan kapitalisasi pasar US$ 74,93 miliar.

Stabilitas koin-koin ini menunjukkan bahwa banyak investor yang memilih untuk memarkir dana mereka dalam bentuk tunai digital (stablecoin) sambil menunggu momen yang tepat untuk kembali masuk ke pasar. Fenomena ini sering kali terjadi sebelum pergerakan besar berikutnya, baik itu reli kenaikan maupun penurunan lebih lanjut.

Cardano Memimpin Penurunan di Jajaran Top 15

Tekanan terberat dalam sesi perdagangan kali ini dirasakan oleh pemegang Cardano (ADA). Kripto yang sering dipuji karena pendekatan akademisnya ini mencatatkan koreksi terdalam di kelompok 15 besar, yakni terjun sebesar 3,17% ke level US$ 0,1726. Penurunan tajam ini menunjukkan adanya aksi ambil untung atau mungkin berkurangnya kepercayaan jangka pendek di mata investor ritel.

Aset lain seperti ZEC dan Monero (XMR) juga tidak luput dari tekanan. ZEC melemah 1,76% ke level US$ 505,55, sementara XMR turun 1,40% ke level US$ 346,34. Memecoin populer, Dogecoin (DOGE), juga ikut terseret arus bawah dengan penurunan 1,13%, kini dihargai US$ 0,08713 per kepingnya.

Tantangan Keamanan dan Risiko Penipuan di Dunia Kripto

Di balik naik turunnya grafik harga, isu keamanan tetap menjadi perhatian utama yang tidak boleh diabaikan. Baru-baru ini, laporan mengenai kerugian yang dialami warga Amerika Serikat akibat penipuan melalui ATM Kripto mencapai angka yang mengejutkan, yakni sekitar Rp 5,9 triliun. Hal ini menjadi pengingat keras bahwa adopsi teknologi yang masif harus dibarengi dengan edukasi literasi keuangan yang mumpuni.

Penggunaan ATM Bitcoin memang menawarkan kemudahan transaksi fisik bagi pengguna kripto, namun di sisi lain, ia juga menjadi celah bagi para aktor jahat untuk melancarkan skema penipuan. Regulasi yang ketat dan pengawasan dari otoritas terkait menjadi kunci agar inovasi ini tidak disalahgunakan untuk merugikan masyarakat luas.

Analisis Geopolitik: Harapan Damai yang Belum Cukup Kuat

Salah satu narasi eksternal yang sempat berhembus adalah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun berita ini memberikan sedikit angin segar bagi pasar global, nyatanya hal tersebut belum mampu menjadi katalisator yang cukup untuk mendongkrak harga Bitcoin kembali ke rekor tertingginya. Hubungan antara stabilitas politik dunia dan harga aset kripto memang semakin erat, namun faktor ekonomi internal seperti inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral tampaknya masih memegang peranan yang jauh lebih dominan.

Sebagai kesimpulan, kondisi pasar hari ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya manajemen risiko. Volatilitas adalah karakteristik utama dari aset digital. Investor disarankan untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi dan tidak terburu-buru bereaksi terhadap fluktuasi harian yang terjadi di pasar aset digital.

Tetap pantau pembaruan terkini dan analisis mendalam mengenai dunia teknologi dan keuangan hanya di InfoNanti, sumber informasi terpercaya Anda untuk navigasi di masa depan digital.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *