Ambisi Donald Trump Membangun ‘Arc de Trump’: Monumen Kemenangan Megah di Jantung Washington
InfoNanti — Ambisi besar kembali mencuat dari jantung pemerintahan Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump baru saja menyingkap tabir rencana pembangunan sebuah monumen kolosal yang diprediksi akan mengubah lanskap visual Washington, DC selamanya. Melalui rilis desain terbaru pada Jumat (10/4/2026), publik diperkenalkan pada proyek bertajuk “Arc de Trump”, sebuah gerbang kemenangan yang direncanakan berdiri tegak di kawasan Memorial Circle, tepat di ujung Jembatan Arlington Memorial.
Struktur megah ini digadang-gadang menjadi simbol utama dari warisan Donald Trump pada masa jabatan keduanya. Bukan sekadar gerbang biasa, monumen ini dirancang dengan ketinggian mencapai 76,2 meter. Sebagai daya tarik utama, sebuah patung Lady Liberty setinggi 18 meter yang dilapisi emas akan bertengger dengan anggun, dilengkapi dengan area observasi bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Di bagian puncaknya, akan terpahat kalimat sarat makna, “One Nation Under God”, yang mempertegas identitas nasionalis yang diusung sang presiden.
Masa Depan Penjaga Jalanan: China Kerahkan Satuan Robot Polisi Berbasis AI untuk Kendalikan Arus Libur Nasional
Langkah Politik di Balik Proyek Raksasa
Rencana pembangunan ini telah diajukan secara resmi kepada Commission of Fine Arts (CFA), sebuah lembaga yang memiliki otoritas untuk menilai estetika dan memberikan lampu hijau bagi proyek-proyek di ibu kota. Pertemuan krusial dijadwalkan berlangsung pada 16 April mendatang untuk meninjau proposal ambisius ini. Namun, jalan menuju realisasi proyek ini tidak lepas dari dinamika politik Amerika yang cukup intens.
Tahun lalu, Trump mengambil langkah drastis dengan memberhentikan enam komisaris CFA dan mengganti mereka dengan sosok-sosok yang dikenal loyal terhadap visinya. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memuluskan proyek-proyek besar yang sebelumnya sempat terhambat. Sebagaimana diketahui, perselisihan hukum sempat terjadi ketika seorang hakim federal menghentikan pembangunan ballroom Gedung Putih, meskipun CFA telah memberikan persetujuannya. Ironisnya, Sayap Timur Gedung Putih yang memiliki nilai sejarah tinggi telah lebih dulu diruntuhkan untuk memberi ruang bagi proyek tersebut.
Iran Tuntut Ganti Rugi Perang Rp4.623 Triliun: Dari Pajak Selat Hormuz hingga Krisis Infrastruktur Nasional
Simbol Pengorbanan dan Ikon Baru Dunia
Meskipun penuh kontroversi, dukungan birokrasi tampak mengalir kuat. National Capital Planning Commission (NCPC), yang saat ini dipimpin oleh mantan pengacara pribadi Trump, memberikan dukungannya hanya dalam hitungan hari setelah proposal diajukan. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyatakan keyakinannya bahwa gerbang ini akan melampaui sekadar status monumen lokal.
“Pemerintahan meyakini bahwa gerbang ini akan menjelma menjadi salah satu landmark paling ikonik, tidak hanya di Washington, DC, tetapi juga di mata dunia,” ujar Ingle. Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi di dekat Pemakaman Nasional Arlington sengaja dilakukan sebagai pengingat visual atas pengorbanan para pahlawan selama 250 tahun sejarah Amerika dalam menjaga kebebasan bangsa.
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Israel Hantam Lebanon, Ratusan Tewas Saat Perundingan Iran-AS Menghangat
Skema Pembiayaan dan Harapan Masa Depan
Terkait anggaran, pihak otoritas belum merilis angka pasti mengenai total biaya yang dibutuhkan untuk membangun monumen raksasa ini. Namun, laporan internal menyebutkan bahwa pemerintah berencana menggunakan skema pembiayaan campuran, yang menggabungkan dana publik dan kontribusi sektor swasta. Proyek ini dipandang sebagai upaya kebijakan pemerintah untuk meninggalkan jejak fisik yang permanen dan monumental dalam sejarah modern Amerika Serikat.
Dengan segala kemegahan dan kontroversi yang menyertainya, Arc de Trump kini menjadi sorotan dunia, menunggu apakah desain emas ini akan benar-benar berdiri menghiasi langit Washington atau justru terganjal oleh tantangan hukum dan sosial yang masih membayangi di depan mata.
Fenomena Unik Monyet Gibraltar: Mengapa Makaka Barbary Memakan Tanah Demi Menetralkan Junk Food?