Dominasi BlackRock di Pasar Kripto: IBIT Tembus Rekor 806.700 Bitcoin, Persaingan Sengit dengan MicroStrategy Memanas

Andi Saputra | InfoNanti
23 Apr 2026, 18:53 WIB
Dominasi BlackRock di Pasar Kripto: IBIT Tembus Rekor 806.700 Bitcoin, Persaingan Sengit dengan MicroStrategy Memanas

InfoNanti — Gelombang adopsi institusional terhadap aset digital tampaknya belum menemui titik jenuh. Kabar terbaru dari lantai bursa menunjukkan bahwa raksasa manajer aset global, BlackRock, melalui instrumen iShares Bitcoin Trust (IBIT), kembali mencatatkan sejarah baru. Tidak tanggung-tanggung, kepemilikan Bitcoin (BTC) dalam kelolaan IBIT kini telah menembus angka fantastis 806.700 BTC, sebuah pencapaian yang menandai rekor tertinggi sepanjang masa sejak produk ini pertama kali diperkenalkan ke publik.

Nilai aset yang dikelola tersebut diperkirakan mencapai USD 63,7 miliar atau setara dengan Rp 1.097 triliun, dengan asumsi nilai tukar yang berada di kisaran Rp 17.230 per dolar AS. Lonjakan ini bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari kepercayaan pasar yang solid selama sembilan hari perdagangan berturut-turut yang terus mencatatkan arus masuk bersih (net inflows). Dalam periode tersebut saja, IBIT berhasil menambah sekitar 21.500 BTC ke dalam brankas digital mereka, membuktikan bahwa permintaan terhadap investasi kripto yang teregulasi masih sangat tinggi.

Baca Juga

Gugatan Balik Bittrex: Menuntut Keadilan dan Pengembalian Denda Rp 415 Miliar di Era Baru Regulasi Kripto

Gugatan Balik Bittrex: Menuntut Keadilan dan Pengembalian Denda Rp 415 Miliar di Era Baru Regulasi Kripto

Pencapaian Fenomenal IBIT di Kuartal Pertama 2026

Memasuki kuartal pertama tahun 2026, performa BlackRock di industri kripto benar-benar mendominasi panggung utama. Berdasarkan data internal yang dihimpun, IBIT mencatat arus masuk bersih pada 48 hari dari total 62 hari perdagangan selama kuartal tersebut. Angka ini mencerminkan stabilitas minat investor meskipun volatilitas pasar seringkali membayangi aset digital. Secara kumulatif, arus dana yang mengalir masuk ke ETF ini mencapai USD 8,4 miliar atau setara Rp 144,7 triliun sepanjang kuartal pertama.

Momentum ini semakin menguat secara signifikan saat memasuki pertengahan April. Dalam catatan kami, pada tanggal 15 April, IBIT sukses menarik dana segar sebesar USD 291,9 juta (sekitar Rp 5,02 triliun). Tak berhenti di situ, beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 10 April, arus dana masuk juga terpantau kuat di angka USD 269,3 juta (setara Rp 4,6 triliun). Tekanan beli yang konsisten inilah yang akhirnya mendorong total kepemilikan melampaui ambang psikologis 800.000 BTC untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.

Baca Juga

Visi Revolusioner Presiden Kolombia: Mengubah Air Menjadi Bitcoin dan Magnet Investasi Global

Visi Revolusioner Presiden Kolombia: Mengubah Air Menjadi Bitcoin dan Magnet Investasi Global

Saat ini, BlackRock memegang kendali atas hampir 49% dari total seluruh aset yang ada di pasar ETF Bitcoin spot Amerika Serikat. Posisi ini menempatkan mereka jauh meninggalkan para pesaingnya seperti FBTC milik Fidelity dan GBTC dari Grayscale. Dominasi ini memberikan sinyal kuat bahwa BlackRock telah menjadi gerbang utama bagi investor institusional tradisional untuk masuk ke dalam ekosistem blockchain.

Duel Raksasa: BlackRock versus MicroStrategy

Meski IBIT mencetak angka-angka yang mengesankan, persaingan untuk menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia tetap berjalan sengit. Di sudut lain, MicroStrategy Inc., perusahaan perangkat lunak yang dipimpin oleh sang evangelis Bitcoin, Michael Saylor, baru saja merebut kembali takhta yang sempat hilang pada kuartal kedua 2024. Hingga laporan terakhir, MicroStrategy tercatat memiliki 815.061 BTC dalam neraca keuangannya, unggul tipis sekitar 8.300 BTC dibandingkan BlackRock.

Baca Juga

Skeptisisme Massal: Mengapa Warga AS Kian Ragu Terhadap Investasi Kripto dan Laju Cepat AI?

Skeptisisme Massal: Mengapa Warga AS Kian Ragu Terhadap Investasi Kripto dan Laju Cepat AI?

Strategi MicroStrategy yang sangat agresif menjadi pembeda utama. Hanya dalam satu hari pada tanggal 13 April, perusahaan ini melakukan pembelian besar-besaran sebanyak 13.927 BTC dengan nilai mencapai USD 1 miliar. Langkah berani ini mempertegas posisi MicroStrategy bukan sekadar perusahaan teknologi, melainkan sebuah entitas yang secara de facto berfungsi sebagai kendaraan investasi Bitcoin. Pertarungan antara BlackRock yang mewakili dana kolektif investor dan MicroStrategy yang mewakili keyakinan korporasi tunggal diprediksi akan semakin intensif hingga memasuki kuartal kedua tahun ini.

Inovasi Produk Baru: Melirik Potensi Pendapatan dari ETF BITA

Tidak puas hanya dengan produk spot konvensional, BlackRock kini tengah melebarkan sayapnya dengan mengajukan produk turunan baru kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat. Dalam pengajuan S-1 terbarunya, BlackRock merencanakan peluncuran ETF pendapatan Bitcoin yang akan menyandang kode saham BITA. Produk ini dirancang bagi investor yang menginginkan eksposur terhadap harga Bitcoin sekaligus mendapatkan imbal hasil rutin atau dividen.

Baca Juga

Ambisi Kripto Meta Terendus Senat: Elizabeth Warren Desak Transparansi Stablecoin Sebelum Pemungutan Suara Besar

Ambisi Kripto Meta Terendus Senat: Elizabeth Warren Desak Transparansi Stablecoin Sebelum Pemungutan Suara Besar

Strategi yang diusung oleh BITA adalah covered call yang terkait langsung dengan kinerja IBIT. Dengan kata lain, manajer aset akan menjual opsi beli (call options) untuk menghasilkan pendapatan premium bulanan bagi pemegang sahamnya. Ini adalah langkah cerdas untuk menarik segmen investor yang lebih konservatif atau mereka yang terbiasa dengan instrumen pendapatan tetap di pasar modal tradisional. Melalui BITA, investor tidak perlu memiliki Bitcoin secara langsung, namun tetap bisa merasakan denyut jantung pasar kripto melalui mekanisme sekuritas yang akrab.

Kebangkitan Pasar ETF Spot Secara Menyeluruh

Fenomena keberhasilan BlackRock ini sebenarnya hanyalah puncak gunung es dari tren positif yang melanda pasar kripto secara luas. Setelah sempat mengalami periode arus keluar modal (outflow) selama empat bulan berturut-turut, kelompok ETF Bitcoin spot AS akhirnya berhasil membalikkan keadaan. Selama empat minggu terakhir, pasar mencatat arus masuk bersih positif dengan total akumulasi mencapai USD 2 miliar.

Yang menarik, kontribusi BlackRock sangat dominan dalam pemulihan ini. Dari total USD 2 miliar tersebut, IBIT menyumbang sekitar USD 1,7 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak pilihan produk ETF di pasar, kepercayaan investor institusional tetap mengakar kuat pada kredibilitas dan likuiditas yang ditawarkan oleh BlackRock. Dengan harga Bitcoin yang terus menanjak mendekati level USD 78.000, optimisme pasar tampaknya sedang berada di titik didih.

Masa Depan Bitcoin di Tangan Institusi Keuangan Global

Pergeseran paradigma sedang terjadi di hadapan kita. Jika beberapa tahun lalu Bitcoin dianggap sebagai aset spekulatif yang berisiko tinggi bagi perbankan, kini raksasa seperti Morgan Stanley pun mulai meluncurkan produk serupa. Masuknya pemain-pemain besar ini memberikan legitimasi yang selama ini dicari oleh dunia kripto. Likuiditas yang melimpah dan regulasi yang semakin jelas membuat volatilitas liar Bitcoin perlahan mulai teredam oleh partisipasi dana-dana pensiun dan asuransi yang bersifat jangka panjang.

Namun, sebagaimana nasihat bijak dalam setiap instrumen keuangan, transparansi dan analisis mandiri tetap menjadi kunci utama. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca. Dinamika pasar kripto yang bergerak sangat cepat menuntut pemahaman mendalam sebelum mengeksekusi strategi beli maupun jual. Persaingan antara BlackRock, MicroStrategy, dan pemain besar lainnya dipastikan akan terus menjadi katalis utama bagi pergerakan harga di masa mendatang.

Dengan total kepemilikan yang terus bertambah dan inovasi produk yang tiada henti, InfoNanti akan terus memantau apakah BlackRock mampu menyalip MicroStrategy dalam waktu dekat, atau justru muncul pemain baru yang akan mengacaukan dominasi kedua raksasa tersebut di panggung global.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *