Prediksi Harga XRP 2026: Di Balik Tekanan Pasar dan Sinyal Kebangkitan Sang Raksasa Ripple

Andi Saputra | InfoNanti
07 Jun 2026, 18:51 WIB
Prediksi Harga XRP 2026: Di Balik Tekanan Pasar dan Sinyal Kebangkitan Sang Raksasa Ripple

InfoNanti — Panggung pasar kripto global kembali dikejutkan dengan fluktuasi tajam yang menimpa salah satu aset digital paling ikonik, XRP. Dalam sepekan terakhir, koin besutan Ripple ini terpaksa berlutut di bawah tekanan jual yang masif setelah gagal mempertahankan benteng pertahanan atau level support krusialnya. Padahal, banyak analis sebelumnya memprediksi XRP bakal melenggang nyaman di kisaran US$ 1,30 hingga US$ 1,40. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain; skenario pahit justru datang lebih awal dari yang dibayangkan para pelaku pasar.

Mengutip data dari Coinmarketcap pada Minggu, 7 Juni 2026, XRP secara mengejutkan menembus level psikologisnya dan tergelincir hingga menyentuh angka US$ 1,12. Penurunan ini tidak terjadi di ruang hampa, melainkan merupakan bagian dari gelombang koreksi besar yang menyapu seluruh pasar kripto global. Kapitalisasi pasar secara kolektif bahkan sempat merosot ke titik terendah tahun ini, yakni di kisaran US$ 2,10 triliun, sebelum akhirnya perlahan bangkit berkat aksi beli yang mulai muncul kembali dari para investor yang melihat peluang di harga diskon.

Baca Juga

Guncangan Pasar Kripto: Metaplanet Jepang Telan Kerugian Rp 12 Triliun Akibat Volatilitas Bitcoin

Guncangan Pasar Kripto: Metaplanet Jepang Telan Kerugian Rp 12 Triliun Akibat Volatilitas Bitcoin

Mencari Titik Terang di Tengah Koreksi Tajam

Memasuki periode pekan baru, angin segar mulai berhembus tipis-tipis. Nilai pasar aset digital secara keseluruhan menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan rebound sekitar 3 persen dari titik nadirnya. Fenomena ini dipicu oleh mulai berkurangnya tekanan jual, yang terlihat dari menurunnya angka likuidasi besar-besaran pada Bitcoin, serta meredanya sentimen ketakutan ekstrem (extreme fear) yang sempat menyelimuti pasar.

Namun, bagi para pemegang XRP, pertanyaan besarnya tetap sama: Apakah pemulihan ini merupakan awal dari tren naik yang berkelanjutan, atau sekadar ‘dead cat bounce’ sebelum terjun lebih dalam? Untuk menjawab ini, kita perlu membedah faktor-faktor fundamental dan teknis yang sedang bekerja di balik layar ekosistem Ripple.

Baca Juga

Polemik Clarity Act: Elizabeth Warren Soroti Potensi Konflik Kepentingan Bisnis Kripto Keluarga Trump

Polemik Clarity Act: Elizabeth Warren Soroti Potensi Konflik Kepentingan Bisnis Kripto Keluarga Trump

Inovasi Teknologi: Amunisi Baru Melalui XRPL EVM Sidechain

Salah satu alasan mengapa banyak pihak masih optimis terhadap masa depan XRP adalah terus berjalannya pengembangan teknologi di dalam ekosistemnya. Tim InfoNanti mencatat bahwa peluncuran XRPL EVM Sidechain di jaringan utama (mainnet) menjadi tonggak sejarah baru bagi Ripple. Teknologi ini bukanlah pembaruan biasa; ia membawa kompatibilitas dengan ekosistem Ethereum yang sangat luas tanpa harus mengutak-atik struktur inti dari XRP Ledger yang selama ini dikenal sangat efisien untuk sistem pembayaran.

Dengan hadirnya sidechain ini, para pengembang kini memiliki pintu gerbang untuk membangun dan menjalankan kontrak pintar (smart contract) berbasis Ethereum langsung di dalam ekosistem XRP. Artinya, interoperabilitas antar aset menjadi lebih lancar, memungkinkan pemindahan nilai antara XRP Ledger utama dan sidechain secara seamless. Langkah strategis ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan berbagai layanan teknologi blockchain lainnya yang lebih kompleks.

Baca Juga

Manuver Raksasa Elon Musk: Skenario Merger SpaceX dan Tesla yang Bakal Kuasai 30.221 Bitcoin

Manuver Raksasa Elon Musk: Skenario Merger SpaceX dan Tesla yang Bakal Kuasai 30.221 Bitcoin

Dibalut dengan teknologi Cosmos EVM Stack dan terhubung melalui protokol Inter-Blockchain Communication (IBC), integrasi dengan Axelar juga memberikan akses instan ke lebih dari 80 jaringan blockchain lainnya. Hal ini diprediksi akan menjadi daya tarik magnetis bagi para pengembang lintas rantai untuk melirik XRP sebagai basis pengembangan aplikasi mereka di masa depan.

Loyalitas Pasar Korea Selatan dan Likuiditas yang Terjaga

Menariknya, meskipun harga XRP sempat terkoreksi hingga 15 persen dalam tujuh hari terakhir, aktivitas perdagangannya tetap menunjukkan taringnya. XRP konsisten menduduki posisi sebagai salah satu aset yang paling aktif diperdagangkan di Upbit, salah satu bursa kripto terbesar dan paling berpengaruh di Korea Selatan. Volume transaksi yang masif di pasar ritel ‘Negeri Ginseng’ ini menjadi bukti konkret bahwa minat investor terhadap XRP tidak luntur begitu saja meskipun dihantam badai koreksi.

Baca Juga

Bitmine Guncang Pasar Kripto: Borong Ethereum Rp 3,89 Triliun di Tengah Gejolak Keamanan AI

Bitmine Guncang Pasar Kripto: Borong Ethereum Rp 3,89 Triliun di Tengah Gejolak Keamanan AI

Likuiditas yang tetap terjaga di bursa-bursa besar memberikan bantalan bagi harga XRP agar tidak jatuh terlalu dalam. Ketika sebuah aset tetap memiliki volume dagang yang tinggi saat harganya turun, itu menandakan adanya pergantian tangan yang aktif antara mereka yang panik dengan mereka yang melihat potensi jangka panjang.

Sinyal Regulasi: RUU CLARITY dan Status Komoditas

Selain faktor teknis dan adopsi, narasi regulasi di Amerika Serikat tetap menjadi motor penggerak utama sentimen pasar. Perhatian investor kini tertuju pada Rancangan Undang-Undang (RUU) CLARITY yang telah mendapatkan lampu hijau dari Komite Perbankan Senat Amerika Serikat pada Mei 2026. Jika regulasi ini disahkan, posisi XRP akan menjadi jauh lebih kuat karena berpotensi besar dikategorikan sebagai komoditas, bukan sekuritas.

Kejelasan status hukum ini sangat dinantikan oleh para pengelola dana besar. Dengan status komoditas, pintu bagi investasi institusional akan terbuka lebar. Bahkan, spekulasi mengenai kehadiran produk ETF (Exchange-Traded Fund) berbasis XRP mulai santer terdengar. Namun, InfoNanti mengingatkan bahwa selama proses legislasi ini masih berjalan, ketidakpastian akan tetap membayangi dan dapat memicu volatilitas harga sewaktu-waktu.

Pergerakan ‘Whale’: Mengakumulasi Saat Ritel Takut

Di saat investor ritel mungkin sedang merasa was-was, para pemegang XRP dalam jumlah raksasa atau yang sering dijuluki ‘whale’ justru menunjukkan perilaku yang berlawanan. Data on-chain menunjukkan bahwa dompet yang menyimpan saldo antara 100 juta hingga 1 miliar XRP terus melakukan akumulasi. Mereka seolah-olah sedang ‘memborong’ aset di tengah periode pelemahan harga.

Fenomena ini diperkuat dengan fakta bahwa jumlah alamat dompet yang memiliki minimal 1 juta XRP terus bertambah secara konsisten. Perbedaan sentimen antara investor kecil yang cenderung berhati-hati dan para pemain besar yang optimis seringkali menjadi indikator awal bahwa pasar sedang bersiap untuk fase pembalikan arah (reversal) dalam jangka menengah hingga panjang.

Analisis Teknikal: Menghadapi Tren Bearish yang Masih Dominan

Jika kita menilik dari kacamata analisis teknikal, grafik harga XRP memang masih menunjukkan kecenderungan bearish. Sejak pertengahan Mei 2026, XRP terjebak dalam pola lower high dan lower low, sebuah pola klasik yang menandakan tekanan turun masih mendominasi pasar. Puncaknya terjadi pada pekan pertama Juni, di mana harga terjun bebas dari kisaran US$ 1,35 ke titik terendah di US$ 1,08.

Meskipun saat ini harga tengah berusaha merangkak naik (rebound), para trader perlu waspada. Untuk benar-benar mematahkan tren turun ini, XRP harus mampu menembus dan bertahan di atas level resistensi US$ 1,30. Jika level tersebut gagal ditembus, ada risiko harga akan kembali menguji area support di kisaran US$ 1,10 atau bahkan lebih rendah lagi jika sentimen pasar global kembali memburuk.

Kesimpulan: Masa Depan yang Penuh Harapan

Secara keseluruhan, meskipun pekan ini merupakan periode yang berat bagi XRP, fundamental perusahaan dan perkembangan ekosistemnya tetap berada di jalur yang positif. Kombinasi antara inovasi EVM Sidechain, dukungan kuat dari pasar ritel Asia, potensi kejelasan regulasi melalui RUU CLARITY, serta aksi akumulasi oleh para whale memberikan harapan besar bagi pemulihan harga di masa mendatang.

Bagi para investor, kondisi saat ini menuntut kesabaran dan strategi manajemen risiko yang matang. Dunia kripto memang penuh dengan kejutan, dan XRP sekali lagi membuktikan bahwa dirinya adalah aset yang penuh dengan dinamika, baik dari sisi tantangan maupun peluang yang ditawarkannya.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *