Ambisi Megah Donald Trump: ‘Arc de Trump’, Gerbang Kemenangan Berlapis Emas yang Bakal Menjulang di Washington

Siti Rahma | InfoNanti
13 Apr 2026, 14:54 WIB
Ambisi Megah Donald Trump: 'Arc de Trump', Gerbang Kemenangan Berlapis Emas yang Bakal Menjulang di Washington

InfoNanti — Wajah ibu kota Amerika Serikat, Washington D.C., tampaknya akan segera mengalami transformasi visual yang sangat kontras dan mencolok. Presiden Donald Trump baru-baru ini meluncurkan sebuah rencana ambisius untuk mendirikan sebuah monumen kemenangan raksasa yang ia klaim akan menjadi mahakarya paling megah di dunia.

Diberi tajuk “Arc de Trump”, struktur ini bukan sekadar gerbang biasa. Trump menggambarkan proyek ini sebagai simbol kejayaan yang tidak tertandingi. Melalui pernyataannya di media sosial, ia menegaskan bahwa monumen ini dirancang untuk menjadi gapura kemenangan terbesar dan terindah yang pernah ada di muka bumi.

Kemegahan Arsitektur yang Melampaui Batas

Berdasarkan cetak biru yang dirilis ke publik, gerbang ini direncanakan berdiri tegak setinggi 250 kaki atau sekitar 76 meter. Ketinggian ini secara signifikan akan melampaui bangunan ikonik lainnya seperti Gedung Capitol maupun Lincoln Memorial di Washington D.C. Nuansa mewah terpancar kuat dari penggunaan aksen emas yang mendominasi seluruh struktur.

Baca Juga

Tragedi di Penjara Shikma: Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Siksaan Berat, Dunia Internasional Didesak Bertindak

Tragedi di Penjara Shikma: Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Siksaan Berat, Dunia Internasional Didesak Bertindak

Elemen desainnya pun tidak main-main. Terinspirasi dari kemegahan Patung Liberty, monumen ini akan dilengkapi dengan ornamen obor dan mahkota berlapis emas. Di sisi depan, kalimat religius-patriotik “One Nation Under God” akan terpampang jelas, diapit oleh patung elang emas yang gagah dan empat singa sebagai penjaga simbolik di sekelilingnya.

Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyebutkan bahwa monumen ini adalah bentuk dedikasi tinggi bagi para pahlawan bangsa. “Struktur ini akan menjadi representasi visual dari pengorbanan yang tak ternilai demi menjaga kebebasan yang kita rasakan sekarang,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Lokasi Strategis dan Inspirasi Klasik

Secara konseptual, “Arc de Trump” mengambil inspirasi dari Arc de Triomphe yang legendaris di Prancis. Trump mengusulkan lokasi pembangunan di titik masuk utama ibu kota, mulai dari Arlington National Cemetery, melewati Memorial Bridge, hingga mencapai kawasan Lincoln Memorial. Ia meyakini bahwa siapa pun yang melintasi jembatan tersebut akan merasakan kehadiran monumen ini sebagai sebuah pelengkap sejarah yang selama ini “hilang”.

Baca Juga

Misi Penyelamatan WNI di Iran: 45 Orang Kembali ke Tanah Air, 236 Lainnya Masih Dalam Pemantauan

Misi Penyelamatan WNI di Iran: 45 Orang Kembali ke Tanah Air, 236 Lainnya Masih Dalam Pemantauan

Kontroversi dan Polemik Anggaran

Meski terlihat megah, rencana ini memicu gelombang perdebatan di kalangan publik. Proposal pembangunan tersebut kini tengah berada di meja Komisi Seni Rupa Amerika Serikat untuk ditinjau lebih lanjut. Sorotan tajam juga mengarah pada sektor ekonomi dan pendanaan proyek.

Data anggaran dari National Endowment for the Humanities (NEH) menunjukkan bahwa sebagian besar biaya pembangunan akan bersumber dari dana publik. Setidaknya 2 juta dolar AS telah dialokasikan sebagai dana awal, dengan tambahan dana pendamping mencapai 13 juta dolar AS. Trump bahkan sempat menyinggung penggunaan sisa anggaran dari proyek renovasi ruang dansa Gedung Putih untuk menyokong pembiayaan monumen ini.

Di balik ambisi estetika ini, tantangan hukum mulai membayangi. Sejumlah kelompok pelestari monumen sejarah telah mengajukan gugatan, mengkhawatirkan rusaknya nilai historis lanskap asli kota. Namun, di bawah kepemimpinan Trump, pembangunan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meninggalkan warisan fisik yang akan diingat selama berabad-abad ke depan.

Baca Juga

Sumbangan Salah Sasaran: Tas Berisi Ganja dan Ribuan Dolar Gegerkan Toko Amal di Selandia Baru

Sumbangan Salah Sasaran: Tas Berisi Ganja dan Ribuan Dolar Gegerkan Toko Amal di Selandia Baru
Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *