Update Harga Kripto 28 Mei 2026: Bitcoin Tergelincir di Bawah $75.000, Monero Melawan Arus Bearish
InfoNanti — Lanskap pasar aset digital global pada Kamis pagi, 28 Mei 2026, tampak diselimuti oleh warna merah yang dominan. Berdasarkan pantauan data pasar terkini, mayoritas aset kripto dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Fenomena ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi global yang kian dinamis.
Bitcoin Menembus Level Koreksi Psikologis
Mata uang kripto nomor satu di dunia, Bitcoin (BTC), terpantau gagal mempertahankan momentum bullish-nya. Mengutip data dari Coinmarketcap, Bitcoin kini bertengger di level USD 74.478,07. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,59% dibandingkan hari sebelumnya. Meski mengalami koreksi bitcoin, dominasi pasar Bitcoin masih tetap tak tergoyahkan dengan total kapitalisasi pasar mencapai angka fantastis USD 1,49 triliun.
Misteri Tekanan Harga Bitcoin: Akankah Melemah Lebih Jauh di Bawah Ambang Psikologis US$ 60.000?
Para analis pasar berpendapat bahwa pergerakan Bitcoin saat ini dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah sempat menyentuh level tertinggi baru beberapa waktu lalu. Selain itu, sentimen negatif dari gejolak geopolitik, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, disinyalir menjadi pemicu mengalirnya dana keluar dari pasar berisiko tinggi menuju aset yang dianggap lebih aman.
Ethereum Tertekan di Tengah Akumulasi Whale
Setali tiga uang dengan sang raja kripto, Ethereum (ETH) juga harus rela menyerahkan sebagian nilainya ke pasar. Kripto terbesar kedua ini mengalami penurunan sebesar 2,01%, yang membawanya ke posisi harga USD 2.026,09. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 244,12 miliar, Ethereum masih menjadi fokus utama bagi para investor institusi yang mencari peluang di ekosistem smart contract.
Badai Merah Pasar Kripto 7 Juni 2026: Cardano Terjun Bebas 33%, Bitcoin Berjuang di Level Psikologis USD 60 Ribu
Menariknya, di balik penurunan harga ini, terdapat laporan mengenai aktivitas investor besar atau yang biasa disebut ‘whale’. Diketahui, seorang investor besar baru saja melakukan pembelian Ethereum senilai USD 5 juta. Langkah berani ini menunjukkan adanya kepercayaan jangka panjang terhadap potensi ETH, meskipun pasar saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang cukup berat. Sentimen ‘wait and see’ tampaknya masih menghantui para pemegang ETH sambil menunggu kejelasan kebijakan moneter dari bank sentral global.
Geliat Altcoin: Mayoritas Melemah, Beberapa Bertahan
Tekanan jual tidak hanya berhenti pada dua raksasa utama, tetapi juga merambat ke jajaran altcoin lainnya. BNB, aset asli dari ekosistem Binance, tercatat melemah 1,08% dan kini diperdagangkan pada level harga USD 648,48. Penurunan ini menempatkan kapitalisasi pasar BNB di kisaran USD 87,32 miliar. Sementara itu, XRP juga tidak luput dari tren negatif dengan penurunan 1,24%, membawanya ke harga USD 1,31 per koin.
Mirae Asset Siap Gebrak Pasar Kripto Ritel Hong Kong: Revolusi Integrasi Aset Digital dan Tradisional
Solana (SOL) dan TRON (TRX) turut merasakan pahitnya pasar bearish kali ini. Solana terkoreksi 1,27% ke posisi USD 82,51, sementara TRON mengalami penurunan yang lebih tajam sebesar 1,84% ke level USD 0,3682. Pelemahan pada kedua platform blockchain ini mencerminkan berkurangnya aktivitas on-chain secara sesaat di tengah fluktuasi harga yang tinggi.
Di sisi lain, Dogecoin (DOGE), memecoin paling populer di dunia, menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibanding rekan-rekannya dengan hanya terkoreksi tipis 0,24% ke harga USD 0,1005. Kapitalisasi pasar DOGE yang masih bertahan di angka USD 15,50 miliar membuktikan bahwa komunitas pendukungnya tetap solid meski dihantam badai koreksi.
Monero dan Hyperliquid: Sang Penakluk Arus
Namun, di tengah lautan merah, terdapat beberapa aset yang justru berhasil mencatatkan performa gemilang. Monero (XMR) menjadi bintang utama dengan kenaikan signifikan sebesar 4,03%. Aset kripto yang berfokus pada privasi ini kini dibanderol seharga USD 394,74 dengan kapitalisasi pasar USD 7,29 miliar. Kenaikan Monero sering kali dikaitkan dengan kebutuhan pasar akan aset yang menawarkan anonimitas tinggi di saat pengawasan regulasi semakin ketat.
Eksplorasi Masa Depan Keuangan: Visa Menguji Potensi Stablecoin SBC di Jaringan Blockchain Privat
Selain Monero, Hyperliquid (HYPE) juga menunjukkan taji dengan menguat terbatas sebesar 0,27% ke level USD 59,59. Keberhasilan HYPE bertahan di zona hijau memberikan angin segar bagi para tradernya yang mencari alternatif investasi di luar koin-koin konvensional. Tak ketinggalan, UNUS SED LEO (LEO) juga mencatat kenaikan tipis 0,33% ke level USD 10,03.
Zcash Menjadi Pecundang Terbesar Hari Ini
Nasib naas justru menimpa Zcash (ZEC). Aset ini menjadi yang paling terpuruk dalam daftar 15 besar kapitalisasi pasar setelah anjlok sedalam 5,45%. Harga Zcash terperosok ke level USD 546,70, sebuah penurunan yang cukup drastis dalam satu siklus perdagangan harian. Meskipun masih mengantongi kapitalisasi pasar sebesar USD 9,11 miliar, tren penurunan ZEC ini memicu kekhawatiran akan adanya perpindahan modal besar-besaran ke aset lain yang lebih stabil atau produktif.
Stablecoin: Pelabuhan Aman di Tengah Badai
Ketika volatilitas meningkat, peran stablecoin sebagai instrumen lindung nilai (hedging) menjadi sangat vital. Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) terpantau bergerak stabil di kisaran nilai pasak USD 1. USDT berada di level USD 0,9985 dengan perubahan harian yang hampir nol, sementara USDC berada di posisi USD 0,9996. Tingginya kapitalisasi pasar kedua stablecoin ini, yakni masing-masing USD 189,31 miliar dan USD 76,37 miliar, menunjukkan bahwa banyak investor yang memilih untuk memarkirkan dana mereka dalam bentuk tunai digital sambil memantau pergerakan harga kripto selanjutnya.
Faktor Eksternal dan Investasi Strategis
Pasar kripto tidak bergerak di ruang hampa. Selain faktor teknikal, berita fundamental juga turut mewarnai sentimen hari ini. Salah satu berita yang menarik perhatian adalah langkah strategis Bitcoin Japan Corporation yang resmi menanamkan investasinya ke SpaceX. Kolaborasi antara entitas kripto besar dengan perusahaan eksplorasi ruang angkasa milik Elon Musk ini memberikan narasi baru tentang adopsi kripto di level korporasi global.
Namun, optimisme tersebut sedikit teredam oleh data aliran dana keluar (outflow) dari pasar kripto yang menyentuh angka fantastis Rp 26,18 triliun. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap dampak perang Iran yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi makro. Para investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke komoditas seperti emas atau tetap dalam bentuk mata uang fiat.
Kesimpulan dan Pandangan Kedepan
Secara keseluruhan, pasar kripto pada akhir Mei 2026 ini sedang mengalami fase pengujian level support yang krusial. Penurunan harga Bitcoin dan Ethereum mungkin terlihat mengkhawatirkan bagi investor pemula, namun bagi para trader berpengalaman, ini sering kali dipandang sebagai kesempatan untuk ‘buy the dip’ atau membeli di harga rendah.
Kunci utama bagi para investor saat ini adalah manajemen risiko yang ketat dan terus memantau perkembangan berita global. Apakah Bitcoin akan mampu kembali menembus angka USD 80.000 atau justru terus melandai ke level support berikutnya? Hanya waktu dan dinamika pasar yang akan menjawabnya. Tetap pantau InfoNanti untuk mendapatkan pembaruan terkini seputar dunia investasi kripto dan teknologi blockchain.