Update Harga Pangan 12 April 2026: Cabai Rawit Kian Pedas, Daging Ayam Masih Bertahan di Level Tinggi
InfoNanti — Dinamika pasar bahan pokok di tanah air kembali menunjukkan tren yang fluktuatif menjelang pertengahan bulan ini. Berdasarkan pantauan terbaru di berbagai pasar tradisional, sejumlah komoditas pangan masih terjebak dalam tren harga tinggi, yang menuntut para ibu rumah tangga untuk lebih piawai dalam mengatur strategi belanja dapur.
Mengacu pada rilis data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia pada Minggu (12/4/2026), lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Harganya kini meroket hingga menyentuh angka Rp 83.100 per kilogram. Kondisi ini menjadikan cabai rawit sebagai salah satu pemicu utama tekanan inflasi pangan di tingkat nasional saat ini.
Efek Domino Lonjakan Harga Plastik: Dari Kabel Hingga Ember, Produk Ritel Mulai Meroket
Daging Ayam dan Bumbu Dapur Masih Stabil Tinggi
Tak hanya cabai, komoditas protein hewani seperti daging ayam ras segar juga masih enggan turun dari level tertingginya. Saat ini, pedagang eceran rata-rata mematok harga di kisaran Rp 41.500 per kilogram. Meski permintaan pasar cukup stabil, pasokan yang dinamis di tingkat peternak disinyalir menjadi faktor penahan harga di level tersebut.
Untuk sektor bumbu dapur lainnya, pergerakan harga terpantau relatif lebih tenang namun tetap berada di angka yang lumayan. Bawang merah saat ini dibanderol sebesar Rp 47.350 per kg, disusul oleh bawang putih yang dipasarkan pada harga Rp 40.200 per kg. Sementara itu, varian cabai lainnya seperti cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing berada di angka Rp 46.000 dan Rp 45.600 per kg.
Ketegangan di Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Usai AS Serang Tanker Iran
Stabilitas Harga Beras di Berbagai Kelas
Kabar baik datang dari sektor pangan utama. Harga beras terpantau menunjukkan konsistensi dan tidak mengalami gejolak yang berarti. Berikut adalah rincian harga beras berdasarkan kualitasnya:
- Beras Kualitas Super: Dibanderol antara Rp 16.850 hingga Rp 17.300 per kg.
- Beras Kualitas Medium: Tersedia di kisaran Rp 15.900 sampai Rp 16.050 per kg.
- Beras Kualitas Bawah: Masih sangat terjangkau di angka Rp 14.500 hingga Rp 14.550 per kg.
Daging Sapi, Gula, dan Minyak Goreng Tak Banyak Berubah
Bagi konsumen yang mencari alternatif protein, harga daging sapi terpantau stabil tanpa kenaikan signifikan. Daging sapi kualitas I dijual seharga Rp 147.650 per kg, sedangkan kualitas II berada di angka Rp 139.950 per kg. Untuk kebutuhan telur ayam ras, masyarakat perlu merogoh kocek sebesar Rp 32.550 per kg.
Update Harga Emas 24 Karat 18 April 2026: Antam Meroket Tajam, Pegadaian Justru Melandai
Sektor komoditas esensial lainnya seperti minyak goreng dan gula juga menunjukkan tren serupa. Minyak goreng kemasan bermerek dibanderol pada kisaran Rp 22.350 hingga Rp 23.250 per liter, sementara versi curah tersedia di harga Rp 20.100 per liter. Di sisi lain, harga gula pasir lokal kini berada di level Rp 19.100 per kg, sedikit di bawah gula pasir premium yang mencapai Rp 20.150 per kg.
Secara naratif, meskipun sebagian besar komoditas mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, tingginya harga cabai rawit merah tetap menjadi momok bagi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Upaya pemantauan rantai pasok diharapkan terus dilakukan guna mencegah lonjakan harga yang lebih ekstrem di sisa bulan April ini.
Optimisme Ekonomi 2026: ADB Proyeksikan PDB Indonesia Melesat ke Angka 5,2 Persen