Bitcoin di Persimpangan Kritis: Akankah Ethereum Terperosok ke Level Terendah Baru?

Andi Saputra | InfoNanti
23 Mei 2026, 18:51 WIB
Bitcoin di Persimpangan Kritis: Akankah Ethereum Terperosok ke Level Terendah Baru?

InfoNanti — Dinamika pasar kripto global saat ini tengah memasuki babak yang sangat krusial, di mana volatilitas dan ketidakpastian menjadi narasi utama yang menghiasi layar monitor para trader. Bitcoin (BTC), sebagai lokomotif utama pasar, sedang menunjukkan fase konsolidasi yang sangat hati-hati, memaksa para pelaku pasar untuk menahan napas sejenak sebelum mengambil keputusan investasi kripto yang lebih agresif. Berdasarkan pantauan teknikal terbaru, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sedang mendekati pengujian ulang garis TBO Fast pada grafik harian, sebuah indikator yang sering menjadi penentu arah tren jangka pendek.

Bitcoin dan Teka-Teki Candlestick Doji

Secara visual, pergerakan Bitcoin belakangan ini membentuk pola candlestick yang menyerupai ‘Doji’. Dalam terminologi analisis teknikal, kemunculan Doji merupakan representasi nyata dari kebuntuan antara kekuatan pembeli (bulls) dan penjual (bears). Tidak ada pihak yang cukup dominan untuk menggerakkan harga ke satu arah secara signifikan, menciptakan aura keraguan yang menyelimuti lantai bursa. Meskipun Bitcoin sempat memamerkan ototnya dengan kenaikan jangka pendek yang menjanjikan, posisi harganya masih terperangkap di dalam area Ichimoku Cloud.

Baca Juga

Strategi ‘Benteng AI’ Binance: Bagaimana Kecerdasan Buatan Menyelamatkan Rp 183 Triliun Dana Pengguna

Strategi ‘Benteng AI’ Binance: Bagaimana Kecerdasan Buatan Menyelamatkan Rp 183 Triliun Dana Pengguna

Keberadaan di dalam awan Ichimoku ini mengindikasikan bahwa tren konsolidasi yang cenderung bersifat bearish masih memegang kendali. Bagi para pengamat pasar di InfoNanti, kondisi ini adalah sinyal kuning yang patut diwaspadai. Jika Bitcoin gagal mempertahankan pijakannya di atas garis Fast dan justru tergelincir keluar dari dasar awan Ichimoku, maka pintu menuju fase bearish yang lebih dalam akan terbuka lebar. Dalam skenario terburuk, hal ini bisa memicu aksi jual berantai yang menekan harga ke level support psikologis yang lebih rendah.

Ethereum di Bawah Bayang-Bayang Tekanan Institusi

Sementara Bitcoin berjuang di area konsolidasi, Ethereum (ETH) justru tampak lebih rapuh. Meskipun sempat mencatatkan kenaikan tipis, tren utama altcoin nomor satu ini masih berada di bawah tekanan jual yang cukup masif. Ada beberapa faktor fundamental yang memperkeruh suasana di ekosistem Ethereum. Kabar mengenai hengkangnya sejumlah kontributor penting dari proyek ini telah menimbulkan tanda tanya besar mengenai arah pengembangan jangka panjang dan stabilitas tata kelola jaringannya.

Baca Juga

Ambisi Inggris Jadi Pusat Kripto Global: Bank of England Evaluasi Ulang Regulasi Ketat Stablecoin

Ambisi Inggris Jadi Pusat Kripto Global: Bank of England Evaluasi Ulang Regulasi Ketat Stablecoin

Tidak hanya dari sisi internal, sentimen negatif juga datang dari sektor institusional. Langkah Universitas Harvard yang dikabarkan mulai melepas posisi mereka pada ETF Ethereum memberikan pukulan telak bagi kepercayaan investor. Tindakan lembaga bergengsi seperti Harvard sering kali dianggap sebagai indikator sentimen bagi investor besar lainnya. Meskipun pada grafik empat jam terlihat adanya sinyal ‘bullish divergence’—sebuah kondisi di mana harga membentuk level rendah baru namun indikator momentum justru naik—hal ini dianggap hanya akan memicu reli singkat (relief rally) sebelum tren penurunan utama berlanjut.

Banyak analis memperkirakan bahwa siklus bearish Ethereum ini belum mencapai titik nadirnya. Target penurunan yang cukup ekstrem menuju level USD 1.000 mulai diperbincangkan kembali sebagai kemungkinan nyata sebelum siklus koreksi ini benar-benar berakhir. Para trader disarankan untuk terus memantau harga ethereum dengan tingkat kewaspadaan tinggi, mengingat volatilitas yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga

Masa Depan Bitcoin 2026: Bayang-Bayang Konflik Iran dan Tantangan Ekonomi Global

Masa Depan Bitcoin 2026: Bayang-Bayang Konflik Iran dan Tantangan Ekonomi Global

Dominasi Stablecoin dan Psikologi ‘Risk-Off’

Salah satu fenomena menarik yang diamati oleh tim InfoNanti adalah pergerakan dominasi stablecoin. Saat ini, dominasi stablecoin sedang mengalami koreksi menuju garis TBO Fast, namun diprediksi akan segera berbalik arah. Sinyal teknikal menunjukkan adanya potensi peningkatan dominasi stablecoin hingga mencapai angka 13% dalam beberapa pekan ke depan. Mengapa ini penting? Kenaikan dominasi stablecoin biasanya mencerminkan psikologi pasar yang sedang dalam mode ‘risk-off’.

Ketika investor merasa pasar terlalu berisiko, mereka cenderung mengonversi aset kripto mereka menjadi stablecoin untuk melindungi nilai portofolio. Dengan kata lain, kenaikan angka dominasi ini adalah bukti bahwa banyak investor besar yang memilih untuk ‘memarkir’ dana mereka di pinggir lapangan sambil menunggu sinyal pasar yang lebih jelas dan aman. Ini adalah bentuk defensif yang wajar dalam menghadapi market kripto yang sedang tidak menentu.

Baca Juga

Ripple Perkuat Dominasi Global: Suntikan Dana Rp 3,5 Triliun dan Ekspansi Strategis di Pasar Asia

Ripple Perkuat Dominasi Global: Suntikan Dana Rp 3,5 Triliun dan Ekspansi Strategis di Pasar Asia

Nasib Altcoin: Antara Peluang dan Jebakan

Dominasi Bitcoin tetap menjadi kunci utama bagi pergerakan altcoin. Saat ini, dominasi pasar Bitcoin telah masuk ke area Ichimoku Cloud, menandakan fase konsolidasi bearish untuk dominasi itu sendiri. Secara historis, penurunan dominasi Bitcoin sering kali menjadi berkah bagi altcoin, karena likuiditas mulai mengalir keluar dari BTC menuju aset alternatif. Indikator Others.D bahkan sempat mencatatkan breakout harian yang mendukung narasi ‘Altcoin Season’.

Namun, kita harus tetap kritis. Pola serupa yang terjadi pada periode-periode sebelumnya sering kali hanyalah sebuah ‘puncak jangka pendek’ sebelum akhirnya terjadi koreksi massal. Indikator TotalE100.D menunjukkan bahwa pasar altcoin secara keseluruhan masih berada di dalam area awan dan sangat rentan untuk masuk ke fase bearish yang lebih kuat jika level support krusial tertembus. Di sisi lain, beberapa aset spesifik menunjukkan performa yang kontras:

  • XRP dan ONDO: Kedua aset ini masih menunjukkan sinyal bearish yang cukup kuat, menunjukkan minimnya minat beli di level harga saat ini.
  • Solana (SOL): Meski populer, momentum kenaikan SOL terlihat mulai terbatas, menghadapi dinding resistensi yang cukup tebal.
  • Binance Coin (BNB): Masih memiliki napas untuk mencoba mengejar area resistensi berikutnya sebelum kemungkinan besar akan ikut terkoreksi bersama pasar global.
  • Chainlink (LINK): Menjadi sorotan positif karena munculnya bullish divergence pada grafik mingguan. Ini memberikan harapan akan adanya potensi reli yang lebih berkelanjutan di masa depan bagi pemegang LINK.

Korelasi dengan Pasar Keuangan Global

Pasar kripto tidak bergerak di ruang hampa. Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) kini sedang mendekati penutupan celah harga (gap) di level 99,516. Jika DXY menguat, biasanya aset berisiko seperti Bitcoin akan mengalami tekanan balik. Di sisi lain, pasar saham yang diwakili oleh Futures S&P 500 menunjukkan pemulihan pasca penurunan, meskipun raksasa teknologi seperti Nvidia dan Tesla mulai memperlihatkan divergensi bearish setelah laporan keuangan mereka dirilis. Hal ini menandakan bahwa sektor teknologi pun sedang tidak baik-baik saja.

Indeks volatilitas VIX yang turun ke level 16,75 mungkin memberikan sedikit rasa lega bagi investor karena kekhawatiran mulai mereda, namun pasar komoditas seperti minyak mentah WTI dan emas yang masih berada dalam fase bearish kuat mengingatkan kita bahwa kondisi ekonomi makro masih penuh tantangan. Tembaga dan Uranium menjadi sedikit pengecualian dengan menunjukkan tanda-tanda pemulihan, memberikan sinyal bahwa ada pergerakan modal yang spesifik di sektor-sektor tertentu.

Kesimpulan dan Langkah Strategis

Menghadapi situasi pasar yang penuh teka-teki ini, InfoNanti menyarankan para pembaca untuk tetap mengedepankan manajemen risiko yang ketat. Bitcoin yang berada di fase kritis dan Ethereum yang dibayangi target penurunan tajam menunjukkan bahwa kita sedang berada di zona merah yang memerlukan ketelitian ekstra. Jangan terjebak dalam euforia sesaat atau kepanikan yang tidak berdasar. Selalu gunakan strategi trading yang terukur dan pastikan untuk selalu memperbarui informasi dari sumber yang terpercaya guna menavigasi lautan kripto yang penuh ombak ini.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *