Spurs Terjepit di Jurang Degradasi: Drama 1-1 Melawan Leeds United yang Menguji Mental Roberto De Zerbi

Fajar Nugroho | InfoNanti
12 Mei 2026, 04:51 WIB
Spurs Terjepit di Jurang Degradasi: Drama 1-1 Melawan Leeds United yang Menguji Mental Roberto De Zerbi

InfoNanti — London kembali menjadi saksi bisu dari drama yang menguras emosi di panggung tertinggi sepak bola Inggris. Tottenham Hotspur Stadium yang biasanya bergemuruh dengan ambisi juara, kali ini justru diselimuti ketegangan saat tuan rumah menjamu Leeds United dalam lanjutan Premier League musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) dini hari WIB ini berakhir dengan skor imbang 1-1, sebuah hasil yang terasa pahit bagi armada asuhan Roberto De Zerbi yang tengah berjuang menjauh dari ancaman degradasi.

Tekanan Awal di London Utara: Leeds United Tampil Mengejutkan

Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer di stadion terasa sangat berat. Tottenham yang seharusnya mengambil inisiatif serangan justru terlihat canggung dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Sebaliknya, Leeds United yang datang sebagai tamu tampil dengan organisasi permainan yang sangat rapi. Mereka tidak membiarkan lini tengah Spurs yang dihuni Joao Palhinha dan Rodrigo Bentancur mengembangkan permainan dengan bebas.

Baca Juga

Drama Perebutan Gelar Liga Inggris: Arsenal Lengser Setelah 200 Hari, Manchester City Kembali Berkuasa

Drama Perebutan Gelar Liga Inggris: Arsenal Lengser Setelah 200 Hari, Manchester City Kembali Berkuasa

Memasuki menit ke-21, ancaman nyata pertama justru datang dari kubu tim tamu. Berawal dari skema bola mati yang tertata, Joe Rodon hampir saja membungkam publik tuan rumah. Sundulannya yang tajam mengarah tepat ke sudut gawang, namun beruntung bagi Spurs, kiper muda Antonin Kinsky menunjukkan refleks luar biasa untuk menepis bola tersebut. Penyelamatan krusial ini sempat memberikan nafas tambahan bagi lini belakang Tottenham Hotspur yang tampak rapuh di awal laga.

Hingga tiga puluh menit pertama, praktis tidak ada peluang berbahaya yang mampu dikonversi oleh Richarlison maupun Randal Kolo Muani. Barisan pertahanan Leeds yang dipimpin oleh Jaka Bijol tampil sangat disiplin, membuat aliran bola Spurs hanya berputar-putar di area tengah tanpa penetrasi yang mematikan. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga turun minum, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi De Zerbi.

Baca Juga

Didier Deschamps Enggan Melatih Real Madrid, Pilih Fokus Piala Dunia 2026 dan Rencana Rehat

Didier Deschamps Enggan Melatih Real Madrid, Pilih Fokus Piala Dunia 2026 dan Rencana Rehat

Kebangkitan Singkat Lewat Kaki Mathys Tel

Memasuki interval kedua, Spurs tampak mencoba mengubah pendekatan mereka. Intensitas serangan ditingkatkan, dan para pemain sayap mulai lebih berani melakukan tusukan satu lawan satu. Upaya ini membuahkan hasil pada menit ke-50. Melalui sebuah skema sepak pojok yang terukur, Mathys Tel berhasil melepaskan diri dari kawalan dan menyontek bola masuk ke gawang Karl Darlow. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan di tribun penonton, seolah-olah Spurs akan mengakhiri malam dengan poin penuh.

Setelah unggul 1-0, kepercayaan diri tim tuan rumah meningkat. Mereka mulai mendominasi penguasaan bola dan mencoba mencari gol kedua untuk mengunci kemenangan. Namun, Leeds United bukanlah tim yang mudah menyerah. Di bawah arahan taktik yang pragmatis namun efektif, mereka perlahan mulai keluar dari tekanan dan kembali melancarkan serangan balik cepat yang merepotkan Kevin Danso dan Micky van de Ven.

Baca Juga

Misi Besar Krisna Bayu Usai Terpilih Kembali Jadi Ketum Persambi: Targetkan PON 2028 dan Kejuaraan Dunia

Misi Besar Krisna Bayu Usai Terpilih Kembali Jadi Ketum Persambi: Targetkan PON 2028 dan Kejuaraan Dunia

Drama Penalti dan VAR: Titik Balik yang Menyakitkan

Sepak bola seringkali menghadirkan ironi, dan itulah yang dialami oleh Mathys Tel malam itu. Sang pahlawan pencetak gol justru menjadi aktor di balik petaka yang menimpa timnya. Pada menit ke-69, dalam sebuah kemelut di area terlarang, Tel melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Ethan Ampadu. Wasit awalnya sempat ragu, namun setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR), hukuman penalti resmi dijatuhkan untuk Spurs.

Dominic Calvert-Lewin yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangannya mengecoh Kinsky dan mengubah papan skor menjadi 1-1. Gol penyama kedudukan ini seketika meruntuhkan mental para pemain Spurs. Riuh rendah dukungan suporter berubah menjadi gumaman kecemasan, mengingat posisi mereka di Klasemen Liga Inggris yang kian terhimpit oleh para pesaing di papan bawah.

Baca Juga

Prediksi Carlo Ancelotti: Paris Saint-Germain Masih Terlalu Perkasa di Liga Champions

Prediksi Carlo Ancelotti: Paris Saint-Germain Masih Terlalu Perkasa di Liga Champions

Injury Time yang Mencekam: Tiang Gawang Sebagai Penyelamat

Laga memasuki fase akhir yang sangat krusial dengan tambahan waktu yang tidak biasa, yakni 13 menit. Dalam periode panjang tersebut, Leeds United hampir saja mencuri kemenangan dramatis. Pada menit ke-90+3, Sean Longstaff melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, melewati jangkauan kiper, namun hanya membentur tiang gawang. Suara benturan bola dengan tiang gawang tersebut terdengar begitu jelas, seolah menjadi peringatan keras bagi pertahanan Tottenham.

De Zerbi mencoba melakukan pergantian pemain dengan memasukkan James Maddison dan Djed Spence di menit-menit akhir untuk menambah daya dobrak, namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengubah keadaan. Peluit panjang akhirnya berbunyi, dan papan skor tetap menunjukkan angka 1-1. Bagi Leeds, satu poin di kandang lawan adalah hasil yang cukup baik, namun bagi Spurs, ini adalah alarm bahaya yang semakin keras berbunyi.

Implikasi di Klasemen: Spurs di Ambang Zona Merah

Hasil imbang ini membawa dampak signifikan bagi peta persaingan degradasi. Tottenham Hotspur kini masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Mereka hanya terpaut dua angka dari West Ham United yang berada di peringkat ke-18 atau batas akhir zona merah. Situasi ini tentu sangat tidak ideal bagi klub sebesar Spurs, terutama dengan sisa kompetisi yang semakin sedikit.

Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri menyoroti masalah konsistensi yang terus menghantui skuad asuhan De Zerbi musim ini. Di sisi lain, Leeds United sedikit lebih bernafas lega dengan menempati posisi ke-14 dan mengantongi 44 poin. Pertandingan ini membuktikan bahwa di Liga Inggris, tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh, dan setiap kesalahan sekecil apapun akan dibayar mahal dengan kehilangan poin krusial.

Susunan Pemain dan Catatan Taktis

Tottenham Hotspur (4-2-3-1): Antonin Kinsky; Pedro Porro, Kevin Danso, Micky van de Ven, Destiny Udogie (Djed Spence 85′); Joao Palhinha, Rodrigo Bentancur (Lucas Bergvall 81′); Randal Kolo Muani, Mathys Tel (James Maddison 85′), Conor Gallagher; Richarlison.

Leeds United (4-3-3): Karl Darlow; Pascal Struijk (Sebastian Bornauw 56′), Jaka Bijol, Joe Rodon, James Justin; Anton Stach, Ethan Ampadu, Ao Tanaka (Sean Longstaff 90+3′); Daniel James (Wilfried Gnonto 63′), Brenden Aaronson (Lukas Nmecha 63′), Dominic Calvert-Lewin.

Secara taktis, Leeds United berhasil mematikan kreativitas lini tengah Spurs dengan menempatkan tiga gelandang yang sangat dinamis. Sementara itu, Tottenham terlalu bergantung pada aksi individu pemain sayap mereka tanpa adanya dukungan yang cukup dari lini kedua. James Maddison yang baru masuk di akhir laga dianggap terlambat untuk memberikan dampak nyata pada alur serangan tim tuan rumah. Kini, semua mata akan tertuju pada bagaimana Roberto De Zerbi merespons hasil ini di pertandingan berikutnya demi menyelamatkan masa depan Tottenham di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *