Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 Mei 2026: Antam Bertahan di Puncak, Galeri24 Mulai Merangkak Naik
InfoNanti — Pergerakan instrumen investasi logam mulia di pasar domestik kembali menunjukkan dinamika yang menarik untuk dicermati pada akhir pekan ini. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun pada Minggu, 10 Mei 2026, harga jual emas di gerai Pegadaian terpantau bervariasi. Sementara emas batangan bersertifikat Antam menunjukkan ketangguhan dengan harga yang stagnan, produk dari Galeri24 justru mencatatkan kenaikan tipis yang memberikan sinyal positif bagi para kolektor dan investor jangka pendek.
Dinamika Harga Emas Pegadaian Hari Ini
Memasuki pekan kedua di bulan Mei 2026, para investor investasi emas disuguhi pemandangan pasar yang fluktuatif namun tetap menjanjikan. Emas Antam, yang sering menjadi acuan utama masyarakat Indonesia, dibanderol tetap di angka Rp 2.953.000 per gram. Kestabilan harga Antam ini terjadi di tengah gejolak pasar global yang cukup intens dalam beberapa hari terakhir.
Strategi Kementan Amankan Pasokan Plastik Beras: Menakar Peluang Kerja Sama dengan Malaysia
Di sisi lain, produk emas dari Galeri24, yang merupakan anak perusahaan Pegadaian, mengalami apresiasi nilai. Harga emas Galeri24 naik menjadi Rp 2.836.000 per gram, setelah sebelumnya pada Sabtu (9/5/2026) berada di level Rp 2.833.000. Fenomena berbeda justru ditunjukkan oleh emas UBS (Untung Bersama Sejahtera). Emas produksi Surabaya ini mengalami koreksi tipis, turun dari Rp 2.892.000 menjadi Rp 2.891.000 per gram pada perdagangan hari ini.
Rincian Lengkap Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24
Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi, penting untuk mengetahui rincian harga berdasarkan denominasi beratnya. Pegadaian menyediakan berbagai pilihan gramasi yang bisa disesuaikan dengan anggaran keuangan pribadi Anda. Berikut adalah daftar harga lengkapnya:
1. Emas Galeri24 (Produk Internal Pegadaian)
Produk ini menawarkan rentang berat yang paling luas, mulai dari pecahan terkecil hingga batangan seberat satu kilogram. Galeri24 menjadi pilihan populer bagi mereka yang mencari efisiensi biaya cetak.
Laporan SPT Tahunan 2026 Tembus 13 Juta: Mengintip Rahasia di Balik Lonjakan Kepatuhan Pajak Nasional
- 0,5 gram: Rp 1.488.000
- 1 gram: Rp 2.836.000
- 5 gram: Rp 13.906.000
- 10 gram: Rp 27.736.000
- 100 gram: Rp 275.516.000
- 1.000 gram (1 Kg): Rp 2.748.391.000
2. Emas Antam (Standard Logam Mulia)
Emas Antam tetap memegang predikat sebagai emas dengan likuiditas tertinggi di pasar sekunder. Di Pegadaian, ketersediaan stok Antam hari ini berkisar antara 0,5 gram hingga 100 gram.
- 0,5 gram: Rp 1.529.000
- 1 gram: Rp 2.953.000
- 2 gram: Rp 5.843.000
- 10 gram: Rp 29.001.000
- 50 gram: Rp 144.659.000
- 100 gram: Rp 289.237.000
3. Emas UBS (Pilihan Alternatif Investasi)
UBS dikenal dengan desainnya yang modern dan seringkali memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan Antam. Berikut rincian harganya untuk hari ini:
- 0,5 gram: Rp 1.563.000
- 1 gram: Rp 2.891.000
- 5 gram: Rp 14.176.000
- 25 gram: Rp 70.368.000
- 100 gram: Rp 280.780.000
- 500 gram: Rp 1.401.839.000
Analisis Pasar Global: Mengapa Harga Emas Melesat?
Kenaikan harga emas yang kita rasakan saat ini tidak lepas dari pengaruh pasar internasional. Tercatat pada perdagangan Jumat pekan lalu, harga emas dunia melonjak signifikan ke level USD 4.723,28 per ounce. Kenaikan mingguan sebesar 2,4% ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang di luar ekspektasi pasar.
Dunia di Ambang Krisis: IEA dan IMF Ungkap Dampak Mengerikan Perang Timur Tengah terhadap Ekonomi Global
Meskipun penyerapan tenaga kerja di AS meningkat pada bulan April, tingkat pengangguran yang bertahan di angka 4,3% menciptakan narasi ekonomi yang kompleks. Secara tradisional, data pekerjaan yang kuat akan memperkuat posisi Dolar AS dan menekan emas. Namun, yang terjadi kali ini justru sebaliknya. Emas seolah melepaskan diri dari keterikatannya dengan pergerakan mata uang Paman Sam.
David Meger, Direktur High Ridge Futures, memberikan pandangan menarik mengenai fenomena ini. Menurutnya, emas saat ini tidak lagi sekadar dianggap sebagai safe haven atau aset pelindung nilai tradisional, melainkan mulai diperdagangkan layaknya aset berisiko (risk asset) yang merespons optimisme pertumbuhan ekonomi sekaligus potensi penurunan suku bunga The Fed di masa depan.
Buntut Skandal Prank Pemadam Kebakaran: AFPI Resmi Pecat PT TIN dari Keanggotaan, Bukti Ketegasan Industri Fintech
Sentimen Geopolitik dan Dampaknya Terhadap Logam Mulia
Selain faktor ekonomi makro, tensi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi bumbu utama yang mempengaruhi psikologi pasar. Meskipun sempat terjadi ketegangan antara pasukan AS dan Iran di Teluk Persia, kabar mengenai adanya gencatan senjata dan prospek de-eskalasi konflik memberikan sedikit ruang bernapas bagi pasar global. Menurunnya harga energi akibat potensi perdamaian ini justru memberikan sentimen positif bagi emas karena meningkatkan harapan akan stabilnya inflasi global.
Namun, kondisi di pasar fisik Asia justru menunjukkan kelesuan. Di India, negara konsumen emas terbesar kedua di dunia, permintaan dilaporkan melambat. Para pembeli cenderung menunda transaksi karena menunggu koreksi harga yang lebih dalam. Sebaliknya, di China, premi emas tetap stabil karena masyarakat di sana masih melihat emas sebagai instrumen paling aman untuk melindungi kekayaan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi domestik.
Tips Berinvestasi Emas di Tengah Fluktuasi
Bagi Anda pembaca setia InfoNanti, menghadapi harga emas yang berada di level tinggi seperti saat ini memerlukan strategi yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan:
- Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA): Jangan membeli dalam jumlah besar sekaligus. Belilah secara rutin dalam jumlah kecil untuk mendapatkan harga rata-rata yang optimal.
- Pantau Kurs Rupiah: Karena emas dunia dihargai dalam Dolar AS, pelemahan Rupiah dapat membuat harga emas lokal semakin mahal meskipun harga dunia sedang turun.
- Tujuan Jangka Panjang: Emas adalah instrumen investasi yang membutuhkan waktu minimal 3 hingga 5 tahun untuk memberikan keuntungan yang signifikan. Hindari menggunakan “uang panas” untuk membeli emas.
- Pilih Gramasi yang Sesuai: Jika Anda berencana menjualnya kembali dalam waktu dekat, gramasi kecil (1-5 gram) lebih mudah dicairkan. Namun, jika untuk simpanan jangka panjang, gramasi besar (50-100 gram) biasanya memiliki harga per gram yang lebih murah karena biaya cetak yang lebih rendah secara proporsional.
Dengan memantau pergerakan harga secara harian melalui InfoNanti, Anda dapat mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan terukur. Apakah hari ini waktu yang tepat untuk membeli? Semua kembali pada rencana keuangan dan profil risiko Anda masing-masing.