Inggris Berada di Persimpangan Regulasi: Parlemen Desak Bank Sentral Longgarkan Aturan Stablecoin Demi Inovasi

Andi Saputra | InfoNanti
04 Jun 2026, 10:51 WIB
Inggris Berada di Persimpangan Regulasi: Parlemen Desak Bank Sentral Longgarkan Aturan Stablecoin Demi Inovasi

InfoNanti — Di tengah ambisi besar Britania Raya untuk memantapkan posisinya sebagai pusat ekonomi digital global, sebuah ketegangan menarik muncul di koridor kekuasaan London. Parlemen Inggris secara terbuka mendesak Bank of England (BoE) untuk meninjau kembali rencana regulasi terhadap aset kripto berjenis stablecoin. Langkah ini diambil setelah munculnya kekhawatiran bahwa kebijakan yang terlalu kaku dan bersifat membatasi justru dapat mematikan potensi industri yang baru sejenak menghirup udara segar di pasar keuangan.

Alarm dari House of Lords: Jangan Kekang Inovasi

Pada sebuah laporan krusial yang dirilis pada Rabu, 3 Juni 2026, komite lintas partai di House of Lords menyampaikan peringatan serius kepada bank sentral. Mereka menilai bahwa kerangka kerja yang tengah disusun saat ini berisiko menjadi penghalang bagi pertumbuhan pasar stablecoin. Parlemen menekankan bahwa sebagai sektor yang masih berada dalam tahap embrionik, aset kripto membutuhkan ruang bernapas yang cukup agar dapat berkembang secara organik sebelum dibebani dengan aturan-aturan birokrasi yang berat.

Baca Juga

Dinamika Pasar Kripto 25 Mei 2026: Bitcoin Menunjukkan Resiliensi di Tengah Tekanan Koreksi Altcoin

Dinamika Pasar Kripto 25 Mei 2026: Bitcoin Menunjukkan Resiliensi di Tengah Tekanan Koreksi Altcoin

Komite tersebut secara spesifik menyoroti proposal Bank of England yang berniat membatasi jumlah kepemilikan stablecoin bagi individu maupun korporasi. Selain itu, poin yang menjadi perdebatan hangat adalah kewajiban bagi penerbit token untuk menjamin aset mereka dengan deposito tanpa bunga. Menurut para legislator, persyaratan semacam ini tidak hanya akan mengurangi daya tarik ekonomi dari penggunaan stablecoin, tetapi juga menciptakan hambatan masuk yang tidak perlu bagi para inovator baru di bidang teknologi finansial.

Memahami Dilema Stablecoin di Pasar Global

Stablecoin bukanlah sekadar tren sesaat. Aset ini dirancang khusus untuk menawarkan stabilitas nilai dengan cara mematok harganya pada mata uang fiat tertentu. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan dominasi yang luar biasa dari token yang terikat pada dolar AS. Di sisi lain, penggunaan stablecoin yang berbasis poundsterling Inggris masih tertinggal jauh dan hanya mewakili porsi kecil dari total transaksi global.

Baca Juga

Boom Investasi Kripto di Indonesia: Menembus 21 Juta Investor, Masa Depan Aset Digital Kian Berkilau

Boom Investasi Kripto di Indonesia: Menembus 21 Juta Investor, Masa Depan Aset Digital Kian Berkilau

Kesenjangan inilah yang coba dijembatani oleh otoritas Inggris. Mereka menargetkan penyelesaian aturan main stablecoin pada akhir tahun ini, berupaya menyelaraskan langkah dengan regulasi yang sedang digodok di Amerika Serikat. Namun, House of Lords Financial Services Regulation Committee dalam laporannya mengingatkan agar BoE, Otoritas Pengawas Keuangan (FCA), dan Kementerian Keuangan Inggris (HM Treasury) tidak menutup mata terhadap dinamika pasar yang terus berubah.

“Pasar ini masih sangat muda dan terus berevolusi. Rezim regulasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut, bukan malah memaksakan standar kaku yang belum tentu relevan di masa depan,” ungkap laporan tersebut, menegaskan perlunya pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif dalam menghadapi fenomena teknologi fintech.

Baca Juga

Avicena Guncang Sektor Healthtech, Token Private Sale Terjual Lebih dari 50 Persen: Masa Depan Kesehatan Berbasis Blockchain?

Avicena Guncang Sektor Healthtech, Token Private Sale Terjual Lebih dari 50 Persen: Masa Depan Kesehatan Berbasis Blockchain?

Kekhawatiran Bank of England: Antara Stabilitas dan Risiko Kredit

Di sisi lain meja perundingan, Bank of England memiliki alasan kuat untuk tetap waspada. BoE berencana menerapkan aturan ketat ini bagi stablecoin yang dikategorikan sebagai “sistemik”—yaitu aset yang memiliki potensi digunakan secara luas dalam transaksi pembayaran sehari-hari oleh masyarakat umum. Ketakutan utama bank sentral adalah terjadinya eksodus dana besar-besaran dari deposito bank konvensional menuju ekosistem stablecoin.

Jika hal ini terjadi dalam skala masif, bank-bank tradisional dikhawatirkan akan kehilangan basis pendanaan mereka, yang pada gilirannya dapat memicu krisis kredit atau kemacetan penyaluran pinjaman ke sektor riil. Inilah yang disebut sebagai perlindungan stabilitas sistem keuangan. Namun, Ketua Komite, Sheila Noakes, menyatakan ketidakyakinannya terhadap pendekatan preskriptif yang diambil oleh BoE.

Baca Juga

Badai Merah di Pasar Kripto: Dogecoin Terperosok Paling Dalam, Bitcoin Tertahan Tekanan Makro

Badai Merah di Pasar Kripto: Dogecoin Terperosok Paling Dalam, Bitcoin Tertahan Tekanan Makro

Dalam wawancaranya dengan media internasional, Noakes menyarankan agar Bank of England lebih terbuka terhadap pendekatan yang berbasis prinsip (principles-based) daripada aturan yang terlalu mendetail dan membatasi. Ia menekankan bahwa regulasi seharusnya memberikan panduan etis dan keamanan tanpa harus mencekik operasional bisnis para pelaku industri blockchain.

Sinyal Perubahan: Harapan di Bulan Juni

Angin segar mulai berhembus ketika Wakil Gubernur BoE, Sarah Breeden, dalam pidato terbarunya memberikan isyarat bahwa bank sentral mungkin akan mempertimbangkan kembali batasan kepemilikan yang menjadi keberatan utama parlemen. Langkah ini menunjukkan adanya ruang dialog antara regulator dan pembuat kebijakan untuk menemukan titik temu yang menguntungkan bagi ekosistem keuangan Inggris.

Seorang juru bicara resmi dari Bank of England mengonfirmasi bahwa kebijakan final serta draf aturan untuk stablecoin sistemik dijadwalkan akan dipublikasikan pada akhir Juni 2026. Momen ini akan menjadi penentu apakah Inggris benar-benar akan menjadi surga bagi inovasi kripto atau justru terjebak dalam labirin regulasi yang menghambat kemajuan ekonomi digitalnya.

Perbandingan Global: Langkah Tegas Brasil dalam Pengawasan Kripto

Sementara Inggris masih berdebat mengenai pelonggaran aturan, di belahan bumi lain, Brasil justru mengambil langkah yang berlawanan. Bank Sentral Brasil baru-baru ini memperketat pengawasan terhadap penyedia layanan aset digital (VASP). Melalui aturan Instrucao Normativa BCB No. 739, regulator mewajibkan perusahaan kripto untuk menjalani audit keuangan independen yang ketat.

Kebijakan ini merupakan upaya untuk menyetarakan standar industri kripto dengan lembaga keuangan konvensional. Di Brasil, transparansi keuangan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan syarat mutlak untuk mempertahankan lisensi operasional. Langkah ini sejalan dengan tren global yang menuntut integritas tinggi dalam setiap transaksi digital untuk mencegah tindak pidana pencucian uang dan menjaga keamanan dana nasabah.

Pelajaran bagi Investor dan Pelaku Industri

Dinamika yang terjadi di Inggris dan Brasil memberikan gambaran jelas bahwa lanskap regulasi kripto di seluruh dunia masih sangat fluktuatif. Bagi para pelaku pasar dan investor, memahami arah kebijakan pemerintah adalah hal yang krusial sebelum mengambil keputusan strategis. Di Inggris, pergeseran menuju pendekatan yang lebih longgar bisa menjadi katalis positif bagi adopsi stablecoin berbasis poundsterling, sementara di negara lain, pengetatan audit mungkin akan meningkatkan biaya operasional namun memberikan rasa aman lebih bagi konsumen.

Satu hal yang pasti, transparansi dan dialog antara regulator serta pelaku industri adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem keuangan masa depan yang stabil namun tetap inovatif. Kita kini menanti keputusan final dari London pada akhir Juni mendatang, yang diprediksi akan menjadi standar baru bagi regulasi investasi kripto di kancah internasional.

Keputusan besar ada di tangan Anda sebagai pembaca. Sangat penting untuk selalu melakukan riset mendalam dan analisis mandiri sebelum terjun ke dalam dunia aset digital. InfoNanti berkomitmen untuk terus menyajikan informasi akurat dan mendalam mengenai perkembangan ekonomi global untuk membantu Anda menavigasi kompleksitas pasar keuangan modern.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *