Transformasi Besar Telkom Indonesia: Pangkas Puluhan Anak Usaha Demi Efisiensi, Begini Nasib Ribuan Karyawan di Masa Depan

Rizky Pratama | InfoNanti
09 Jun 2026, 08:53 WIB
Transformasi Besar Telkom Indonesia: Pangkas Puluhan Anak Usaha Demi Efisiensi, Begini Nasib Ribuan Karyawan di Masa Dep

InfoNanti — Langkah revolusioner tengah diambil oleh raksasa telekomunikasi tanah air, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Dalam upaya mempertajam fokus bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan berkode saham TLKM ini berencana melakukan perampingan besar-besaran pada struktur organisasinya. Dari semula puluhan entitas, Telkom menargetkan hanya akan menyisakan 19 anak usaha inti pada akhir tahun 2026 mendatang. Keputusan strategis ini tentu memicu tanda tanya besar di kalangan publik, terutama mengenai bagaimana nasib ribuan karyawan yang bernaung di bawah entitas-entitas yang terdampak restrukturisasi tersebut.

Babak Baru Reorganisasi Telkom Group

Proses perampingan atau yang sering disebut sebagai streamlining ini bukanlah sekadar langkah penghematan biasa. Ini adalah bagian dari visi besar untuk menjadikan Telkom sebagai strategic holding digital nasional yang lebih lincah dan kompetitif. Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, memberikan kepastian bahwa proses ini tidak akan mengabaikan aspek kemanusiaan, terutama terkait keberlangsungan karier para pekerjanya.

Baca Juga

Strategi Sumatera Barat Menjadi Episentrum Baru Jalur Kereta Api Trans-Sumatera

Strategi Sumatera Barat Menjadi Episentrum Baru Jalur Kereta Api Trans-Sumatera

Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Dony menegaskan bahwa strategi utama yang diambil adalah melalui proses merger dan konsolidasi. Dengan kata lain, perusahaan-perusahaan yang memiliki lini bisnis serupa akan dilebur menjadi satu entitas yang lebih besar dan kuat. Strategi ini secara otomatis akan menarik para karyawan dari perusahaan asal ke dalam entitas baru tersebut.

Menjawab Kekhawatiran Nasib Karyawan

Salah satu isu sensitif dalam setiap aksi korporasi besar adalah potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, manajemen menekankan bahwa dalam skema ini, fokus utamanya adalah penggabungan kekuatan. “Banyak terjadi konsolidasi. Misalnya di sektor fiber optik, beberapa perusahaan akan disatukan. Skalanya menjadi lebih besar, dan tentu saja karyawannya ikut bergabung di sana. Karena sifatnya mayoritas adalah merger, maka mereka tetap memiliki tempat bernaung,” jelas Dony Oskaria dengan nada optimis.

Baca Juga

Kabar Baik! Bahlil Lahadalia Pastikan Indonesia Lolos dari Masa Kritis Pasokan BBM dan LPG

Kabar Baik! Bahlil Lahadalia Pastikan Indonesia Lolos dari Masa Kritis Pasokan BBM dan LPG

Transformasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif. Dengan berkurangnya tumpang tindih peran antar anak usaha, karyawan diharapkan dapat lebih fokus pada pencapaian target-target transformasi digital yang telah dicanangkan. Efisiensi ini bukan berarti pengurangan jumlah manusia secara paksa, melainkan optimalisasi sumber daya manusia agar lebih tepat sasaran di bidang-bidang yang menjadi prioritas masa depan.

Fokus Strategis: Mengapa Menjadi 19 Perusahaan?

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa angka 19 yang dipilih sebagai target akhir? Berdasarkan analisis mendalam yang dilakukan bersama Danantara, Telkom ingin mengerucutkan portofolionya pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan eksponensial di era digital. Ke-19 entitas ini nantinya akan menjadi pilar utama dalam menyokong kedaulatan digital Indonesia.

Baca Juga

Strategi BTN Fasilitasi 6 Juta Rumah MBR dan Peluang KPR Tenor 40 Tahun: Angin Segar Bagi Rakyat Kecil

Strategi BTN Fasilitasi 6 Juta Rumah MBR dan Peluang KPR Tenor 40 Tahun: Angin Segar Bagi Rakyat Kecil

Bisnis masa depan Telkom akan terkonsentrasi pada beberapa pilar utama, di antaranya:

  • Pusat Data (Data Center): Mengingat permintaan penyimpanan data yang melonjak tajam, fokus pada sektor ini menjadi harga mati.
  • Fiber Optik (FiberCo): Sebagai tulang punggung konektivitas internet cepat di seluruh pelosok negeri.
  • Infrastruktur dan Menara (TowerCo): Memastikan jaringan telekomunikasi tetap kokoh dan menjangkau wilayah terpencil.
  • Layanan Digital Enterprise: Memberikan solusi teknologi bagi pelaku usaha di berbagai skala.

Langkah Konkret Menuju Digital Strategic Holding

Langkah restrukturisasi ini melibatkan koordinasi ketat antara Badan Pengaturan BUMN dan Danantara. Proses perampingan dari 67 perusahaan menjadi hanya 19 entitas ditargetkan selesai secara bertahap hingga pengujung 2026. Ini merupakan marathon manajerial yang membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak mengganggu layanan kepada pelanggan setia Telkom.

Baca Juga

Revolusi Distribusi BBM Subsidi: Kolaborasi Strategis Tiga Instansi Tekan Kebocoran Energi

Revolusi Distribusi BBM Subsidi: Kolaborasi Strategis Tiga Instansi Tekan Kebocoran Energi

Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, menekankan bahwa restrukturisasi ini adalah bagian penting dari strategi jangka panjang. Dunia digital bergerak sangat cepat, dan struktur organisasi yang terlalu gemuk justru bisa menjadi beban yang menghambat inovasi. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom diharapkan bisa bergerak lebih agile atau gesit dalam merespons perubahan pasar.

Membangun Ekosistem yang Lebih Agile

Diskusi mengenai masa depan Telkom juga melibatkan para petinggi operasional, termasuk pertemuan intensif antara Dony Oskaria dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji. Pertemuan yang berlangsung di Wisma Danantara tersebut membedah peta jalan transformasi secara detail, mencakup aspek hukum, operasional, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

Strategi yang disiapkan tidak hanya terbatas pada merger. Dalam beberapa kasus, Telkom juga mempertimbangkan langkah divestasi, likuidasi untuk perusahaan yang sudah tidak produktif, hingga pembentukan enterprise holding baru. Semua ini dirancang agar struktur bisnis perusahaan memiliki daya saing global. Fokus pada sektor-sektor strategis seperti pengembangan Data Center dan penataan lisensi menjadi agenda prioritas yang tengah dipercepat pengerjaannya.

Masa Depan Kedaulatan Digital Indonesia

Di balik perampingan ini, ada cita-cita besar untuk menjaga kedaulatan digital bangsa. Dengan menjadi perusahaan yang lebih sehat dan fokus, Telkom Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan pemain global di industri teknologi. Efisiensi yang dihasilkan dari pemangkasan anak usaha ini nantinya bisa dialokasikan kembali untuk riset dan pengembangan (R&D) serta ekspansi infrastruktur yang lebih masif.

Bagi para pemegang saham dan publik, langkah ini merupakan sinyal positif bahwa Telkom serius dalam melakukan pembenahan internal. Meskipun prosesnya penuh tantangan, arah menuju perusahaan teknologi kelas dunia semakin terlihat jelas. Dengan tetap menjamin kesejahteraan dan tempat bernaung bagi para karyawannya melalui skema konsolidasi yang matang, Telkom berusaha membuktikan bahwa kemajuan bisnis dan perlindungan tenaga kerja bisa berjalan beriringan di bawah payung Telkom Indonesia.

Perjalanan menuju akhir 2026 akan menjadi periode krusial bagi Telkom Group. Keberhasilan dalam menyatukan puluhan entitas menjadi 19 perusahaan inti ini tidak hanya akan menentukan masa depan perusahaan, tetapi juga akan membentuk lanskap telekomunikasi dan digitalisasi di Indonesia untuk dekade-dekade mendatang. Redaksi InfoNanti akan terus memantau perkembangan transformasi bersejarah ini untuk memberikan informasi akurat bagi Anda.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *