Telkom Indonesia Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Kartini BISA Fest 2026: Strategi Digitalisasi dan Sertifikasi Menuju Pasar Global

Rizky Pratama | InfoNanti
30 Apr 2026, 16:52 WIB
Telkom Indonesia Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Kartini BISA Fest 2026: Strategi Digitalisasi dan Sertifikasi Me

InfoNanti — Di tengah deru digitalisasi yang kian kencang menyentuh berbagai lini kehidupan, sosok Raden Ajeng Kartini kini menjelma dalam bentuk yang berbeda. Semangat perjuangannya untuk kesetaraan tidak lagi hanya soal pendidikan di bilik kelas, melainkan tentang bagaimana perempuan mampu menguasai ekosistem ekonomi digital yang kompetitif. Menangkap esensi tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan perannya sebagai lokomotif transformasi digital nasional dengan menggelar perhelatan akbar bertajuk Kartini BISA Fest pada 20–24 April 2026 di Telkom Hub, Jakarta Selatan.

Acara yang berlangsung selama lima hari ini bukan sekadar seremoni tahunan untuk memperingati pahlawan emansipasi, melainkan sebuah manifestasi nyata dari upaya TelkomGroup dalam memperkuat fondasi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Fokus utamanya adalah membekali perempuan pengusaha dengan instrumen teknologi modern agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain utama yang mampu menembus pasar internasional. Melalui pendekatan yang komprehensif, Telkom berupaya mengikis kesenjangan literasi teknologi yang selama ini sering menjadi penghambat kemajuan bisnis di sektor akar rumput.

Baca Juga

Mengubah Limbah Panas Jadi Energi: Kesepakatan Tarif PLTP Lahendong 15 MW Resmi Dikantongi

Mengubah Limbah Panas Jadi Energi: Kesepakatan Tarif PLTP Lahendong 15 MW Resmi Dikantongi

Menghidupkan Semangat Kartini dalam Ekosistem Digital

Puncak peringatan Hari Kartini tahun ini terasa berbeda dengan kehadiran Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, yang memberikan pandangan mendalam mengenai relevansi perjuangan Kartini di abad ke-21. Dalam sambutannya, Dian menekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi adalah bentuk kemerdekaan baru bagi perempuan. Menurutnya, literasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap individu yang ingin memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Momentum Hari Kartini adalah pengingat bagi kita semua untuk mengambil nilai-nilai perjuangan beliau dan mengadaptasikannya dalam kehidupan yang kini serba digital. Sangat menggembirakan melihat bagaimana Kartini BISA Fest ini tidak hanya melibatkan kaum perempuan, tetapi juga dukungan aktif dari kaum laki-laki yang berkolaborasi demi kesetaraan ekonomi,” ujar Dian di hadapan para peserta. Ia menambahkan bahwa dengan terus belajar mengenal dan memanfaatkan teknologi, perempuan Indonesia dapat memiliki daya tawar yang lebih kuat di kancah ekonomi global.

Baca Juga

Capaian Fenomenal Pelaporan SPT 2026: 12,1 Juta Wajib Pajak Patuh, Coretax DJP Tembus 18 Juta Aktivasi

Capaian Fenomenal Pelaporan SPT 2026: 12,1 Juta Wajib Pajak Patuh, Coretax DJP Tembus 18 Juta Aktivasi

Filosofi BISA: Fondasi Budaya Perusahaan dan Pemberdayaan

Kartini BISA Fest sendiri diambil dari akronim budaya kerja perusahaan Telkom, yaitu BISA yang merupakan kependekan dari Bravery (Keberanian), Integrity (Integritas), Service Excellence (Keunggulan Layanan), dan Agility (Ketangkasan). Empat nilai utama ini diintegrasikan ke dalam rangkaian program yang dirancang khusus untuk memacu produktivitas UMKM perempuan. Telkom meyakini bahwa dengan menanamkan nilai-nilai ini, para pelaku usaha akan memiliki mentalitas yang tangguh dalam menghadapi fluktuasi pasar.

Selama penyelenggaraan festival, area Telkom Hub disulap menjadi pusat inovasi dan kewirausahaan. Terdapat bazar kuliner yang diikuti oleh 40 UMKM binaan pilihan yang sepenuhnya dikelola oleh perempuan. Namun, sisi menariknya bukan hanya pada transaksi jual beli, melainkan pada bagaimana para peserta ini menerapkan standar pelayanan prima dan kemasan produk yang menarik, mencerminkan kualitas yang siap bersaing dengan produk-produk modern di pasar swalayan maupun platform e-commerce global.

Baca Juga

Harga Plastik Dunia Melejit: Ancaman Serius Bagi Industri Makanan dan Dompet Masyarakat

Harga Plastik Dunia Melejit: Ancaman Serius Bagi Industri Makanan dan Dompet Masyarakat

Membekali UMKM dengan Senjata Kecerdasan Buatan (AI)

Salah satu terobosan yang paling menyita perhatian dalam Kartini BISA Fest 2026 adalah pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI. Di saat banyak pelaku usaha merasa terancam oleh kehadiran teknologi baru, Telkom justru mengajak para perempuan pelaku UMKM untuk bersahabat dengan AI. Pelatihan ini dirancang untuk membantu efisiensi dalam pembuatan konten kreatif dan strategi pemasaran digital yang lebih presisi.

Dengan teknologi AI, para pelaku UMKM diajarkan cara membuat deskripsi produk yang menarik, mendesain visual promosi dengan cepat, hingga menganalisis tren pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk jasa agensi pemasaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Telkom untuk memperkuat ekonomi digital yang inklusif, di mana teknologi canggih dapat diakses oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis dari dapur mereka sendiri.

Baca Juga

Langkah Berani Sektor Geothermal: API Desak Penyesuaian Tarif Demi Bangun Raksasa Energi Hijau

Langkah Berani Sektor Geothermal: API Desak Penyesuaian Tarif Demi Bangun Raksasa Energi Hijau

Keamanan Siber: Melindungi Aset Digital di Tengah Ancaman

Tidak hanya fokus pada pertumbuhan, Telkom juga sangat peduli terhadap perlindungan data. Mengingat meningkatnya serangan siber yang menyasar bisnis kecil, Kartini BISA Fest menghadirkan seminar cybersecurity yang diikuti oleh lebih dari 350 peserta. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha akan pentingnya menjaga keamanan akun bisnis, data pelanggan, dan transaksi keuangan digital.

Literasi keamanan siber seringkali terlupakan dalam paket pelatihan bisnis konvensional. Padahal, satu serangan peretasan bisa menghancurkan reputasi bisnis yang telah dibangun bertahun-tahun. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan data, UMKM binaan Telkom diharapkan bisa beroperasi dengan rasa aman, sekaligus membangun kepercayaan (trust) yang tinggi di mata konsumen mereka.

Standardisasi dan Legalitas: Kunci Menuju Pasar Internasional

Data menunjukkan bahwa potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi nasional sangatlah masif. Berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025, sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun, angka ini berbanding terbalik dengan fakta mengenai legalitas produk. Data BPJPH di tahun yang sama menyebutkan baru sekitar 35 persen UMKM yang memiliki sertifikasi halal.

Menyikapi tantangan ini, Telkom tidak tinggal diam. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan dukungan konkret berupa fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 2.250 UMKM perempuan. Selain itu, ada pula program Packfest yang memberikan bantuan sebanyak 500.000 cetak kemasan premium. Bantuan ini bertujuan agar produk UMKM tidak hanya memiliki cita rasa yang enak atau manfaat yang baik, tetapi juga tampilan yang profesional dan kepatuhan hukum yang lengkap demi memperluas akses pasar ke ritel modern dan ekspor.

Membangun Ekosistem yang Inklusif Bagi Semua

Keberlanjutan adalah kata kunci dalam setiap inisiatif Telkom. Dari total lebih dari 112.000 UMKM yang menjadi binaan perusahaan, sebanyak 73.152 di antaranya adalah perempuan yang aktif mengikuti pembinaan berbasis digital. Menariknya, dukungan ini tidak bersifat eksklusif. Telkom juga merangkul pelaku UMKM dari kalangan disabilitas, memastikan bahwa transformasi digital dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pendekatan inklusif ini menunjukkan bahwa Telkom ingin membangun ekosistem usaha yang berkeadilan. Dengan memberikan akses teknologi dan pelatihan yang setara kepada penyandang disabilitas, Telkom membuktikan bahwa hambatan fisik bukan lagi penghalang untuk menjadi produktif di dunia digital. Program ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Nasional

Dian Siswarini dalam penutupan pernyataannya menegaskan komitmen berkelanjutan Telkom untuk mendampingi para perempuan tangguh ini. Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan literasi digital nasional. Fokus pada pembinaan pelatihan bisnis bagi UMKM adalah investasi jangka panjang untuk stabilitas ekonomi Indonesia.

Melalui Kartini BISA Fest, Telkom berharap para pelaku usaha yang telah dibina mampu menciptakan efek domino yang positif bagi lingkungan sekitarnya. Ketika seorang perempuan pengusaha sukses, ia cenderung akan memberdayakan orang-orang di sekitarnya, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Dengan sinergi antara semangat Kartini dan kecanggihan teknologi digital, masa depan UMKM Indonesia kini tampak jauh lebih cerah dan berdaya saing global.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *