Misteri Harta Karun Satoshi Nakamoto: CTO Ripple Sebut Bitcoin Senilai Rp 1.100 Triliun Mungkin Hilang Selamanya

Andi Saputra | InfoNanti
11 Apr 2026, 16:21 WIB
Misteri Harta Karun Satoshi Nakamoto: CTO Ripple Sebut Bitcoin Senilai Rp 1.100 Triliun Mungkin Hilang Selamanya

InfoNanti — Teka-teki mengenai jati diri pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, hingga kini masih menjadi kabut tebal yang menyelimuti dunia finansial global. Seiring berjalannya waktu, upaya untuk mengungkap sosok di balik nama samaran legendaris ini tak pernah surut. Mulai dari jurnalis investigasi hingga akademisi papan atas terus berlomba menyusun kepingan teka-teki, namun hasilnya tetap nihil dan penuh spekulasi.

Triliunan Rupiah yang Terkunci dalam Keheningan

Di tengah riuhnya perdebatan identitas tersebut, David Schwartz, Chief Technology Officer (CTO) Ripple, justru mengalihkan perhatian publik pada isu yang jauh lebih krusial: akses terhadap kekayaan fantastis milik Satoshi. Dalam sebuah diskusi yang memicu perhatian pelaku investasi kripto, Schwartz melontarkan pernyataan skeptis mengenai nasib 1,1 juta unit Bitcoin yang bersemayam di dompet digital sang kreator.

Baca Juga

Revolusi Kemanusiaan: Bagaimana Stablecoin Menjadi Juru Selamat Penyaluran Bantuan di Wilayah Konflik

Revolusi Kemanusiaan: Bagaimana Stablecoin Menjadi Juru Selamat Penyaluran Bantuan di Wilayah Konflik

Menurut pandangan Schwartz, ada kemungkinan besar bahwa kunci privat (private keys) yang dibutuhkan untuk membuka dompet tersebut telah lenyap selamanya. Ia menilai bahwa secara praktis, tidak ada satu pun individu yang saat ini memiliki kuasa atau akses terhadap aset digital tersebut. Jika estimasi ini benar, maka harta karun senilai kurang lebih USD 70 miliar atau setara dengan Rp 1.100 triliun itu akan tetap menjadi artefak digital yang tak tersentuh.

Kekuatan di Balik Sosok yang Anonim

Secara matematis, kepemilikan Satoshi Nakamoto mencakup sekitar 5% dari total pasokan maksimal Bitcoin yang dibatasi hanya 21 juta koin. Hilangnya akses terhadap jumlah sebesar itu tentu memberikan dampak psikologis dan fundamental bagi pasar. Namun, di balik kerugian finansial yang tampak nyata, ada nilai filosofis yang dipertahankan oleh komunitas teknologi blockchain.

Baca Juga

Strategi Charles Schwab Rambah Dunia Kripto: Incar Gen Z dan Tantang Dominasi Fintech

Strategi Charles Schwab Rambah Dunia Kripto: Incar Gen Z dan Tantang Dominasi Fintech

Mantan CEO Mt. Gox, Mark Karpelès, memiliki perspektif yang berbeda. Baginya, anonimitas Satoshi Nakamoto adalah pilar kekuatan utama bagi eksistensi Bitcoin. Ia memandang bahwa sosok misterius ini adalah entitas yang sempurna karena tidak memiliki wajah yang bisa diserang atau dipengaruhi oleh otoritas mana pun. Menjaga rahasia Satoshi, menurut Karpelès, adalah tanggung jawab bersama demi menjaga integritas ekosistem.

Bantahan Para Kandidat dan Spekulasi Tak Berujung

Nama-nama besar sering kali dituding sebagai sosok di balik layar, salah satunya adalah pakar kriptografi Adam Back. Meski klaim tersebut terus bermunculan, Back secara konsisten membantah tudingan itu. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya sejak awal adalah mengembangkan dampak positif dari privasi online dan uang elektronik bagi masyarakat luas, bukan menjadi pusat perhatian sebagai pencipta utama.

Baca Juga

Syndicate Labs Resmi Umumkan Penutupan: Pelajaran Berharga dari Pergeseran Tren Infrastruktur Blockchain

Syndicate Labs Resmi Umumkan Penutupan: Pelajaran Berharga dari Pergeseran Tren Infrastruktur Blockchain

Hingga detik ini, apakah Satoshi Nakamoto masih memantau perkembangan karyanya dari balik layar, ataukah ia telah membawa kunci privatnya ke liang lahat, tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah aset digital. Yang pasti, narasi mengenai hilangnya akses terhadap Rp 1.100 triliun ini semakin mempertebal legenda Bitcoin sebagai revolusi keuangan yang penuh dengan drama dan rahasia.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *