Ambisi Tanpa Batas: Strategy Inc Borong Bitcoin Senilai Rp 1,8 Triliun, Perkuat Dominasi di Pasar Kripto Global
InfoNanti — Di tengah fluktuasi pasar aset digital yang kerap menguji nyali para investor, sebuah langkah berani kembali diambil oleh raksasa korporasi Strategy Inc (MSTR). Perusahaan yang kini telah bertransformasi menjadi salah satu pemegang aset kripto terbesar di dunia ini, dilaporkan baru saja melakukan aksi borong Bitcoin dalam skala yang sangat masif. Tidak tanggung-tanggung, nilai transaksi yang digelontorkan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 1,84 triliun hanya dalam kurun waktu satu pekan.
Langkah ini seakan menegaskan posisi Strategy Inc yang tidak lagi sekadar mencoba-coba di dunia investasi kripto, melainkan telah menjadikannya sebagai fondasi utama strategi keuangan mereka. Berdasarkan laporan internal perusahaan, Strategy Inc telah mengakuisisi sebanyak 1.550 koin Bitcoin (BTC). Angka ini mencerminkan agresivitas yang luar biasa, mengingat jumlah tersebut mencapai hampir 50 kali lipat dari volume Bitcoin yang sempat mereka lepas pada periode sebelumnya. Dengan tambahan koleksi terbaru ini, total kepemilikan aset digital perusahaan kini membengkak hingga menyentuh angka 845.256 koin.
Geger di Dunia Kripto! Wisconsin Seret Coinbase dan Robinhood ke Meja Hijau Terkait Tuduhan Judi Terselubung
Rincian Finansial di Balik Akuisisi Raksasa
Mengacu pada data pengajuan resmi perusahaan yang dirangkum pada pekan pertama Juni 2026, akumulasi Bitcoin ini dilakukan dengan total biaya sebesar US$ 101,3 juta. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Garuda dengan asumsi kurs Rp 18.210 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp 1,84 triliun. Rata-rata harga pembelian yang didapatkan oleh perusahaan berada di kisaran US$ 65.332 atau sekitar Rp 1,18 miliar per koin.
Menarik untuk dicermati bagaimana Strategy Inc mendanai aksi “belanja” besar-besaran ini. Alih-alih menggunakan arus kas operasional murni, perusahaan memanfaatkan hasil dari penjualan saham melalui program at the market (ATM). Strategi finansial ini memungkinkan mereka untuk terus menambah aset kripto tanpa mengganggu likuiditas inti perusahaan untuk kebutuhan mendesak. Hingga saat ini, total biaya yang telah dikeluarkan perusahaan untuk membangun benteng Bitcoin mereka telah mencapai US$ 63,97 miliar, atau setara dengan Rp 1.164 triliun, dengan harga rata-rata keseluruhan sebesar US$ 75.680 per koin.
Misi Kemanusiaan Berbasis Blockchain: Ripple Gandeng Water.org Guna Atasi Krisis Air Bersih Global
Manuver ‘Buyback’ yang Mengejutkan Pasar
Salah satu poin yang mencuri perhatian para analis pasar adalah rasio pembelian kembali yang dilakukan oleh manajemen. Pekan lalu, Strategy Inc sempat menjual sekitar 32 BTC dengan harga rata-rata US$ 77.135. Namun, alih-alih melanjutkan tren penjualan, perusahaan justru melakukan U-turn dengan membeli kembali koin dalam jumlah yang jauh lebih banyak. Fenomena ini menunjukkan bahwa manajemen melihat adanya peluang di tengah harga yang dianggap masih kompetitif sebelum potensi reli panjang berikutnya.
Di sisi lain, sentimen publik di platform Stocktwits justru menunjukkan kondisi yang kontradiktif. Di saat Strategy Inc terus memborong, sentimen ritel terhadap proksi Bitcoin justru berada di zona ‘sangat bearish’. Meskipun perbincangan mengenai harga bitcoin tetap menduduki level tertinggi dalam beberapa hari terakhir, ketakutan di kalangan investor kecil tampak masih mendominasi. Perbedaan pandangan antara raksasa institusi dan investor ritel ini sering kali menjadi sinyal klasik dalam dinamika pasar modal global.
Revolusi Telegram: Pavel Durov Bangkitkan Kembali Token ‘Gram’, Harga TON Meroket Signifikan
Strategi Penyeimbangan Kas dan Dividen
Selain fokus pada akumulasi aset digital, Strategy Inc juga tetap memperhatikan kewajiban finansial mereka kepada pemegang saham. Perusahaan tercatat menjual sekitar 1,4 juta saham MSTR yang menghasilkan dana segar sebesar US$ 181 juta atau sekitar Rp 3,29 triliun. Langkah ini dilakukan khusus untuk mengisi kembali cadangan dolar perusahaan yang sempat ditarik untuk memenuhi pembayaran dividen dan kewajiban saham preferen (seperti STRC).
Saat ini, cadangan kas perusahaan telah kembali stabil di angka US$ 1 miliar (Rp 18,20 triliun). Dengan posisi kas yang kuat, Strategy Inc memiliki fleksibilitas untuk menutupi berbagai pembayaran saham preferen lainnya seperti STRF, STRK, dan STRD. Selain itu, berdasarkan rencana ekspansi yang diumumkan pada Maret 2026, perusahaan masih memiliki ruang untuk menerbitkan saham tambahan senilai puluhan miliar dolar di bawah payung program “Peningkatan MSTR”.
Prediksi Bitcoin Juni 2026: Mengupas Skenario Titik Terendah Menuju Fase Pemulihan Masif
Kritik Tajam dari Peter Schiff: Permainan Sudah Berakhir?
Namun, tidak semua pihak menyambut baik strategi agresif ini. Peter Schiff, seorang kritikus vokal Bitcoin dan pendukung setia emas, melontarkan kritik pedas melalui platform X. Menurut Schiff, langkah Strategy Inc memborong Bitcoin melalui penerbitan saham baru sebenarnya merugikan para pemegang saham biasa. Ia menuduh perusahaan sengaja menutupi fakta bahwa aksi ini mendilusi nilai kepemilikan saham yang sudah ada.
“Sangat nyaman bahwa Anda menghilangkan informasi yang mengungkapkan bahwa pembelian tersebut sebenarnya mengurangi kepemilikan saham biasa. Permainan sudah berakhir,” tulis Schiff dalam unggahannya. Ia berpendapat bahwa strategi membiayai pembelian mata uang digital dengan mencetak saham baru adalah model bisnis yang telah mencapai batas jenuh dan berisiko menciptakan gelembung yang berbahaya bagi investor jangka panjang.
Menatap Masa Depan Aset Digital Korporasi
Meskipun dihujani kritik, manajemen Strategy Inc tampaknya tetap teguh pada pendirian mereka. Bagi mereka, Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, melainkan instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan devaluasi mata uang fiat dalam jangka panjang. Dengan total kepemilikan yang hampir mendekati satu juta koin, Strategy Inc kini bukan lagi sekadar perusahaan perangkat lunak, melainkan sebuah entitas finansial yang nasibnya berkelindan erat dengan masa depan ekosistem kripto.
Ke depannya, pasar akan terus memantau apakah strategi berisiko tinggi ini akan membuahkan hasil manis atau justru menjadi bumerang. Satu hal yang pasti, keberanian Strategy Inc telah mengubah peta jalan bagaimana sebuah perusahaan publik mengelola neraca keuangannya di era digital modern. Bagi para investor, dinamika ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam dunia keuangan, visi besar sering kali berjalan beriringan dengan risiko yang tak kalah besarnya.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan analisis mendalam dan berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum melakukan transaksi jual beli aset kripto. InfoNanti tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi Anda.