Tensi AS-Iran Memanas: Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Global

Rizky Pratama | InfoNanti
13 Apr 2026, 07:51 WIB
Tensi AS-Iran Memanas: Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Global

InfoNanti — Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali memicu guncangan hebat pada pasar energi global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan meroket tajam pada penutupan akhir pekan, menyusul kegagalan total perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kebuntuan diplomasi ini langsung direspons cepat oleh militer AS yang bersiap memberlakukan blokade maritim ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Pasar Energi Global Terguncang

Berdasarkan pantauan data pasar finansial terbaru, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei melambung hampir 8 persen ke level USD 104,20 per barel. Fenomena serupa terjadi pada minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional; harganya terkerek naik 7 persen hingga menyentuh angka USD 101,86 per barel. Kenaikan drastis harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar akan terganggunya rantai pasok energi dunia secara masif.

Baca Juga

Harga Emas Antam Hari Ini 9 Mei 2026: Grafik Stagnan di Level Tinggi, Saatnya Koleksi atau Jual?

Harga Emas Antam Hari Ini 9 Mei 2026: Grafik Stagnan di Level Tinggi, Saatnya Koleksi atau Jual?

Krisis ini bermula ketika negosiasi yang berlangsung di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM) mengumumkan bahwa mulai Senin pukul 10.00 ET, militer akan menutup akses keluar-masuk seluruh lalu lintas maritim di pelabuhan Iran secara imparsial. Langkah ini mencakup wilayah strategis di Teluk Arab dan Teluk Oman, meski AS menegaskan tidak akan mengganggu kapal yang menuju pelabuhan non-Iran.

Perintah Tegas dari Gedung Putih

Presiden Donald Trump mengambil langkah agresif dengan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menguasai Selat Hormuz. Melalui pernyataan di media sosialnya, Trump menegaskan bahwa militer terbaik di dunia akan segera memulai proses blokade total terhadap kapal-kapal yang mencoba melintasi jalur krusial tersebut.

Baca Juga

Sinyal Hijau dari Istana: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Sinyal Hijau dari Istana: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memblokade semua kapal yang masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tegas Trump. Langkah ini diambil setelah Iran dianggap gagal memberikan jaminan keamanan dan komitmen nuklir yang diminta dalam perundingan sebelumnya. Sumber internal menyebutkan bahwa Trump bahkan tengah mempertimbangkan opsi serangan udara terbatas untuk memecah kebuntuan politik ini.

Selat Hormuz: Jalur Nadi yang Tercekik

Penting untuk diingat bahwa Selat Hormuz adalah jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia. Ekonomi global sangat bergantung pada kelancaran arus tanker di wilayah ini. Namun, ancaman blokade telah menyebabkan lalu lintas tanker anjlok drastis. Jika biasanya lebih dari 100 kapal melintas setiap hari, kini hanya tersisa segelintir kapal tanker super yang berani bertaruh melewati jalur berbahaya tersebut.

Baca Juga

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi di Tengah Sentimen Global

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi di Tengah Sentimen Global

Di sisi lain, Teheran tidak tinggal diam. Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, menyatakan bahwa kunci Selat Hormuz tetap berada di tangan Republik Islam. Pernyataan ini mempertegas bahwa Iran siap melakukan perlawanan terhadap tekanan militer AS di perairan internasional.

Gagalnya Diplomasi Nuklir

Wakil Presiden JD Vance yang memimpin delegasi AS dalam negosiasi di Islamabad mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, kegagalan ini berakar pada ketidaksediaan Iran untuk memberikan komitmen fundamental terkait penghentian pengembangan senjata nuklir. Ketidakpercayaan ini semakin diperkuat oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, yang menuding pihak AS gagal mendapatkan kepercayaan dari delegasi Iran selama putaran negosiasi berlangsung.

Kini, mata dunia tertuju pada perkembangan di Selat Hormuz. Dengan sentimen pasar yang dipenuhi ketidakpastian, ancaman blokade ini diprediksi akan terus menekan harga energi hingga batas yang sulit diprediksi, membawa dampak berantai bagi stabilitas ekonomi banyak negara di seluruh dunia.

Baca Juga

Langkah Tegas Bea Cukai Jakarta: 29 Yacht Mewah Berbendera Asing Resmi Disegel Akibat Pelanggaran Pajak

Langkah Tegas Bea Cukai Jakarta: 29 Yacht Mewah Berbendera Asing Resmi Disegel Akibat Pelanggaran Pajak
Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *