Update Harga Kripto 4 Juni 2026: Bitcoin Terkoreksi, Monero dan HYPE Berhasil Curi Panggung

Andi Saputra | InfoNanti
04 Jun 2026, 08:51 WIB
Update Harga Kripto 4 Juni 2026: Bitcoin Terkoreksi, Monero dan HYPE Berhasil Curi Panggung

InfoNanti — Dinamika pasar kripto kembali menunjukkan wajah aslinya yang penuh kejutan pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Laporan terbaru dari lantai bursa digital menunjukkan pergerakan harga yang sangat bervariasi, di mana mayoritas aset papan atas harus rela parkir di zona merah. Meskipun sang raja kripto, Bitcoin, tampak sedang kehilangan tenaga, menariknya beberapa aset alternatif atau altcoin justru berhasil mencatatkan lonjakan harga yang cukup fantastis di tengah ketidakpastian pasar.

Berdasarkan pantauan tim InfoNanti terhadap 15 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, terlihat jelas adanya pergeseran minat investor. Sebagian besar pelaku pasar tampaknya mulai bersikap selektif dan cenderung memburu aset yang didukung oleh sentimen positif spesifik atau fundamental yang kuat, daripada sekadar mengikuti arus pergerakan aset utama.

Baca Juga

Revolusi Remitansi Global: Western Union Siap Debut di Dunia Kripto dengan Stablecoin USDPT pada 2026

Revolusi Remitansi Global: Western Union Siap Debut di Dunia Kripto dengan Stablecoin USDPT pada 2026

Bitcoin dan Ethereum: Sang Pemimpin Pasar Masih Tertekan

Memasuki pertengahan tahun 2026, Bitcoin (BTC) sebagai barometer utama pasar kripto global terpantau masih bergulat dengan tekanan jual. Mengutip data dari Coinmarketcap, Bitcoin mencatatkan penurunan sebesar 2,63% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Saat ini, harga BTC bertengger di level USD 64.854,25 dengan total kapitalisasi pasar yang masih sangat masif, yakni mencapai USD 1,30 triliun.

Pelemahan ini seolah memberi sinyal bahwa investor sedang melakukan aksi ambil untung atau menunggu katalis baru untuk mendorong harga kembali ke level psikologis yang lebih tinggi. Tidak sendirian, Ethereum (ETH) yang merupakan kripto terbesar kedua juga tak luput dari koreksi. ETH harus turun sekitar 2,59% dan diperdagangkan pada posisi USD 1.825,36. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 220,62 miliar, Ethereum masih menunjukkan ketergantungan yang cukup tinggi terhadap sentimen makro yang membayangi aset digital secara keseluruhan.

Baca Juga

Sinyal Kebangkitan Pasar Kripto: Blockchain.com Resmi Ajukan IPO Rahasia di Amerika Serikat

Sinyal Kebangkitan Pasar Kripto: Blockchain.com Resmi Ajukan IPO Rahasia di Amerika Serikat

Stabilitas di Tengah Badai: Peran Penting Stablecoin

Ketika volatilitas menyerang aset-aset volatil, peran stablecoin menjadi sangat vital bagi para trader untuk mengamankan portofolio mereka. Tether (USDT) tetap kokoh menjaga pasaknya di angka USD 0,9986. Dengan kapitalisasi pasar yang menyentuh USD 187,84 miliar, USDT membuktikan posisinya sebagai pelabuhan utama saat badai koreksi melanda.

Kondisi serupa juga terlihat pada USD Coin (USDC) yang berada di posisi kelima klasemen pasar. USDC bergerak sangat stabil di level USD 0,9997 dengan perubahan harga yang nyaris nol persen dalam sehari. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas di pasar kripto tetap terjaga, meskipun arus modal sedang berputar dari aset berisiko tinggi ke aset yang lebih aman untuk sementara waktu.

Baca Juga

Rusia Bidik Dominasi USDT, USDC, dan BNB: Strategi Baru Moskow dalam Menata Arsitektur Kripto Nasional

Rusia Bidik Dominasi USDT, USDC, dan BNB: Strategi Baru Moskow dalam Menata Arsitektur Kripto Nasional

BNB dan Solana Merah, XRP Tampil Beda

Di jajaran sepuluh besar, BNB milik ekosistem Binance harus menelan pil pahit dengan penurunan harga sebesar 3,00%. Kini, BNB dihargai USD 626,60 per koin dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai USD 84,68 miliar. Tekanan serupa juga dirasakan oleh Solana (SOL) yang merupakan salah satu favorit para pengembang aplikasi terdesentralisasi. Harga SOL terkoreksi 2,38% ke posisi USD 72,00, membuat kapitalisasi pasarnya tertahan di angka USD 41,75 miliar.

Namun, di antara dominasi warna merah tersebut, XRP berhasil memberikan kejutan kecil. Kripto yang sering dikaitkan dengan solusi pembayaran lintas batas ini mampu bertahan di zona hijau meski tipis. XRP mencatatkan kenaikan 0,25% dan dibanderol pada harga USD 1,20. Meski kenaikannya tidak masif, bertahannya XRP di tengah tren turun menunjukkan adanya loyalitas pemegang aset yang cukup kuat di level harga tersebut.

Baca Juga

Prediksi Harga Bitcoin: Menakar Peluang Rebound dari Titik Terendah $59.000 Menuju Target $100.000

Prediksi Harga Bitcoin: Menakar Peluang Rebound dari Titik Terendah $59.000 Menuju Target $100.000

Fenomena HYPE dan Kejayaan Monero (XMR)

Panggung utama perdagangan kali ini justru diambil alih oleh HYPE dan Monero. HYPE bertransformasi menjadi bintang dengan lonjakan harga mencapai 9,06% dalam semalam. Dengan harga yang kini menyentuh USD 74,78, HYPE berhasil menarik perhatian banyak spekulan dan investor jangka panjang yang melihat potensi besar dalam ekosistemnya. Kenaikan ini membawa kapitalisasi pasar HYPE ke angka USD 19 miliar.

Di sisi lain, Monero (XMR) mencatatkan performa paling impresif dalam daftar 15 besar. Sebagai kripto yang mengedepankan privasi, XMR meroket tajam sebesar 10,71% ke level USD 357,59. Lonjakan ini kemungkinan besar dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pengguna akan transaksi yang lebih privat dan aman di tengah regulasi keuangan digital yang semakin ketat. Monero kini memantapkan posisinya dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 6,61 miliar.

Zcash Ikuti Jejak Positif, Cardano dan Stellar Melandai

Sentimen positif terhadap koin privasi tampaknya juga menular ke Zcash (ZEC). Aset ini berhasil menguat 4,80% ke level USD 618,08. Dengan performa tersebut, ZEC membuktikan bahwa narasi mengenai keamanan data dan privasi transaksi masih menjadi daya tarik utama bagi para investor di tahun 2026. Analisis kripto menunjukkan bahwa koin-koin jenis ini seringkali bergerak berlawanan arah dengan pasar utama saat terjadi ketidakpastian.

Sayangnya, keberuntungan belum berpihak pada Cardano (ADA) dan Stellar (XLM). Cardano mencatat salah satu penurunan terdalam di kelompok ini dengan merosot 4,80% ke posisi USD 0,2023. Stellar pun mengikuti tren negatif tersebut dengan melemah 3,23% ke harga USD 0,2111. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang masih dihadapi oleh proyek-proyek blockchain generasi lama dalam mempertahankan relevansinya di mata investor yang kian kritis.

Masa Depan Pasar: Antara Optimisme dan Kehati-hatian

Melihat kondisi pasar hari ini, InfoNanti menilai bahwa investasi digital masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat. Pelemahan Bitcoin dan Ethereum seringkali dianggap sebagai momen ‘retesting’ sebelum pasar kembali mencoba menembus rekor tertinggi baru. Di sisi lain, popularitas Dogecoin (DOGE) yang cenderung stagnan di angka USD 0,09189 menunjukkan bahwa euforia terhadap meme coin mungkin mulai jenuh dan digantikan oleh aset yang memiliki kegunaan (use case) lebih spesifik.

Bagi para investor, kondisi pasar yang bervariasi ini merupakan pengingat penting akan perlunya diversifikasi portofolio. Tidak selamanya aset besar akan memberikan keuntungan konstan, dan adakalanya aset mid-cap seperti Monero atau HYPE justru memberikan imbal hasil yang lebih menggiurkan dalam jangka pendek. Tetap waspada terhadap volatilitas dan pastikan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial di dunia kripto yang dinamis ini.

Secara keseluruhan, pasar kripto pada Juni 2026 ini menunjukkan kedewasaan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun harga Bitcoin sedang lesu, stabilitas stablecoin dan geliat koin spesifik menandakan bahwa ekosistem ini sudah jauh lebih luas dan tidak hanya bergantung pada satu atau dua aset saja. InfoNanti akan terus memantau perkembangan ini untuk menyajikan informasi tercepat dan terakurat bagi Anda.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *