Skenario Scudetto Inter Milan di Giornata 35: Menanti Pesta Si Ular Besar di Panggung Serie A

Fajar Nugroho | InfoNanti
30 Apr 2026, 18:53 WIB
Skenario Scudetto Inter Milan di Giornata 35: Menanti Pesta Si Ular Besar di Panggung Serie A

InfoNanti — Panggung sepak bola kasta tertinggi Italia, Serie A, kini tengah bersiap menyambut sang raja baru. Atmosfer di kota Milan kian memanas seiring dengan semakin dekatnya Inter Milan ke tangga juara. Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dominasi, skuat asuhan Simone Inzaghi kini berada di titik krusial di mana setiap helaan napas para pendukungnya dipenuhi dengan aroma kemenangan Scudetto. Meski sempat tertunda, kepastian gelar juara tampaknya hanya tinggal menunggu hitungan hari saja.

Persaingan di papan atas liga italia musim ini memang seolah menjadi panggung tunggal bagi sang raksasa berbaju biru-hitam. Konsistensi yang ditunjukkan Lautaro Martinez dan kawan-kawan membuat para pesaingnya terengah-engah mengejar di belakang. Namun, sepak bola selalu punya cara untuk menghadirkan drama, dan itulah yang terjadi pada pekan sebelumnya, memaksa para pendukung setia Nerazzurri untuk sedikit lebih bersabar sebelum bisa merayakan bintang kedua di dada mereka.

Baca Juga

Carlo Ancelotti Pasang Badan: Menepis Mitos ‘Ruang Ganti Beracun’ di Real Madrid

Carlo Ancelotti Pasang Badan: Menepis Mitos ‘Ruang Ganti Beracun’ di Real Madrid

Drama di Markas Torino: Pesta yang Sempat Tertunda

Laga melawan Torino di pekan ke-34 seharusnya bisa menjadi pintu pembuka bagi perayaan juara. Inter Milan tampil dengan kepercayaan diri tinggi, mendominasi jalannya laga sejak peluit pertama dibunyikan. Gol dari Marcus Thuram dan Yann Bisseck sempat membawa harapan besar bahwa malam itu akan berakhir dengan sorak-sorai kemenangan. Inter sudah unggul 2-0 dan tampak sangat nyaman mengendalikan permainan di tengah kepungan pendukung tuan rumah.

Namun, sepak bola Italia dikenal dengan pertahanannya yang alot dan semangat pantang menyerah. Torino berhasil memanfaatkan celah di lini belakang Inter pada fase akhir pertandingan. Kebobolan dua gol di menit-menit krusial membuat skor berakhir imbang 2-2. Hasil ini tentu saja menyesakkan, karena pesta juara yang sudah didepan mata harus kembali disimpan rapat-rapat. Kegagalan mempertahankan keunggulan ini menjadi pengingat bagi Inzaghi bahwa konsentrasi penuh adalah harga mati hingga peluit panjang benar-benar ditiup.

Baca Juga

Drama Epic di San Siro: Comeback Luar Biasa Inter Milan Singkirkan Como Menuju Final Coppa Italia

Drama Epic di San Siro: Comeback Luar Biasa Inter Milan Singkirkan Como Menuju Final Coppa Italia

Di sisi lain, kemenangan tipis Napoli atas Cremonese juga berperan penting dalam menunda takhta inter milan. Hasil tersebut memastikan bahwa secara matematis, persaingan belum benar-benar berakhir meskipun jarak poin masih terbentang sangat lebar. Publik San Siro kini beralih fokus ke Giornata 35, yang diyakini akan menjadi momen bersejarah bagi klub berjuluk Il Biscione tersebut.

Menghitung Hari Menuju Bintang Kedua: Skenario Juara Nerazzurri

Secara matematis, peluang Inter Milan untuk mengunci gelar scudetto di pekan ke-35 sangatlah terbuka lebar. Ada dua skenario utama yang kini tengah dikalkulasi oleh para pengamat dan penggemar sepak bola. Skenario pertama adalah jalur mandiri, di mana Inter Milan memegang penuh kendali atas nasib mereka sendiri. Jika mereka mampu mengalahkan Parma di laga mendatang, tambahan tiga poin akan membuat koleksi angka mereka mustahil untuk dikejar oleh tim manapun di sisa musim ini.

Baca Juga

Momen ‘Acakadul’ Cristiano Ronaldo Viral: Al Nassr Terjungkal di Markas Al Qadsiah

Momen ‘Acakadul’ Cristiano Ronaldo Viral: Al Nassr Terjungkal di Markas Al Qadsiah

Skenario kedua jauh lebih menarik karena melibatkan hasil dari tim lain. Inter Milan bahkan bisa dipastikan menjadi juara tanpa harus berkeringat di lapangan jika hasil pertandingan para pesaing terdekat mereka tidak memuaskan. Jika Napoli menelan kekalahan saat bertandang ke markas Como 1907, dan di saat yang sama AC Milan gagal meraih kemenangan penuh atas Sassuolo, maka perolehan poin Inter Milan sudah tidak mungkin terlampaui lagi. Kondisi ini membuat pekan ke-35 menjadi sangat dinamis dan penuh dengan ketegangan dari satu stadion ke stadion lainnya.

Kekuatan mental skuat Inter akan diuji di sini. Apakah mereka mampu mengatasi tekanan untuk segera mengakhiri musim, ataukah mereka akan kembali terpeleset seperti saat melawan Torino? Namun, melihat performa sepanjang musim, mayoritas analis yakin bahwa Inter Milan hanya membutuhkan satu dorongan kecil lagi untuk meledakkan pesta di alun-alun Piazza del Duomo.

Baca Juga

Kemenangan Dramatis Garuda Muda: Kedisiplinan Tinggi Jadi Kunci Indonesia Tekuk China di Piala Asia U-17 2026

Kemenangan Dramatis Garuda Muda: Kedisiplinan Tinggi Jadi Kunci Indonesia Tekuk China di Piala Asia U-17 2026

Mata Tertuju pada Como dan Sassuolo: Bantuan dari Pihak Ketiga?

Sebelum Inter Milan turun bertanding melawan Parma pada Senin dini hari, mata para tifosi akan terlebih dahulu tertuju pada laga Napoli dan AC Milan. Napoli yang akan menghadapi Como 1907 membawa misi wajib menang untuk terus menunda pesta sang rival. Namun, Como bukanlah lawan yang bisa diremehkan saat bermain di kandang sendiri. Tim promosi ini seringkali menyulitkan tim-tim besar dengan permainan kolektifnya.

Sementara itu, AC Milan yang duduk di posisi ketiga juga menghadapi tantangan berat melawan Sassuolo. Sassuolo seringkali dijuluki sebagai tim pembunuh raksasa di Serie A. Jika kedua tim pengejar ini gagal mengamankan poin penuh, maka Inter Milan akan masuk ke lapangan melawan Parma dengan status sebagai juara baru, sebuah skenario ideal yang tentu sangat diidamkan oleh Simone Inzaghi agar para pemainnya bisa bermain tanpa beban.

Menakar Kekuatan Parma: Ujian Terakhir Sebelum Sejarah Terukir

Parma akan datang ke markas Inter sebagai tim yang secara posisi di klasemen mungkin tidak diunggulkan. Namun, dalam sejarah klasemen serie a, tim-tim papan tengah seperti Parma seringkali tampil lepas saat berhadapan dengan calon juara. Mereka tidak memiliki beban besar dan justru ingin membuktikan diri bahwa mereka bisa merusak pesta tim besar.

Bagi Inter, laga ini adalah tentang pembuktian dominasi. Dengan lini depan yang tajam dan lini tengah yang kreatif, mereka diprediksi akan menekan sejak awal. Inzaghi kemungkinan besar akan menurunkan komposisi terbaiknya demi memastikan tidak ada lagi kesalahan seperti di Turin. Kemenangan atas Parma bukan sekadar soal tiga poin, melainkan soal harga diri dan penegasan bahwa mereka adalah yang terbaik di Italia musim ini.

Jadwal Lengkap Liga Italia Giornata 35

Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan Serie A pekan ke-35 yang akan menentukan arah perebutan gelar juara dan persaingan di zona Eropa:

  • Jumat, 2 Mei
    01:45 WIB – Pisa vs Lecce
  • Sabtu, 2 Mei
    20:00 WIB – Udinese vs Torino
    23:00 WIB – Como 1907 vs Napoli
  • Minggu, 3 Mei
    01:45 WIB – Atalanta vs Genoa
    17:30 WIB – Bologna vs Cagliari
    20:00 WIB – Sassuolo vs AC Milan
    23:00 WIB – Juventus vs Hellas Verona
  • Senin, 4 Mei
    01:45 WIB – Inter Milan vs Parma
    23:30 WIB – Cremonese vs Lazio
  • Selasa, 5 Mei
    01:45 WIB – AS Roma vs Fiorentina

Tabel Klasemen: Dominasi Mutlak Inter Milan

Melihat tabel klasemen saat ini, sangat terlihat betapa dominannya Inter Milan sepanjang musim. Dengan selisih gol yang sangat mencolok dan jumlah kekalahan yang minim, mereka memang layak berada di puncak.

Pos Klub Main Menang Seri Kalah Gol Poin
1 Inter Milan 34 25 4 5 80-31 79
2 Napoli 34 21 6 7 52-33 69
3 AC Milan 34 19 10 5 48-27 67
4 Juventus 34 18 10 6 57-29 64
5 Como 1907 34 17 10 7 59-28 61
6 AS Roma 34 19 4 11 48-29 61

Dengan sisa beberapa pertandingan lagi, fokus kini bukan lagi siapa yang akan juara, melainkan kapan kepastian itu akan terjadi. Inter Milan telah menunjukkan mentalitas juara yang kuat, dan Giornata 35 adalah panggung yang mereka siapkan untuk menuliskan sejarah baru dalam buku besar sepak bola Italia. Mari kita nantikan apakah pekan ini akan menjadi momen di mana warna biru-hitam mendominasi langit Italia.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *