Ambisi Prancis Menggoyang Hegemoni Dolar: Menuju Era Baru Stablecoin Berbasis Euro
InfoNanti — Langkah ambisius kini tengah digodok oleh pemerintah Prancis untuk menggoyang hegemoni Amerika Serikat di panggung ekonomi digital dunia. Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, secara terbuka menyuarakan urgensi bagi kawasan Eropa untuk segera menghadirkan lebih banyak stablecoin berbasis euro guna mengimbangi dominasi dolar yang selama ini mencengkeram pasar aset digital.
Melawan Ketergantungan pada Dolar AS
Dalam sebuah diskusi mendalam di konferensi kripto yang berlangsung di Paris, Lescure mengungkapkan kegelisahannya terhadap ketimpangan volume antara mata uang digital yang dipatok ke dolar AS dibandingkan dengan euro. Menurutnya, ketergantungan yang terlalu besar pada aset digital berbasis dolar dapat melemahkan kedaulatan finansial Benua Biru di masa depan.
Update Harga Kripto 26 April 2026: Bitcoin Bertahan di Level Rp 1,33 Miliar Saat Altcoin Mulai Berguguran
Ia mendesak institusi perbankan di Eropa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi mulai aktif mengeksplorasi deposito yang di-tokenisasi. Langkah ini dinilai sebagai kunci untuk memutus rantai ketergantungan pada sistem pembayaran digital asal Amerika Serikat yang kian dominan.
Sinergi Perbankan Eropa Menuju 2026
Menanggapi tantangan tersebut, sejumlah raksasa perbankan Eropa seperti ING, UniCredit, dan BNP Paribas tidak tinggal diam. Konsorsium bank ini telah membentuk aliansi strategis untuk meluncurkan stablecoin berbasis euro yang diprediksi akan mengudara pada paruh kedua tahun 2026. Inisiatif ini diharapkan menjadi pilar utama dalam membangun infrastruktur pembayaran digital yang mandiri di kawasan tersebut.
Lescure memberikan dukungan penuh terhadap manuver perbankan ini. “Inilah yang kita butuhkan untuk menjaga relevansi ekonomi kita di era digital,” tegasnya. Selain stablecoin, ia juga mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain untuk menggantikan aset keuangan tradisional melalui proses tokenisasi yang lebih efisien.
Update Pasar Kripto 13 Mei 2026: Bitcoin Bertahan di Level $80 Ribu, Mayoritas Altcoin Terkoreksi Tajam
Tantangan Besar: Dominasi Tether
Meski semangat pembaruan terus berkobar, jalan menuju kemandirian ekonomi digital Eropa masih terjal. Saat ini, pasar global masih dikuasai oleh Tether, raksasa kripto asal El Salvador yang memiliki peredaran token senilai lebih dari USD 185 miliar. Sebagai perbandingan, stablecoin berbasis euro yang diluncurkan oleh Societe Generale pada 2023 baru mencatatkan angka sirkulasi sekitar 107 juta euro.
Selain itu, survei dari RBC Capital Markets menunjukkan bahwa permintaan terhadap stablecoin di kalangan nasabah bank Eropa saat ini masih tergolong rendah. Namun, para pembuat kebijakan di Eropa tetap optimistis bahwa kehadiran Euro Digital yang tengah dikembangkan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi katalisator perubahan besar.
Ekspansi Kripto Vietnam: Raksasa Global OKX dan HashKey Guyur Modal Triliunan ke Bursa CAEX
Menuju Kedaulatan Digital
Upaya ini bukan sekadar soal inovasi teknologi, melainkan sebuah misi untuk menghindari fragmentasi layanan pembayaran di Uni Eropa. Dengan hubungan geopolitik yang dinamis, Eropa merasa perlu memiliki kendali penuh atas sistem finansialnya sendiri tanpa harus selalu bergantung pada penyedia jasa dari luar kawasan.
Bagi Anda yang tertarik dengan dunia kripto dan aset digital, perkembangan ini menjadi sinyal penting akan adanya pergeseran peta kekuatan finansial global. Namun, perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing individu. Pastikan untuk selalu melakukan analisis mendalam sebelum terjun ke pasar aset digital yang sangat fluktuatif.